Lebih Menantang Mana, Main Film atau Teater?

Portal Teater – Patut diakui bahwa beberapa aktor dan aktris yang meniti karir di industri film dan kemudian menjadi terkenal muncul berkat kemampuan akting yang mereka pelajari dalam seni teater.

Beberapa yang terbilang sukses di dunia industri perfilman Indonesia bisa disebutkan, antara lain: Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Hanung Bramantyo, Happy Salma, Marsha Timothy, Atiqah Hasiholan, Chelsea Iskan, Dinda Kanya Dewi, Sita Nursanti, Marcella Zalianty, Sha Ine Febriyanti, Tara Barso, Prisia Nasution, dan Reza Rahardian, serta masih banyak lagi.

Lonjakan karir dari seorang anak teater menjadi artis film atau sinetron tentu tidak hanya bermodalkan ketampanan atau kecantikan. Tapi lebih dari itu, para aktor mesti memiliki kemampuan akting yang mumpuni dan berkarakter.

Namun, tidak jarang setelah lama bermain di film atau sinetron para artis merindukan untuk bermain lagi teater. Sebab pengalaman panggung teater memberi sentuhan yang berbeda dengan ketika mereka bermain di layar lebar.

Beberapa artis yang masih ingin kembali lagi bermain teater meski sedang kebanjiran job di film, misalnya Reza Rahardian dan Sha Ine Febriyanti. Dan yang paling senior adalah Butet Kartaredjasa dan Slamet Rahardjo.

Memang pada dasarnya ada atmosfer pembinaan dan manajemen yang berbeda dalam dua domain tersebut. Karena perbedaan itulah, mereka ingin bermain lagi teater.

Sha Ine Febriyanti yang nanti akan ikut bermain pentas “Panembahan Reso” karya W.S. Rendra pada akhir Januari 2020, misalnya, pernah mengatakan bahwa bermain teater lebih menantang.

Sebab dalam kerja teater, ada kolaborasi, disiplin dan kerjasama yang solid. Artinya, kerja teater bukanlah pekerjaan seorang diri, tapi pekerjaan bersama para anggota.

Kiky Saputri. -Dok. lifestyle.okezone.com
Kiky Saputri. -Dok. lifestyle.okezone.com

Teater Lebih Menantang

Salah satu komika sekaligus aktris yang namanya sedang hangat dibicarakan, Kiky Saputri, baru-baru ini pun mengatakan hal yang sama.

Bagi perempuan 25 tahun itu, bermain teater adalah pekerjaan yang lebih menantang, di mana secara emosi dan manajemen peran, lebih tebal dan pekat, tidak seperti ketika bermain di film atau sinetron.

“Karena teater geraknya, olah vokalnya tuh lebih kayak udah ada pakemnya sendiri gitu. Kalau sinetron sama film tuh kan lebih kepada peran sehari-hari tapi kalau teater lebih pekat aja,” ujar Kiky, melansir kompas.com, Kamis (26/12).

Testimoni yang diutarakan jebolan Stand Up Academy (SUCA) 4 ini bukanlah basa-basi, melainkan berdasarkan pengalaman berteater yang sudah digelutinya sejak kuliah, meski ia tidak menjadi aktor utama dalam pentas teater.

“Aku di panggung teater juga bukan anak teater banget. Cuma pernah kuliah waktu itu, ada mata kuliah teater tapi teaternya tiga bulan,” katanya.

Diketahui, Kiky saat ini membintangi film Imperfect bersama Reza Rahardian, Jessica Milla, dan beberapa lainnya. Film ini sudah mulai tayang pada 19 Desember 2019 lalu.

Ini bukan film pertama Kiky karena sebelumnya ia sudah pernah bermain sinetron “Masjid Yang Tak Dirindukan” (Maret 2019) bersama Reza Rahadian dan Donita.

Nama Kiky belakangan jadi sorotan lantaran ia cukup berani menyindir mantan Wakil Ketua DPR RI (2014-2019) Fadli Zon di program Pojok Rumah Rakyat TVRI.*

Baca Juga

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...