Viral! Pisang Karya Maurizio Cattelan di Art Basel Miami Dibandrol Rp1.7 Miliar

Portal Teater – Karya instalasi seniman eksentrik Italia Maurizio Cattelan berupa pisang yang dipamerkan oleh Galeri Perrotin pada Art Basel di Miami, Amerika Serikat, viral di jagat maya. Karya satiristik itu dibandrol seharga US$120.000 atau setara Rp1.7 miliar.

Dalam pameran tersebut, pisang karya Cattelan dilakban lalu ditempelkan pada sebuah dinding pameran. Pisang itu diketahui diperoleh dari toko makanan di Miami.

Art Basel sendiri merupakan festival internasional besar yang menarik perhatian selebritas dan tokoh seni dunia untuk mencari karya baru yang inovatif.

Adapun festival ini diadakan di tiga kota berbeda tiap tahunnya, yakni Basel di Swiss; Miami Beach, Florida; dan Hong Kong, China. Tahun ini, festival seni akbar ini diadakan sepanjang 5-8 Desember.

Pameran Art Basel Miami, Amerika Serikat 2019, 5-8 Desember. -Dok. miaminewtimes.com
Pameran Art Basel Miami, Amerika Serikat 2019, 5-8 Desember. -Dok. miaminewtimes.com

Para pengunjung yang datang tidak hanya berswafoto di depan karya itu, tapi juga kemudian membeli karya yang bertajuk “Komedian” itu.

Diketahui, ada tiga karya seni pisang yang dipamerkan dalam festival seni itu. Dua yang pertama dibeli ada hari pembukaan oleh perempuan Prancis.

Yang lain seorang pria Prancis membeli edisi kedua. Cattelan menaksir hingga US$150.000 atau Rp 2,2 miliar untuk edisi ketiga.

Namun sebelum sempat diantarkan kepada pihak pembeli, seniman asal New York David Datuna mencabut pisang dari dinding, mengupasnya, dan melahapnya.

“Pertunjukan seni oleh saya. Saya cinta karya seni Maurizio Cattelan dan saya benar-benar suka instalasi ini. Sangat lezat,” tulis Datuna pada akun Instagramnya, Sabtu (7/12).

Aksi Datuna sedikit menimbulkan amarah seorang staf galeri. Namun kemudian pisang itu kemudian diganti untuk diberikan kepada pembelinya.

Para pengunjung berswafoto di depan karya instalasi pisang karya Maurizio Cattelan. -Dok. nytimes.com
Para pengunjung berswafoto di depan karya instalasi pisang Maurizio Cattelan. -Dok. nytimes.com

Diketahui, instalasi pisang itu memiliki sertifikat keaslian, sehingga pemiliknya bisa mengganti pisang yang ditampilkan apabila rusak atau busuk.

Lantas, aparat kepolisian pun melakukan penjagaan terhadap karya yang lucu dan unik itu agar tidak ada lagi pengunjung yang kemudian mengambilnya semena-mena, meski itu merupakan sebuah ide karya yang layak dinikmati publik.

Manajemen Galeri Perroti mengatakan, instalasi tersebut merupakan kontribusi pertama Cattelan ke pameran seni dalam 15 tahun.

Sebelum penjualan, pendiri Galeri Perrotin, Emmanuel Perrotin mengungkapkan, pisang merupakan simbol perdagangan global, tujuan ganda, serta perangkat klasik untuk humor.

Seniman mengubah benda-benda duniawi menjadi wahana dari rasa senang dan kritik.

Hal yang menjadi perhatian bagi calon pembeli, yakni tidak ada instruksi yang jelas tentang apa yang harus dilakukan jika pisang tersebut mulai membusuk.

Menurut manajemen Galeri Perrotin, Cattelan pertama kali memunculkan ide pisang dilakban itu sejak setahun yang lalu.

Karya instalasi itu terinspirasi dari kebiasaannya yang kerap membawa pisang dan menggantungkannya di kamar hotelnya untuk mencari inspirasi.

Maurizio Cattelan. -Dok. independent.co.uk
Maurizio Cattelan. -Dok. independent.co.uk

Satire Gelap

Karya-karya Cattelan memang terkenal penuh dengan humor gelap dan sindiran yang menunjukkan ekspresi kegelisahan laki-laki berusia 59 tahun itu terhadap budaya populer.

Pada September lalu, Cattelan memamerkan karya instalaasi berupa toilet berjudul “Amerika”, dan membiarkan para pengunjung untuk memakainya.

Karya seni toilet yang terbuat dari emas murni 18 karat itu dibandrol seharga Rp84,156 miliar. Lantas karya itu dicuri dari pameran seni di Istana Blenheim, Inggris.

 Seorang pengunjung memakai karya instalasi Maurizio Cattelan berupa toilet berlapis emas. -Dok. afrendopini.com

Seorang pengunjung memakai karya instalasi Maurizio Cattelan berupa toilet berlapis emas. -Dok. afrendopini.com

Melansir catatan Tempo, Cattelan memang sangat spesifik ketika memilih buah yang tepat untuk karyanya. Ia juga dengan hati-hati mempertimbangkan di mana pisang akan ditempatkan di dinding.

Lewat “Komedian” Cattelan ingin menjadikannya objek pembelajaran dalam ekses dunia seni, absurditas pasar seni, dan ketidaksetaraan kekayaan yang sekarang menentukan ekonomi global.

Karena pada kenyataannya, hampir semua kritik yang kita lakukan pada batang pisang: malas, sinis, dan bahkan tidak orisinal.

Kita  ingat, 10 tahun lalu, seniman Adriana Lara menunjukkan kulit pisang di tanah sebagai karya seni. Seniman lainnya, Darren Bader pun telah memajang buah-buahan dan sayuran segar di atas tiang alas.

Namun jauh sebelumnya, sekitar 20 tahun silam, Cattelan menempelkan pedagang seni Italia Massimo De Carlo ke dinding galeri seninya. Ide tersebut dipakainya lagi dengan simbol yang baru: pisang.

Rupanya seniman berjuluk ‘joker’ atau ‘seniman sok pintar’ ini cerdas menangkap apa yang menjadi trend di negara-negara Eropa. Di mana banyak orang kaya lebih suka membeli karya-karya yang konyol, daripada sekedar bepergian atau berinvestasi.

Barangkali orang akan melihat pajangan pisang di galeri Perrotin sebagai karikatur dari hiruk pikuk manusia; sebuah humor gelap yang menukik ke kondisi kemanusiaan kita saat ini.

Sumber: kompas.com, tempo.co

Baca Juga

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...

Italia Terpuruk Karena Corona, Ini Alasannya!

Portal Teater - Sekelebat Italia berubah menjadi negara paling terpukul oleh virus corona sejak pertama kali ditemukan di Provinsi Hubei, China, Desember 2019 lalu. Saat...

Terkini

Linimasa Kasus Corona Indonesia Selama Maret 2020

Portal Teater - Sebulan penuh Indonesia telah bergumul dengan ancaman virus Corona (Covid-19). Sejak pertama teridentifikasi melalui dua pasien Corona di Depok, Jawa Barat,...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Kemendikbud Fasilitasi Pertunjukan dan Kelas Seni Daring

Portal Teater - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggagas penyajian aneka pertunjukan dan kelas seni dengan memanfaatkan media daring atau online. Hal itu bertujuan...

ATAP Manfaatkan Media Daring Gelar Parade Monolog

Portal Teater - Kreativitas senantiasa mengalir tanpa muara. Kalaupun ada, maka itu adalah awal bagi gagasan baru untuk terus berproses kreatif. Dalam situasi krisis...

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...