Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Amerika Serikat dan Eropa menjadi kawasan yang paling terpukul.

Portal Teater – Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut efektif ditetapkan mulai Sabtu, 28 Maret 2020.

Melansir Politico, Kamis (26/3), pembatasan berlaku bagi orang asing yang memegang visa atau izin tinggal, serta mereka yang memegang Kartu Perjalanan Bisnis APEC.

“Penangguhan itu adalah tindakan sementara bahwa China terpaksa mempertimbangkan situasi wabah dan praktik-praktik negara lain,” kata Kementerian Luar Negeri China.

Kemenlu China mengatakan, larangan itu tidak akan mempengaruhi wisatawan atau orang asing yang memiliki hubungan diplomatik, layanan, atau visa C.

Karena itu, bagi warga negara asing yang melakukan kegiatan ekonomi, perdagangan, ilmiah atau teknologi yang diperlukan atau keluar dari kebutuhan kemanusiaan darurat dapat mengajukan permohonan visa di kedutaan atau konsulat China.

Pada 24 Maret lalu, otoritas China mengumumkan bahwa penutupan akan dilakukan terhadap lebih dari 50 juta orang di Provinsi Hubei tengah di mana corona pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Provinsi Hubei memerintahkan penutupan pada Januari tetapi secara bertahap melonggarkan peraturan dan mengizinkan orang untuk pindah ke dalam Hubei dan kembali bekerja.

Orang-orang yang ingin melakukan perjalanan masuk atau keluar dari Hubei atau Wuhan akan dapat selama mereka memiliki kode kesehatan “hijau” yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Sejak Januari, China meningkatkan langkah-langkah untuk menangani kasus-kasus dari luar negeri. Kota Beijing dan daerah lain memaksa kedatangan internasional untuk masuk ke karantina selama 14 hari, terutama orang-orang dari wilayah pandemi.

Kementerian penerbangan sipil juga membatasi jumlah penumpang pada penerbangan internasional. Langkah ini meniru larangan bepergian yang diberlakukan banyak negara lain, dan ditentang China ketika mayoritas kasus global berada di dalam perbatasannya.

Kasus terkonfirmasi virus corona di China. -Dok. Bloomberg.
Kasus terkonfirmasi virus corona di China. -Dok. Bloomberg.

 

China Melambat, AS dan Eropa Meluas

China sebagai episentrum virus mematikan ini telah menderita 81.285 kasus, dengan 3.287 orang diantaranya meninggal dan 74.051 sembuh.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, semua kasus baru viru corona yang terjadi di daratan China semuanya diimpor dari luar negeri. Tambahan 58 kasus baru pada Rabu (25/3) pun diduga semuanya juga dari luar negeri.

Di tengah penutupan akses terhadap orang asing di negara itu, wabah corona di China dilaporkan telah melambat. Hal itu tampak dari penemuan kasus baru corona yang stagnan jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Amerika dan Eropa.

Namun upaya global untuk menahan laju penyebaran virus ini sepenuhnya gagal karena virus ini terbukti sulit terdeteksi karena banyak pasien yang mengalami gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali.

Sementara negara-negara di seluruh dunia mengambil langkah drastis untuk menghentikan penyebaran virus dengan berdiam di rumah atau lockdown, setelah banyak kasus yang dilaporkan diimpor dari tempat lain.

Australia dan Selandia Baru pada 19 Maret lalu mengumumkan pemblokiran semua orang asing untuk masuk, terlepas dari mana mereka berada, sementara warga negara dan penduduk yang kembali dari luar negeri harus menjalani karantina selam 14 hari.

Eropa sebagai pusat pandemi baru melakukan pembatasan perjalanan yang dapat mengancam kebebasan bergerak dan perdagangan di Uni Eropa.

Kini, Amerika Serikat menjadi negara endemik baru corona dengan jumlah kasus mencapai 83.672 kasus, dengan 1.209 orang meninggal dan 1.864 sembuh. Kemudian diikuti oleh Italia, Spanyol, Jerman, Prancis, Swiss, dan masih banyak lainnya.

Otoritas AS telah mengeluarkan pengumuman untuk membatasi ruang gerak penduduknya, bahkan melarang warganya yang menetap di China untuk kembali.

Statistik perkembangan kasus virus corona di dunia sejak Januari-Maret 2020. -Dok. Bloomberg.
Statistik perkembangan kasus virus corona di dunia sejak Januari-Maret 2020. -Dok. Bloomberg.

 

Dunia Terpukul

Bloomberg, Jumat (27/3), melaporkan, lebih dari 50 pemerintah telah menempatkan larangan total pada wisatawan yang datang, dan lebih dari 80 lainnya melarang perjalanan dari negara-negara tertentu yang dianggap sebagai hotspot virus.

Pembatasan global dan kekhawatiran akan virus ini telah menghantam industri maskapai penerbangan dunia, dengan banyak menangguhkan beberapa rute dan ribuan karyawan diberhentikan atau ditempatkan dengan cuti yang tidak dibayar.

Tidak hanya di sektor industri penerbangan, sektor lainnya seperti perdagangan, seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi terganggu oleh ancaman virus ini.

Sejumlah negara melumerkan peraturan sembari menekankan sistem pengawasan baru demi menekan penyebaran virus.

Sistem dan sumber daya perawatan dikerahkan untuk mencegah jangan virus ini meluas. Meski tenaga kesehatan sering menjadi ‘korban’ baru dari sistem kesehatan yang tidak seimbang di berbagai negara.

Masih banyak yang tidak diketahui tentang virus ini, tetapi sekitar 2% pasien China dengan kasus yang dikonfirmasi telah meninggal. Beberapa peneliti memperkirakan tingkat kematian akan mendekati 1% setelah semua kasus dihitung.

Model virus corona (Covid-19). -Dok. ayoemarang.com.
Model virus corona (Covid-19). -Dok. ayoemarang.com.

Lebih Mematikan

Virus ini tampaknya lebih mematikan daripada influenza musiman, seperti yang dialami di Italia, tetapi jauh lebih mematikan daripada SARS, MERS atau Ebola.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar dari kasus tersebut berumur beberapa hari atau minggu. Metodologi telah direvisi beberapa kali sejak itu.

Ketika semua mata tertuju kepada China sejak pertama kali ditemukan, dunia berpikir mungkin ekonomi negara itu akan ambruk, setelah perang dagang dengan AS tak seperti pernah menemukan simpul kesepatakan di meja runding.

Namun siapa sangka, wabah ini telah keluar dari China, mungkin oleh sebagian pejalan internasional, ke seluruh dunia. Dan kini dunia sedang mencoba untuk mencegahnya.

Sistem dan peralatan kesehatan yang tidak sama di antara negara-negara, lebih karena kesenjangan ekonomi, membuat beberapa negara harus mengimpor masker wajah, pembersih tangan, dan persediaan pembersih serta alat tes cepat.

Risiko terburuk pasti akan dihadapi negara-negara, termasuk Indonesia. Di tengah kelambanan pemerintah menyikapi kasus ini, lebih karena cenderung berpikir tradisional dan religius, kini penduduk di 27 provinsi telah terpapar corona.

Kepala-kepala daerah bahkan telah melakukan pembatasan akses penerbangan dan pelabuhan laut, meski ditentang oleh pemerintah pusat karena melanggar aturan.

Cara berpikir logis dan bekerja cerdas tentu ditunjukan oleh para kepala daerah ini karena mereka tahu bahwa virus ini akan cepat menyebar melalui orang-orang yang melakukan perjalanan dari kawasan endemik corona.*

Baca Juga

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...

Membaca “Ditunggu Dogot”: Berkhidmat dan Mengakrabi Penonton

Portal Teater - Dua aktor kawakan, Slamet Rahardjo dan Nano Riantiarno, membacakan naskah “Ditunggu Dogot” ditemani penulis naskah Sapardi Djoko Damono dan Yola Yulfianti (sutradara). Pembacaan...

Teater di Ruang Digital

Portal Teater - Bencana bukan alam sedang menghinggapi sebagian besar negara di dunia dan Indonesia termasuk kebagian. Wabah yang disebut Covid-19 sedang bergentayangan dan belum...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...