September 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Manusia September 2021

Usia matahari menipis menuju kematian, yang sisanya

BNews – NASIONAL– Dipercaya secara luas bahwa matahari saat ini berusia sekitar 4,6 miliar tahun. Itu diukur dengan usia benda-benda lain di tata surya yang terbentuk pada waktu yang sama.

Berdasarkan pengamatan bintang lain, para astronom memperkirakan bahwa Matahari akan mati dalam waktu sekitar 10 miliar tahun.

Tentu ada prosesnya dan tidak bisa mati mendadak. Dalam waktu sekitar 5 miliar tahun, matahari pertama kali akan menjadi raksasa merah. Pusat bintang akan menyusut, tetapi lapisan luarnya akan meluas ke orbit Mars sehingga akan menenggelamkan planet Bumi – yaitu jika Bumi masih ada.

Padahal, usia manusia baru sekitar 1 miliar tahun. Ini karena matahari meningkatkan kecerahannya sebesar 10% setiap miliar tahun. Peningkatan kecerahan ini akan mengakhiri kehidupan di bumi. Lautan menguap dan air permukaannya menjadi terlalu panas untuk terbentuk.

Juga, 2018 menemukan takdir akhir matahari menggunakan pemodelan komputer. Seperti 90% bintang lainnya, Matahari kita sering menyusut dari raksasa merah menjadi katai putih dan kemudian menjadi nebula.

Ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan gas dan debu yang disebut selubungnya. Perisainya bisa mencapai setengah bintang”, jelas Albert Gijlstra, astronom dari University of Manchester di Inggris, yang merupakan salah satu penulis makalah tersebut.

Ketika matahari telah kehabisan bahan inti, itu menyebabkan amplop yang dikeluarkan bersinar terang selama sekitar 10.000 tahun. Inilah yang membuat nebula terlihat. Beberapa sangat terang sehingga dapat dilihat dari jarak yang sangat jauh dan dapat mengukur hingga sepuluh meter.

Download Aplikasi Berita Borobudur (Klik Disini)

Nebula umum di seluruh alam semesta dan banyak yang terlihat. Contoh populer termasuk Nebula Helix dan Nebula Gelembung. Namun, model 2018 menunjukkan bahwa Matahari berada di sekitar batas bawah massa untuk sebuah bintang yang dapat membentuk nebula yang terlihat jelas. Dengan kata lain, ketika mati, matahari kita tidak membentuk nebula yang bersinar seterang nebula lainnya.

“Ini hasil yang bagus. Kami sekarang memiliki cara untuk mengukur keberadaan bintang-bintang berusia miliaran tahun di galaksi yang jauh.

Terkait

READ  Tak Hanya Mata, Sering Mengoperasikan Ponsel Bisa Merusak Kulit, Begini Dampak Buruknya!