Juli 7, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Merekomendasikan untuk menghapus Kapolta Metro dan Phantom Jaya – FAJAR

Panktam Jaya Mayjen Dudung Abdurrahman (kiri) bersama Irjen Polda Metro Jaya Fadil Imran (kanan) memberikan keterangan kepada media, Senin (7/12) di Bolta Metro Jaya, Jakarta.

FAJAR.CO.ID – Anggota DPR Fatli Jon, Kapolda Metro, Irjen Pol Fadil Imran dan Bangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurrahman menilai citra politik sudah tercoreng.

Keduanya dianggap telah menimbulkan kecaman dan ketidakpercayaan publik. Untuk itu, Fadley Joan mengatakan akan lebih tepat jika keduanya dicopot dari jabatannya masing-masing.

“Saya setuju Kapolda Metro dan Bangdam Jaya segera mencopotnya. Keduanya mencoreng citra polisi dan DNI, sehingga menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan publik,” kata Fadli Joan di Twitter.

Kedua tokoh ini harus mentransformasi DNI dan Polly secara profesional, melindungi rakyat dan melindungi negara, kata anggota Komisi I DPR RI ini.

Fadley mengatakan hal itu menanggapi tulisan Rizal Fatila, pengamat politik dan nasional yang mempertanyakan Bangdam Jaya dan Kapolda.

Dia menilai, kesamaan Kapolda dan Phantom harus proporsional dengan aturan hukum yang memisahkan keduanya. Ini berbeda dengan era orde baru sebelumnya ketika DNI dan Polly masih satu kesatuan.

Karenanya, wajar jika publik mewaspadai kehadiran Phantom dalam jumpa pers dari kasus-kasus yang saat ini tengah ditangani polisi.

“Pemulihan citra harus dimulai dengan pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Koramil (Phantom Jaya). Pimpinan yang sudah kehilangan“ hikmah ”harus diganti. Perwira baru yang tidak dilibatkan akan lebih leluasa dalam menangani dan mencari solusi,” ujarnya.

READ  8 Potret Kia AFI Bangga Jadi Gay, Momen Valentine Buat Kaget