Komite Sastra DKJ Adakan 3 Sayembara Sastra Di Tahun 2019

Portal Teater – Tahun ini, Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengadakan tiga sayembara sastra untuk kategori penulisan cerita anak, novel dan kritik sastra. Sayembara ini telah dibuka sejak bulan Juni lalu. Jadi, bagi penulis kreatif yang ingin berkompetisi dalam ajang ini, setidaknya masih ada waktu sebulan ke depan sebelum resmi ditutup pada 3 September 2019.

Para pemenang sayembara akan diumumkan pada Malam Anugerah Sayembara Sastra DKJ 2019 di Taman Ismail Marzuki pada 4 Desember 2019 mendatang.

Adapun total hadiah yang akan didapatkan pemenang sayembara cerita anak adalah Rp45.000.000,00, dengan rincian sebagai berikut: Pemenang I: Rp20.000.000,00; Pemenang II: Rp15.000.000,00; dan Pemenang III: Rp10.000.000,00.

Sementara untuk sayembara novel, para pemenang akan mendapat total hadiah sebesar Rp75.000.000,00 dengan rincian sebagai berikut: Pemenang I: Rp30.000.000,00; Pemenang II: Rp20.000.000,00; Pemenang III: Rp15.000.000,00; dan Pemenang IV: Rp10.000.000,00.

Untuk kritik sastra pada pemenangnya mendapatkan total hadiah dari penyelenggara sebesar Rp50.000.000,00, dengan rincian sebagai berikut: Juara I: Rp20.0000.000,00; Juara II: Rp15.000.000,00; Juara III: Rp10.000.000,00; dan Tiga Besar: Rp5.000.000,00

Dalam kegiatan sayembara cerita anak, yang merupakan program perdananya, Komite Sastra berniat untuk menjaring penulisan tentang anak yang nanti dapat menjadi bacaan anak yang bermutu.

Kita tahu bahwa bacaan asyik bagi anak bukan saja sebatas enak dibaca dan dinikmati anak-anak, tetapi juga dapat disimak orang dewasa. Ada beberapa bacaan anak bermutu yang terkenal, misalnya buku “Si Doel Anak Jakarta” oleh Aman Datuk Madjoindo, “Jago-Jago Kecil” oleh Ahmad Bakri, “The Adventures Huckleberry Finn dan Tom Sawyer” oleh Mark Twain, serta “Oliver Twist” oleh Charles Dickens.

Kemudian dalam sayembara kritik sastra, Komite Sastra akan menjaring karya-karya yang dapat mengantar pembaca untuk menjumpai karya sastra bermutu.

Berbeda dengan kedua sayembara lainnya, sayembara novel ini telah berumur 45 tahun, sehingga tidak dapat disangkal lagi bahwa sayembara ini telah ikut menginisiasi sejumlah kebaruan dalam penulisan sastra di Indonesia, yang meliputi bentuk dan tema, termasuk juga memperlihatkan keterampilan berbahasa dan beragamnya pemikiran dari zaman ke zaman.

Selain itu, Komite Sastra juga berniat menjadikan sayembara ini sebagai wadah untuk mendukung kelahiran para penulis dari generasi ke generasi, yang sebagian dari mereka menjadi nama penting di jagat kesusastraan tanah air.

Untuk keterangan selengkapnya dapat diakses pada tautan ini:

*Daniel Deha

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...