REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Senin (18/3/2024) telah menyelesaikan proses penghitungan ulang perolehan suara pemilu yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan adanya revisi ini, maka hasil pemilu luar negeri yang diselenggarakan di seluruh wilayah fungsional Komisi Pemilihan Umum Luar Negeri (BPLN) telah diakui.
Dengan adanya penghitungan ulang seluruh wilayah kerja PPLN dan KPU Provinsi DKI Jakarta, maka dapat dipastikan jumlah suara untuk memilih anggota DPR pada pemilihan kepala daerah (dapil) DKI Jakarta II. Pasalnya, daerah pemilihan DKI Jakarta II meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.
Baca: Prabowo Kalahkan Anis di Jakarta, Berikut Rincian Angkanya
Hasilnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh suara terbanyak di dapil DKI Jakarta II, yakni 483.058 suara. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan sebagainya menempati posisi tersebut. Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Jika dihitung dengan metode Sainte Lague, dengan asumsi PSI tidak melewati ambang batas parlemen, maka PKS akan memperoleh dua kursi. Namun, jika PSI lolos ambang batas parlemen empat persen dan menang, maka kursi terakhir di dapil akan menjadi milik partai pimpinan putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kesang Pangarep.
Tujuh kursi diperebutkan di daerah pemilihan DKI Jakarta II. Nama-nama caleg yang berpeluang maju ke Senayan adalah Hidayat Noor Wahid dari PKS, Aida Fauzia dari PKP, Himmatul Alia dari Partai Kerindra, Ones Mekal dari PTIP, Abraham Sridjaja dari Partai Golkar, dan Uya Guya dari Pan.
PKS atau Gurniasih memperebutkan daerah pemilihan terakhir untuk Mufidayadi Ade Armando Dari PSI. Khusus bagi Ade, tiket kemenangannya akan hilang jika perolehan PSI nasional di bawah empat persen.
TIDAK Alkisah Meckel Kalahkan dua petugas (di kantor) dari PDIP yakni Massinton Pasaripu dan Eriko Sodertuka. Suatu ketika ia memperoleh suara mayoritas di partainya dan menjadi calon anggota dewan. Dengan begitu, mantan pelantun Deva 19 itu berhak duduk di Senayan.
“Gila sosial. Pengusaha. Pengacara bacon. Kutu buku bir yang bergairah. Pelopor musik yang ramah.”
More Stories
Sambil menyapu, pengemudi Ojol dengan penuh semangat meminta untuk ikut demo atau mengembalikan jaket tersebut.
PDIP Sebut Risma-Gus Hans Putaran Kedua di Pilgub Jatim 2024, Daftar Malam Ini
Ahmad Sayku-Ilham TMP Ziarah ke Makam BJ Habibi di Kekhalifahan