Mei 7, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Mengapa KRI Nangala-402 sulit untuk didiagnosis? Mantan komandan Korps Marinir itu menjelaskan alasannya

TRIBUNNEWS.COM – Letnan Jenderal DNI Marinir (Burn) Nono Sampono, mantan Komandan Korps Marinir, menjelaskan mengapa sulit menemukan kapal selam KRI Nangala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4/2021).

Di acara itu Kompas Malam Videonya diunggah pada Jumat (23/4/2021) dan Nono mengungkapkan bahwa kapal selam tersebut sebenarnya dirancang untuk pengoperasian yang tenang.

Oleh karena itu, sulit untuk menemukan kapal selam meskipun dalam keadaan aktif.

“Kapal selam ini dirancang untuk pengoperasian yang tenang dan sulit untuk menemukannya di mana pun.

“Meski aktif, terutama dalam situasi yang kompleks, sulit ditemukan,” kata Nono.

Nono Sampono, pensiunan letnan jenderal Korps Marinir Indonesia, juga menjadi Panglima Korps Marinir 2006-2007. (YouTube / KompasTV)

Baca juga: Permintaan khusus kepada kepala desa kepada bapak kelompok KRI Nangala-402: Mohon lapor ke mesjid atau mesjid

Baca juga: Warga negara terkenal Ustas Abdul Somad akan menikah lagi | Daftar Nama Grup dan Penumpang KRI Nangala-402

Dia juga menjelaskan bagaimana kapal selam Rusia bisa mendekati Kuba tanpa sepengetahuan Amerika Serikat.

Berdasarkan hal tersebut, Nono mengatakan bahwa diamnya kapal selam bisa menguntungkan atau merugikan.

“Sebuah kapal selam Rusia, Uni Soviet sedang bergerak menuju Kuba, yang membuat Angkatan Laut AS pusing, tidak terdeteksi,” katanya.

“Yah, itu pengalaman yang menjelaskan seberapa besar itu, sementara ya itu kelemahan kapal selam.”

“Karena meski aktif, sulit ditemukan,” imbuhnya.

READ  50 seniman China memutuskan hubungan dengan Nike dengan Adidas, kritikus Val Uyghur