Juni 20, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Larangan perjalanan dicabut pada 4 pejabat Imarah Islam Afghanistan

Larangan perjalanan dicabut pada 4 pejabat Imarah Islam Afghanistan

Kabul (Arrahmah.id) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk sementara mencabut larangan perjalanan terhadap empat pejabat Imarah Islam Afghanistan.

PBB Komite Sanksi Dewan Keamanan membuat pengecualian bagi pejabat sementara pemerintah untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

Wakil Perdana Menteri Urusan Politik, Menteri Dalam Negeri, Direktur Jenderal Intelijen, dan Menteri Haji dan Agama termasuk di antara pejabat Imarah Islam yang mendapat pengecualian perjalanan dari Dewan Keamanan PBB, katanya. Berita Tolo (7/6/2024).

Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB menulis: “Pada tanggal 5 Juni 2024, Komite Dewan Keamanan yang dibentuk berdasarkan resolusi 1988 (2011) menyetujui pengecualian terhadap larangan perjalanan terhadap Abdul Kabir Mohammed Jan (TAi.003) dan Abdul-Haq Wasiq (TAi. 082). ), Noor Muhammad Saqib (Thai.110), dan Sirajuddin Jalaluddin Haqqani (Thai.144) mengunjungi Mekkah, Arab Saudi. Tujuan kunjungan ini untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Sebelumnya, menanggapi kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Uni Emirat Arab, Departemen Luar Negeri AS mengatakan negara-negara harus menjalankan keanggotaan Imarah Islam melalui proses opt-out PBB.

Namun apa manfaat dari pengecualian tersebut bagi pejabat pemerintah sementara yang terkena sanksi?

“Dampak negatif sanksi ada pada pemerintah dan rakyat Afghanistan, bukan pada pejabat atau politisi,” kata Yusuf Amin Jazi, pakar urusan militer.

“Tujuan akhir dari penerapan sanksi ekonomi terhadap anggota pemerintahan sementara adalah untuk melaksanakan kepentingan politik strategis dalam pemerintahan. Saya berharap pemerintah sementara akan melanjutkan dialog berdasarkan definisi terpadu tentang kepentingan nasional Afghanistan, yang telah menyebabkan Afghanistan melakukan hal yang sama. muncul dari isolasi,” kata pakar urusan militer lainnya, Mohammad Salmai Afghan Yar.

Nama-nama lebih dari 24 pejabat Imarah Islam telah masuk daftar hitam oleh PBB, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

READ  Aktifkan Passex jika KRI bertemu kapal perang asing

Meskipun Imarah Islam berulang kali meminta untuk mencabut sanksi terhadap para pejabatnya, selama dua setengah tahun terakhir, bukan saja nama-nama tersebut tidak dihapus dari daftar, namun nama-nama lain telah ditambahkan. (haninmazaya/arrahmah.id)