“Konser Seni” Kembali Gairahkan Aktivitas Kesenian di Bengkulu

Portal Teater – Aktivitas kesenian di Provinsi Bengkulu kembali bergairah. Akhir pekan lalu, ratusan seniman dari berbagai kota dan daerah di Bengkulu menggelar pentas kesenian bertajuk “Konser Seni Awal Tahun 2020” di Teater Arena Taman Budaya Bengkulu.

Para seniman datang dari berbagai disiplin seni, antara lain seni teater, seni rupa, seni sastra, musik, dan tari. Sementara penonton pun memadati ampiteater untuk menyaksikan kreativitas para pelaku seni.

Panggung yang didesain oleh penata artistik Meidy Kurniawan, dkk., pun membuat konser seni ini menarik dan meriah.

Mengutip bengkuluinteraktif.com, event ini menyuguhkan beberapa penampilan grup teater, antara lain: Teater Pakur, Klandestin, UKM Seni Unihaz, Teater Sinar UMB, Sanggar Teater Bahtra, Teater Senyawa, dan Forum Teater Sekolah.

Selain itu, ada pementasan oleh Sanggar Donga Ciknga, Team Ayok, Edy Prayekno, Nadi Hariyansyah, Sucenk Bae, Johan Azhar, Bagus Sle, Jayu Marsuis, Pablo Matao, Diana Gustina, Toto, Rosy Mardiansyah, Septi, dan Sherly, serta masih banyak lagi.

Menurut Ketua Pelaksana Suzuanto Zhuan, konser seni awal tahun ini digagas bersamaan dengan perayaan HUT ke-3 EP Creative, serentak untuk menjalin tali silahturahmi antar seniman di Bengkulu.

Dengan menggelar konser seni tersebut, mempertegas komitmen EP Creative dalam membangun ekosistem kesenian di provinsi yang terletak di barat daya Sumatra itu.

EP Creative sendiri didirikan oleh Edy Prayekno dan Muhammad Hafizh pada 11 Januari 2017 dengan kosentrasi pada produksi video lanscape yang mengangkat keindahan propinsi yang memiliki rumah adat Pusako Bubung Limo itu.

Konser seni awal tahun oleh ratusan seniman Bengkulu di Teater Arena Taman Budaya Bengkulu, Sabtu (11/1). -Dok. bengkulu.antaranews.com
Konser seni awal tahun oleh ratusan seniman Bengkulu di Teater Arena Taman Budaya Bengkulu, Sabtu (11/1). -Dok. bengkulu.antaranews.com

Ragam Pentas Seni

Mengawali konser seni, sebuah pertunjukan monolog berjudul “Minum Pagi di Kuburan” karya Dharminta oleh Forum Teater Sekolah disuguhkan untuk membuka tirai panggung.

Lakon ini disutradarai oleh Andi Saja dan diperankan Sayu Ketut W.P.

Sementara Teater Pakur yang tampil setelahnya, mementasakan lakon “Sumiati” yang diperankan Iswandi Swen Dewa, Kinar, Septi, Erika, dan Elsa.

Naskah ini ditulis dan disutradarai Iswandi Swen Dewa, menceritakan tentang penggambaran sosial masyarakat Bengkulu.

Sementara itu, beberapa penampilan berupa musikalisasi puisi, pembacaan puisi, musik, dan dramatisasi puisi pun tampil secara bergantian dan memperlihatkan kebolehannya.

Di akhir acara, Team Ayok tampil dengan menyuguhkan musik Reagge yang membuat seluruh penonton maju ke atas pentas untuk berjoget bersama.

Jadikan Teater Arena “Tempat Nongkrong” Seniman

Presiden ZK Bengkulu Nadi Hariyansyah berharap, di masa mendatang, pemerintah Bengkulu mendukung kegiatan serupa agar aktivitas kesenian di daerah tersebut terus bertumbuh.

Untuk itu, di sela-sela acara, ia meminta agar pemerintah menjadikan Teater Arena menjadi sekretariat atau “tempat nongkrong” para seniman Bengkulu.

Hal itu bermaksud untuk menyatukan gagasan dan menyamakan persepsi untuk berproses secara kreatif dalam membangun iklim kesenian yang integratif.

Sebelumnya, Kepala UPTD Taman Budaya Bengkulu Samsun telah mengatakan, pada dasarnya Teater Arena didirikan untuk kegiatan dan proses kreatif para seniman.

“Kita sangat mendukung kegiatan tersebut, dan kegiatan seni itu merupakan inisiatif dari para seniman Bengkulu dalam menghidupkan seni dan budaya kita di daerah,” katanya, mengutip radarbengkuluonline.com.*

Sumber utama: bengkuluinteraktif.com

Baca Juga

Data dan Dana Untuk Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Indonesia membuka jalur pendataan bagi pekerja seni yang secara ekonomi terdampak virus Corona. Pendataan telah dibuka sejak akhir pekan lalu,...

Industri Seni Indonesia Menderita

Portal Teater - Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19), industri seni Indonesia ikut menderita. Jika beberapa negara terpapar corona sudah menggelontorkan dana untuk menopang...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Terkini

Data dan Dana Untuk Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Indonesia membuka jalur pendataan bagi pekerja seni yang secara ekonomi terdampak virus Corona. Pendataan telah dibuka sejak akhir pekan lalu,...

Mendata Pelaku Industri Kreatif Terdampak Corona di Ibukota

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul semua lini kehidupan manusia saat ini. Wabah global ini tidak hanya menghantam sektor ekonomi, politik, atau...

Mendata Pekerja Seni Terdampak Corona

Portal Teater - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan membuka pendataan bagi pekerja dan pelaku seni di ibukota yang terdampak secara ekonomi akibat...

Teater Karantina #1: Wabah Athena, Galen dan Oedipus Kode

Portal Teater - Lukisan Michiel Sweerts, "Wabah di Kota Tua" (Plague in an Ancient City) banyak dikutip dan dipercayai mengambarkan wabah besar yang pernah...

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...