Unik! Konser Pertama di Gedung Teater Barcelona Ditonton Tanaman

Portal Teater – Konser musik yang digelar grup musik UceLi Quartet di Barcelona, Spayol, baru-baru ini menjadi sangat unik dan spesial.

Sebagaimana terlihat dalam tayangan Youtube Liceu Opera Barcelona, Selasa (23/6), konser pertama di era “new normal” Spanyol itu bukannya disaksikan manusia, melainkan tanaman.

Tanaman-tanaman tersebut dihadirkan menyerupai penonton, yang ditempatkan layaknya di kursi-kursi penonton di dalam Gedung Opera Gran Teatre del Liceu Barcelona.

UceLi Quartet pun membuka penampilan dengan karya Giacomo Puccini berjudul “Crisantemi'”di hadapan 2.292 tanaman.

Konser berjalan selama 6 menit. Sebelum pertunjukan empat musisi membungkuk untuk memberi penghormatan ke “penonton” itu.

Kemudian di akhir pertunjukan, mereka disambut oleh gemercik dedaunan dari tanaman-tanaman itu, seolah penonton yang memberikan tepuk tangan, dan bergema di seluruh gedung.

Menurut pengelola gedung, tanaman tersebut didatangkan dari pembibitan terdekat di kota itu.

Setelah konser, tanaman itu disumbangkan ke petugas kesehatan dari Klinik Rumah Sakit Barcelona sebagai ucapan terimakasih atas kerja mereka mengatasi pandemi di Spanyol.

Meski dihadiri penonton tanaman, penyelenggara konser tetap melakukan prosedur seperti biasanya, termasuk mengumumkan konser akan segera dimulai, melalui pengeras suara.

Tayangan Youtube konser tersebut sudah ditonton lebih dari 50 ribu penonton sejak diunggah 23 Juni kemarin.

Konser ini digelar setelah Spanyol berhasil keluar dari tekanan melawan pandemi virus corona selama berbulan-bulan.

Tangkapan layar konser musik Konser musik UceLi Quartet di Gedung Teater Barcelona.
Tangkapan layar konser musik Konser musik UceLi Quartet di Gedung Teater Barcelona.

Representasi Kondisi Global

Melansir Tribun Jogya, pengelola gedung mengatakan bahwa penempatan tanaman di dalam gedung teater tersebut merupakan representasi dari situasi global saat ini.

Manajemen gedung pertunjukan menilai bahwa alam mulai menempati ruang-ruang yang sempat ditinggalkan manusia.

Karena itu, konser menjadi cara pengelola untuk menyambut dan memimpin tindakan yang mempertahankan nilai seni, musik, dan alam sebagai surat pengantar untuk kembali ke aktivitas normal.

Konser pertama ini digagas oleh seniman Spanyol Eugenio Ampudia juga terinspirasi oleh alam selama pandemi ini.

“Saya mendengar lebih banyak burung bernyanyi. Dan tanaman di kebun saya dan di luar tumbuh lebih cepat. Tanpa keraguan, saya berpikir bahwa mungkin sekarang saya bisa berhubungan dengan banyak orang dan alam,” katanya.

Konser musik UceLi Quartet di Gedung Opera Gran Teatre del Liceu Barcelona, Spanyol. -Dok. Liceu Opera Baecelona.
Konser musik UceLi Quartet di Gedung Opera Gran Teatre del Liceu Barcelona, Spanyol. -Dok. Liceu Opera Baecelona.

Gunakan Game Minecraft

Sebelum ini, Teater Drama Bolshoi Tovstonogov di Sankt Peterburg Rusia (jangan tertukar dengan Teater Bolshoi di Moskow) menggelar versi singkat dari “Cherry Orchard”, sebuah drama terkenal karya penulis drama Rusia Anton Chekhov, menggunakan game daring Minecraft yang populer yang disirarkan di YouTube.

“Cherry Orchard” adalah kisah yang sangat puitis dan menyedihkan tentang kelas bangsawan Rusia yang menghilang, yang kehilangan cara hidupnya yang biasa karena kesulitan ekonomi dan keuangan.

Sebanyak 90 pemain dapat menonton pertunjukan dari dalam Teater Bolshoi versi Minecraft, sementara yang lain harus bergabung dengan siaran langsung di YouTube.

Para kreator drama ini berusaha keras untuk menciptakan kembali pengalaman menonton teater dengan detail terbaik.

Misalnya, membunyikan lonceng tiga kali untuk menandai pertunjukan dimulai, dan suara di belakang layar pentas yang memperingatkan penonton untuk tidak menggunakan kamera foto dan video, serta tidak menyalakan ponsel selama pertunjukan.

Kemudian, karakter drama muncul di panggung dan pertunjukan pun dimulai. Drama versi Minecraft ini hanya berdurasi 15 menit.

Kelompok teater ini pun berjanji untuk membuat beberapa drama lain untuk dipentaskan menggunakan Minecraft ke depannya.

Dalam bahasa Rusia, Teater Bolshoi secara harfiah berarti “Teater Besar”. Sesuai namanya, teater ini cukup besar dan megah, meski teater kebanggaan Rusia ini tak dinamai begitu sejak pendiriannya.*

Baca Juga

Rudolf Puspa: “Abdi Abadi” adalah sebuah Tanggung Jawab

Portal Teater - Berdiri di panggung Graha Bhakti Budaya di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), pada 26 Desember 2016 ketika menerima piagam...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Terkini

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Rudolf Puspa: “Abdi Abadi” adalah sebuah Tanggung Jawab

Portal Teater - Berdiri di panggung Graha Bhakti Budaya di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), pada 26 Desember 2016 ketika menerima piagam...