Juli 4, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Amerika Serikat sedang mencoba untuk mengecilkan perannya dalam tenggelamnya kapal perang Rusia

TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) berusaha meremehkan peran intelijennya dalam tenggelamnya kapal penjelajah RusiaMoskow, Jumat (6/5/2022).

Insiden di mana kapal perang dihancurkan dikenal sebagai peristiwa yang memalukan Rusia Sejak diserang Ukraina.

Dilaporkan Berita APSebelumnya, seorang pejabat AS mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut telah ditugaskan ke Ukraina.

Sehari kemudian, Gedung Putih dan Pentagon menggambarkan peran terbatas dalam serangan bulan lalu dan mengatakan Ukraina akan membuat keputusan sendiri.

Foto file ini, diambil pada 31 Juli 2011, menunjukkan kapal peluru kendali Moskow berpartisipasi dalam parade Hari Angkatan Laut Rusia di dekat pangkalan angkatan laut di Sevastopol. Pada 14 April 2022, media pemerintah Rusia melaporkan bahwa Masjid kapal perang Rusia di Laut Hitam “rusak parah” oleh alat peledak. (AFP)

Baca selengkapnya: Peringatan keras ke Barat, Putin terbang pada Hari Kiamat pada Hari Kemenangan 9 Mei

Baca selengkapnya: UPDATE Serangan Rusia ke Ukraina pada tanggal 73, banyak peristiwa

Inisiatif ini mencerminkan tindakan bijaksana Presiden Joe Biden dalam menghadapi peningkatan bantuan kemanusiaan Ukraina Pada saat yang sama berusaha untuk tidak menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik langsung Rusia.

Kami tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang motif Ukraina Untuk membidik kapal itu,” kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki.

“Ukraina memiliki kemampuan intelijennya sendiri untuk memantau dan menargetkan kapal angkatan laut RusiaSeperti yang mereka lakukan dalam kasus ini.”

Pemerintah Biden telah memberikan $3,4 miliar bantuan militer dan pasukan terlatih Ukraina Untuk menggunakan howitzer, drone, dan perangkat keras lainnya dalam persiapan untuk pertempuran di Donbass, Ukraina Timur.

Gedung Putih pada Jumat (6/5/2022) mengumumkan bantuan tambahan senilai $150 juta, termasuk peluru artileri, sistem radar yang mampu mendeteksi peluru artileri, dan peralatan lainnya.

Ketika ditanya tentang intelijen AS di Moskow, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan: Ukraina Menerima intelijen “relevan dan tepat waktu” dari Amerika Serikat.