Tujuh Program Prioritas Ditjen Kebudayaan Tahun 2020

Portal Teater – Indonesia adalah bangsa yang besar. Tidak hanya secara geografis, tapi terutama karena kekayaan kebudayaan yang hidup dan berkembang pada setiap suku, etnis, dan ras, dari Sabang sampai Merauke.

Berupaya terus menjaga dan melestarikan keragaman budaya tersebut, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah merancang tujuh program prioritas yang akan dijalankan sepanjang tahun ini.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Jakarta (27/2) pekan lalu mengatakan, program-program ini dilaksanakan dalam kerjasama antara pemerintah, lembaga budaya dan komunitas independen.

Adapun Rakornas ini bertujuan mensinkronisasi perencanaan dan aksi pemajuan kebudayaan antara pemerintah pusat dan daerah, percepatan upaya pemajuan kebudayaan di daerah, dan tercipta pembagian peran yang jelas dan berimbang di bidang kebudayaan.

Rakonas 2020 diikuti 1083 peserta dari 34 provinsi dan juga asosiasi, kementerian dan berbagai lembaga lainnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuka Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Hotel Grand Sahid Jakarta. -Dok. kompas.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membuka Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan di Hotel Grand Sahid Jakarta. -Dok. kompas.com

Tujuh Program Prioritas

Dalam sebuah publikasi resmi Ditjen Kebudayaan, Hilmar menjelaskan, program prioritas pertama tahun 2020 adalah Mega Event. Program ini ibagi ke dalam 4 segmen, yaitu film, musik, Jakarta Bienalle, dan Visual Art Expose.

Kegiatan terakhir ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh komunitas di luar pemerintah. Karenanya ia berharap kegiatan serupa terus bertumbuh agar terjadi sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam memajukan kebudayaan.

Program kedua adalah Karavan Budaya (Arung Samudra). Program ini dikemas dalam bentuk ekspedisi Jalur Rempah. Dirjen Kebudayaan tengah berusaha untuk mendaftarkan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia ke UNESCO.

Rencananya, pada November tahun ini, Dirjen Kebudayaan mendaftarkan Jalur Rempah ke dalam Daftar Sementara UNESCO.

Hilmar menerangkan, ekspedisi Jalur Rempah tahun ini dimulai di 10 titik di Indonesia. Yaitu dimulai dari Ternate hingga mengarungi samudera Hindia menuju Kalkuta dan Afrika lalu kembali ke Jakarta.

Program ketiga adalah Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). Program ini pertama kali diadakan pada 2019 di Jakarta. Berbeda dari sebelumnya, PKN 2020 akan dilakukan secara berjenjang, yang dimulai dengan Pekan Kebudayaan Daerah.

Sementara, Platform Indonesiana dan Pawai Budaya juga akan menjadi agenda Ditjen Kebudayaan tahun 2020.

Ditjen Kebudayaan juga akan prioritas pada upaya pelindungan Cagar Budaya Nasional dan Cagar Budaya Bawah Air (sesuai UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya).

Hilmar menuturkan, jenis-jenis cagar budaya bawah air dapat berupa situs, struktur, artefak, ataupun sisa-sisa manusia.

Cagar budaya itu dapat pula berupa kapal, pesawat terbang ataupun kendaraan lainnya beserta dengan muatannya, serta benda-benda prasejarah.

Dalam kerjasama dengan pemerintah daerah, Ditjen Kebudayaan dalam Rakornas Kebudayaan telah membentuk Tim Ahli Cagar Budaya 2021 di level pemerintah daerah.

Hilmar menambahkan, Ditjen Kebudayaan juga memprakarsai program “Desa Pemajuan Kebudayaan”. Program ini menginisiasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyusun perencanaan pembangunan desa yang berbasis kebudayaan.

Tujuannya untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah, baik di provinsi ataupun kabupaten/kota.

Sinergi Gagasan

Upaya pemajuan kebudayaan bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu, perlu sinergi gagasan yang kuat antara pemerintah dengan lembaga atau penggiat budaya.

Dalam Rakornas pekan lalu, Hilmar menerima dokumen Hasil Rumusan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kebudayaan Tahun 2020 dari peserta Rakornas dari berbagai daerah.

Dalam dokumen itu disebutkan setidaknya delapan hasil kesepakatan bersama dalam upaya pemajuan kebudayaan baik di pusat maupun daerah.

Delapan kesepakatan itu, yakni pengusulan program tahun 2020 dikolaborasikan dengan pemerintah pusat dan daerah, pengusulan program Pemda tahun 2021 yang dimasukkan ke dalam perencanaan 2021 melalui Bappeda.

Selain itu, penerbitan surat edaran cagar budaya ke pemerintah daerah, pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya 2021 di level Pemda, hingga pendukungan asosiasi melalui parsitipasi aktif kegiatan prioritas nasional.

Hilmar menegaskan, dalam pembangunan kebudayaan di masa depan, perlu ada sinergitas program dan gagasan serta tugas dan peran yang sama antara pemerintah pusat dan daerah. Sebab, daerah merupakan hulu kebudayaan.

Selain dengan Pemda, pemerintah terus menjalin relasi yang baik dengan semua pemangku kepentingan di bidang kebudayaan, termasuk penggiat seni dan budaya dan aosisasi atau lembaga budaya.

Berpijak pada filosofi hidup yang telah mengakar dalam tradisi masyarakat Indonesia, Hilmar meminta agar pemajuan kebudayaan di Indonesia perlu adanya gotong royong.

Sebab, dengan kekuatan budaya yang sangat besar, mustahil hanya diurus oleh satu-dua pihak dan dijalankan secara sporadis.*

Baca Juga

Penyebaran Virus Corona di Indonesia Terus Meluas

Portal Teater - Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia terus meluas sejak pertama kali teridentifikasi melalui dua pasien di Depok, Jawa Barat, awal Maret...

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Portal Teater - Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut...

Terkini

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Kasus Corona Masih Fluktuatif, Ratusan Bioskop di China Kembali Ditutup

Portal Teater - Menyusul kembali meningginya penemuan pasien terkonfirmasi virus Corona akhir pekan lalu, otoritas China meminta pelaku industri bioskop untuk menutup kembali lebih...

ITI Ajak Insan Teater Berbagi Karya Lewat Media Daring

Portal Teater - Virus corona (Covid-19) merebak seantero dunia. Ratusan negara telah terpapar virus yang datang bagai ledakan asteroid ini. Sementara ratusan ribu umat...

Corona Meluas, Teater Katak Tunda Pementasan “Zeus and The Olympian God”

Portal Teater - Mencermati transmisi virus corona (Covid-19) yang makin luas di Indonesia, Teater Katak mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas produksi pertunjukan "Zeus and The...

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...