theatercombinant Persembahkan Versi Terakhir “Ideal Paradise” untuk Jakarta

Portal Teater – theatercombinant, sebuah rumah produksi lintas disiplin yang didirikan di Berlin dan berbasis di Vienna, bekerjasama dengan Goethe Institut Indonesien Jakarta akan mempersembahkan pertunjukan kolaborasi pada akhir bulan ini.

Panggung para seniman lintas negara (Jerman dan Indonesia) ini diberi tajuk “The Last Ideal Paradise”, edisi terakhir dari “Ideal Paradise” karya koreografer terkemuka Claudia Bosse, yang juga adalah pendiri dan Direktur Artistik theatercombinat.

Claudia Bosse. -Dok. kunststiftungnrw.de
Claudia Bosse. -Dok. kunststiftungnrw.de

Mengutip publikasi resmi Goethe Institut, karya ini merupakan versi adaptasi istimewa untuk Jakarta dan lokasi pementasannya berdasarkan riset dan sejumlah pertemuan serta wawancara yang dilakukan di Jakarta antara 2018-2019.

Dalam performans ini, Bosse akan memadukan gerak tubuh para seniman dari Jakarta, Lampung, Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar ke dalam bentuk instalasi, koreografi sekaligus performans mengenai konstelasi sosial dan pemikiran-pemikiran politis.

Dipentaskan selama tiga hari, yaitu pada 26, 28 dan 29 Februari 2020, Bosse lewat karyanya mencoba menghubungkan masakini dan masalalu dengan berbagai ritual dan mitos yang hidup dan berkembang di Indonesia.

Dalam karya ini penonton dan penampil akan terlebur. Penonton akan diajak melintasi beberapa ruang, menonton rekaman video, mendengar bunyi, menyimak percakapan dan obyek-obyek yang disusun secara spesifik.

Setelah bertemu dan berbaur, penonton dan performer akan melihat materi-materi bertransformasi, membentuk kelompok-kelompok yang rapuh dan serba-sementara sambil mempertanyakan lagi makna terorisme, batas teritorial, dan aneksasi serta ke(tidak)sadaran kultural dan politis kini.

Karya ini akan dipentaskan di Perum Produksi Film Negara, Jakarta Timur, pada tiap pukul 17.00 WIB dengan ddurasi 150 menit.

“Ideal Paradise” telah dimulai Bosse pada 2015 sebagai instalasi dengan wawancara dari Kairo dan Athena, yang mencerminkan situasi politik dan perubahan sosial yang sedang terjadi.

Pernah tampil di Weltmuseum Wien, karya tersebut kemudian menyebar secara nomadik di wilayah kota, mampir di Tanzquartier Wien, kemudian mengembangkan lanskap performatif di Bukarest.

Di bekas pusat pengiriman pos di Düsseldorf, Jerman, Bosse bersama para penampil dan paduan suara yang beranggotakan warga setempat menggabungkan semua tahapan tersebut sehingga menjadi “the last Ideal Paradise”.

Dengan itu, “The Last Ideal Paradise” merupakan sebuah karya yang merupakan hasil dari proses kerja dengan tahapan-jamak selama dua tahun dari “Ideal Paradise”.

Pernah juga tampil di Tanzplattform di Jerman pada 2018, karya Bosse ini dibuat berlandaskan riset, pendekatannya untuk kolaborasi antar-budaya dan telisik artistiknya atas struktur bencana sebagai titik balik masyarakat.

Presentasi Claudia Bosse tentang metode latihan tubuh. -Dok. youtube.com
Presentasi Claudia Bosse tentang metode latihan tubuh. -Dok. youtube.com

Tim Produksi

  • Konsep, ruang, obyek, koreografi: Claudia Bosse
  • Bunyi, media: Günther Auer
  • Penampil: Rotraud Kern, Mun Wai Lee, Alexandra Sommerfeld, Pat Toh, Ilse Urbanek
  • Ghost Team: Akbar Yumni, Alfiah Rahdini, Ayu Permata Sari, Ibed Surgana Yuga, John Heryanto, Laksmi Notokusumo, Liswati, Rita Matu Mona, Riyadhus Shalihin, Yola Yulfianti
  • Asistensi/Pimpinan produksi: Dagmar Tröstler
  • Koordinasi produksi Jakarta: Dinyah Latuconsina
  • Kolaborasi instalasi: Dea Widya
  • Riset: Akbar Yumni, Dinyah Latuconsina
  • Penasihat: Karlina Supelli
  • Komunikasi: Oliver Maus
  • Pimpinan teknis: Marco Tölzer
  • Admin theatercombinat: Alexander Kosnopfl
  • Produksi: theatercombinat
  • Koproduksi: FFT Düsseldorf dalam rangka Internationale Koproduktionen. Living Dead – Spukgestalten im Theater der Gegenwart
  • Didanai oleh: Wien Kultur
  • Dengan dukungan: Kunststiftung NRW

Baca Juga

Adaptasi Game Mobil Legend, Teater Alamat dan Teater Binaan Garap “Pertarungan Takdir”

Portal Teater - Teater Alamat berkolaborasi dengan teater binaannya, yaitu Teater Batara dan Teater Balang, akan mempersembahkan garapan terbaru untuk dipanggungkan perdana tahun ini...

Digitalisasi Arsip Dewan Kesenian Jakarta Terkendala

Portal Teater - Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyimpan banyak arsip dan koleksi seni berupa kertas (kliping koran, poster, naskah drama/teater), foto, lukisan, buku dan...

Forum Seniman Peduli TIM Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI

Portal Teater - Sejak November 2019, sejumlah seniman, budayawan dan pelaku budaya yang tergabung dalam Forum Seniman Peduli TIM (FSPT) menggelar aksi 'silet movement'...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...