Usai “J.J Sampah-Sampah Kota”, Teater Koma Siap Produksi Karya Baru

Portal Teater – Berakhir sudah pementasan 10 hari naskah “J.J Sampah-Sampah Kota” karya Nano Riantiarno oleh Teater Koma. Dibuka pada Jumat (10/11), pentas yang melibatkan puluhan aktor dengan pendekatan multimedia ini selesai pada Minggu (17/11) malam.

Pentas ini merupakan produksi ke-159 dari salah satu pelopor teater Indonesia modern yang berdiri pada 1 Maret 1977 di Jakarta ini.

Dalam sebuah pernyataan, manajemen Teater Koma mengucapkan terimakasih untuk semua pihak yang telah mendukung secara moral maupun material pertunjukan kelas wahid tersebut.

Berkelasnya pertunjukan ini bukan semata-mata pandangan subjektif, melainkan karena sentuhan kekinian yang kreatif dari sutradara generasi kedua Teater Koma, Rangga Riantiarno.

Sentuhan artistik, kostum, make-up, visualisasi, pencahayaan dan live music yang memadai membuat lakon yang pernah dipentaskan pertama kali tahun 1979 ini mewah dan semarak.

Kehadiran 7 rumah kumuh di bawah kolong jembatan pun seolah hilang dari pandangan pennton karena struktur pencahayaan yang baik, membuatnya terlihat indah.

Ditambah lagi karakter keaktoran yang matang dari para pemerannya: Jian, Juhro, Bordes, pemulung, Jinten, para Mandor, pelacur dan penghuni kolong jembatan lainnya.

Syair-syair lirih anak-anak manusia yang dinyanyikan oleh kedua aktor utama: Jian (diperankan Zulfi Ramdoni) dan Juhro (diperankan Tuti Hartati), membuat lakon ini begitu dekat dengan pengalaman penonton.

Penampilan itu dipadu dengan sajian lirik pemberontakan pemulung di bawah pimpinan Bordes (diperankan Ade Firman Hakim) ala K-Pop, menjadikan pentas ini hampir tak tertandingi untuk teater Indonesia saat ini.

Selama 10 hari pementasan, Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, selalu diluberi penonton. Terlebih pada akhir pekan, yaitu hari Jumat, Sabtu dan Minggu ketika mahasiswa dan pelajar liburan sekolah.

“Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada para penonton setia Teater Koma yang selalu menyempatkan diri untuk menonton pementasan kami. Tanpa Anda, kami pun tak ada,” kata Teater Koma dalam sebuah postingan di akun Facebook resmi, Minggu (17/11).

Siap Produksi Karya Baru

Sebelumnya manajemen Teater Koma mencemaskan adanya proyek revitalisasi GBB TIM Jakarta dalam dua tahun ke depan.

Sebab proyek ini ditengarai mengganggu produksi Teater Koma yang telah menjadikan GBB TIM sebagai venue tetap pertunjukannya.

Namun itu tidak menyurutkan kegairahan untuk tetap memproduksi karya. Produksi karya senantiasa berjalan karena itulah salah satu cara untuk menjaga loyalitas penonton, sebagaimana kata Sri Bramantyo Abdinagoro, juri Festival Teater Jakarta (FTJ) 2019.

Teater Koma belum menentukan di mana dan karya apa yang akan dipentaskan, tetapi mereka tetap optimis, revitalisasi TIM tidak akan mengganggu kinerja teater.

“Akhir kata, nantikan pementasan kami yang berikutnya ya!” katanya.

Sebelumnya, diberitakan, pimpinan Teater Koma Nano Riantiarno berencana akan melakukan pementasan di Yogyakarta atau Solo bila memang GBB TIM benar-benar direnovasi sesuai rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tetapi secara internal, Teater Koma belum memutuskan di mana venue yang tepat untuk mementaskan karya-karyanya, yang biasanya setahun tiga kali pentas.

*Daniel Deha

Baca Juga

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...

Penyebaran Virus Corona di Indonesia Terus Meluas

Portal Teater - Penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia terus meluas sejak pertama kali teridentifikasi melalui dua pasien di Depok, Jawa Barat, awal Maret...

Melihat Dampak Konsumerisme terhadap Air

Portal Teater - Koji Yamazaki, 38 tahun, keluar dari sebuah tong sampah besar berwujud kontainer yang terbuat dari aluminium berwarna kuning karat. Ia hanya...

Terkini

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Merayakan Hari Teater Dunia Di Tengah Corona

Portal Teater - Keprihatinan yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh rekan teater Indonesia yang sejak Februari 2020 harus membatalkan atau mengundurkan waktu pertunjukkan. Hal itu...

Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Portal Teater - Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut...

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...