Warga Diaspora Indonesia Siap Bantu Pekerja Terdampak Corona

Portal Teater – Merajut semangat gotong royong, warga Indonesia diaspora di luar negeri menyatakan siap membantu warganegara Indonesia yang terdampak keras oleh pandemi corona.

Dino Patti Djalal, inisiator gerakan “One Family to One Family Diaspora Peduli” mengatakan di Graha BNPB Jakarta, bahwa sekitar 6-8 juta warga diaspora akan membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan selama krisis corona.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (2010-2013) itu menjelaskan, lewat gerakan ini, setiap keluarga diaspora akan membantu satu keluarga terdampak di Indonesia, terutama mereka yang di-PHK-kan atau dirumahkan.

Di mana warga diaspora siap membantu US$50 dolar AS (setara Rp780 ribu) kepada tiap keluarga, kata juru bicara kepresidenan Indonesia periode 2004-2010 itu.

Target penerima program “Diaspora Peduli” ini di atas 5000 orang. Dana tersebut, menurut Dino, langsung ditransfer ke rekening pribadi masing-masing keluarga penerima.

Ia mengungkapkan, sepanjang perjalanannya sebagai diplomat sejak 2012 lalu, gerakan ini boleh dikatakan merupakan sebuah inisiatif yang sama sekali baru. Hal itu tentu didorong oleh kecintaan dan jiwa gotong royong untuk membantu sesama yang terpukul.

“Sejak gerakan diaspora dimulai pada 2012, sejak saat itu maka inilah di mana aset diaspora sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis di Indonesia,” katanya, Senin (18/5).

Artis Cinta Laura adalah salah satu warga diaspora yang turut terlibat dalam gerakan Diaspora Peduli. Dalam sebuah petikan telekonferensi ia mengaku senang terlibat dalam gerakan untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak corona. -Dok. lifepal.co.id.
Artis Cinta Laura adalah salah satu warga diaspora yang turut terlibat dalam gerakan Diaspora Peduli. Dalam sebuah petikan telekonferensi di Graha BNPB, ia mengaku senang terlibat dalam gerakan untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak corona. -Dok. lifepal.co.id.

Kerjasama dengan Kemenaker dan BNI

Dalam penyalurannya, warga diaspora bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja dan menggandeng Bank BNI untuk lalu-lintas donasi agar semua donasi tercatat secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, calon penerima donasi sudah diverifikasi Kemnaker berdasarkan data dari berbagai perusahaan di Indonesia.

Tata-cara donasi dan profil calon penerima tersedia melalui infografis yang dapat dilihat melalui mobile apps Diaspora Peduli dan melalui website di www.diasporapeduli.id.

Dalam situs ini, masyarakat diaspora dapat melihat langsung profil calon penerima dan bebas menentukan siapa penerima donasi.

“Keluarga diaspora dapat melihat langsung dan memilih langsung keluarga yang akan dibantunya, yang terkena PHK,” jelas Dino.

Selanjutnya, di antara pemberi donasi dan masyarakat penerima dapat saling berinteraksi one on one, sehingga dimungkinkan terjadi transfer ilmu, pengalaman, pelatihan, dan harapan.

Menteri tenaga Kerja Ida Fauziyah. -Dok. Tribun.
Menteri tenaga Kerja Ida Fauziyah. -Dok. Tribun.

1,7 Juta Kehilangan Pekerjaan

Menurut data Kemnaker, terdapat 1,7 juta pekerja yang di-PHK dan dirumahkan lantaran pandemi Covid-19, baik dari sektor formal maupun informal.

Menteri Ida Fauziyah dalam kesempatan yang sama menyampaikan kebanggaannya terhadap upaya warga diaspora yang telah membantu para pekerja di tanah air meski sebenarnya mereka juga turut merasakan dampak dari pandemi ini.

“Sungguh saya sangat bangga dan terharu, karena sesungguhnya para diaspora juga ikut terpapar dampak pandemi ini, namun mereka menunjukkan rasa kepeduliannya dan kecintaannya kepada negeri ini,” ungkapnya di Graha BNPB Jakarta.

Untuk selanjutnya, masyarakat diaspora dari kalangan, seperti artis, pengusaha, pegawai, penyanyi dan usahawan dari seluruh dunia akan berpartisipasi dan sangat menekankan akuntabilitas.

Dalam waktu dekat ini, seluruh kegiatan Dispora Peduli akan dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo.*

Baca Juga

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Membaca “Ditunggu Dogot”: Berkhidmat dan Mengakrabi Penonton

Portal Teater - Dua aktor kawakan, Slamet Rahardjo dan Nano Riantiarno, membacakan naskah “Ditunggu Dogot” ditemani penulis naskah Sapardi Djoko Damono dan Yola Yulfianti (sutradara). Pembacaan...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...