Usung Tema “SoulSphere of Jakarta”, NYD Pentaskan Konsep Tari yang Tidak Biasa

Portal Teater – Namarina Youth Dance (NYD), sebuah perusahaan tari semi-professional Indonesia, menampilkan pertunjukan tari yang menggetarkan penonton pada akhir pekan lalu di Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah) Jakarta.

Dibawakan penari-penari muda berbakatnya, NYD menghadirkan pementasan dengan konsep yang unik, berbeda dari pementasan-pementasan rutinnya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Head of Production Irina Putri Sudarsoo mengatakan, sejak didirikan tahun 2006, NYD senantiasa bereksplorasi dengan model-model pertunjukan tari yang baru di setiap pementasannya.

Kali ini, NYD mengusung tema “NYD at the Museum: SoulSphere of Jakarta”. Tema ini ingin berbicara mengenai sikap masyarakat yang tinggal di Jakarta, dulu, kini, serta harapannya nanti.

“Kita berguru pada pelajaran dari masa lalu, untuk mengatasi hambatan masa kini. Kita membangun masa depan kita dari harapan dan impian. Tetapi ketika itu datang, apakah kita siap?” katanya.

Menurut Irina, pementasan ini penting untuk mengenali budaya dan perilaku yang tumbuh dan berkembang, yang terbentuk seiring berjalannya waktu. Apalagi didukung pula oleh fungsi bangunan bersejarah yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan pementasan kali ini, yaitu Museum Nasional Indonesia.

Karya yang ditampilkan, kata Irina, merupakan hasil kolaborasi antara dua koreografer muda Namarina, yaitu Andhini Rosawiranti dan Irninta Dwitika.

Selain itu, dengan dukungan dekorasi, instalasi serta tata cahaya yang tentu semakin memperkuat atmosfir kesenian kepada para penonton, sehingga benar-benar menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan.

Pertunjukan tari ini sendiri terjadi pada Sabtu dan Minggu (3 & 4 Agustus) pada pukul 19.00-20.30 WIB. Hadir sebagai Artistic Director, Maya Tamara.

Para penari muda berbakat Namarina Youth Dance beraksi menunjukkan kelasnya sebagai penari profesional di Museum Nasional Indonesia Jakarta.
Para penari muda berbakat Namarina Youth Dance beraksi menunjukkan kelasnya sebagai penari profesional di Museum Nasional Indonesia Jakarta.

Tentang Namarina

NAMARINA adalah sebuah institusi pendidikan non-formal pertama di Indonesia yang bergerak di bidang seni tari ballet, jazz dan kebugaran (fitness). Didirikan pada tahun 1956 oleh Almh. Nanny Lubis yang kemudian diteruskan oleh Maya Tamara, yang sekarang menjabat sebagai Principal/Artistic Director NAMARINA.

Di bidang ballet, NAMARINA berafiliasi dengan The Royal Academy of Dance (RAD) sejak tahun 1975. RAD adalah sebuah institusi pendidikan tari terkemuka di Inggris.

Di samping itu, NAMARINA juga mengadakan ujian lokal di bidang ballet dan jazz, dan saat ini juga sedang mempersiapkan kurikulum berbasis kompetensi tingkat nasional bidang tari tersebut.

Dalam perjalanannya, NAMARINA terus berkembang hingga memiliki ribuan anggota yang tersebar dalam 9 studio di Jakarta, yaitu: Jl. Halimun, Guntur (sebagai Studio Pusat), Kebayoran Baru, Tebet, Bintaro, Grogol, Cengkareng, Pondok Indah, Duren Sawit dan Pantai Indah Kapuk.

Para penari NYD melakukan sirkulasi gerakan pada malam pertunjukan tari bertemakan "NYD at Museum: SoulSphere of Jakarta di Museum Nasional Indonesia Jakarta.
Para penari NYD melakukan sirkulasi gerakan pada malam pertunjukan tari bertemakan “NYD at Museum: SoulSphere of Jakarta di Museum Nasional Indonesia Jakarta.

Namarina Youth Dance

Namarina Youth Dance (NYD) adalah sebuah semi-professional dance company yang diirikan pada tahun 2006, tepat pada saat NAMARINA memperingati hari jadinya yang ke-50 tahun.

Dengan beranggotakan penari-penari muda berbakat Indonesia, NYD mempunyai sebuah cita-cita yang mulia: mewujudkan profesi penari menjadi salah satu profesi yang setara dengan profesi lainnya di masyarakat.

Sambil mengemban misi tersebut, NYD berpartisipasi dalam membangun dunia tari Indonesia yang sehat, kreatif dan berkarakter, serta berharap suatu saat nanti dapat menjadi officially Indonesia Dance Company, dengan akar balet klasik yang bersinergi dengan tradisi dan kebudayaan Indonesia.

*Daniel Deha

Baca Juga

Ini Delapan Pameran Seni Rupa Terbesar Tahun 2020

Portal Teater - Di negara manapun, pameran seni rupa tidak hanya dapat mengubah reputasi seniman dan karyanya, tapi juga kehidupan dan imajinasi publik yang menyerap...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Bamsoet Ajak Milenial Nonton “Panembahan Reso” Mahakarya Rendra

Portal Teater - Masterpiece dramawan WS Rendra, "Panembahan Reso", akan dipentaskan ulang oleh kolaborasi GenPI.Co, JPNN.Com, Ken Zuraida, dan BWCF Society. Lakon yang menjadi buah...

Terkini

TEKO UI akan Pentas Teater Musikal Skala Besar di GKJ

Portal Teater - Teater Psikologi Universitas Indonesia (TEKO UI) akan mempersembahkan pentas teater musikal dengan skala besar selama dua hari, pada 13-14 Februari 2020...

“Anak Garuda”, Sebuah Inspirasi Merawat Mimpi

Portal Teater - "Anak Garuda", sebuh film yang diproduksi Butterfly Pictures telah resmi tayang perdana di seluruh bioskop di tanah air pada Kamis (16/1)...

Pematung Dolorosa Sinaga Jadi Direktur Artistik Jakarta Biennale 2020

Portal Teater - Pameran seni kontemporer Jakarta Biennale kembali menyapa warga kota Jakarta tahun ini. Diadakan tiap dua tahun sekali untuk "membaca" identitas kota...

“Senjakala” Kritik Seni di Era Digital

Portal Teater - Komite Seni Rupa Dewan Kesenian (DKJ) telah sukses menggelar pameran "Mengingat-ingat Sanento Yuliman (1941-1992)" di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki,...

Mengomentari Sanento Yuliman Hari Ini

Portal Teater - Saya bukan seorang seniman, tetapi sangat menikmati tulisan-tulisan Sanento Yuliman. Dia menulis untuk dipahami orang seperti sebuah tanggung jawab. Dia tidak...