Maret 1, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

NASA kehilangan kontak dengan Helikopter Ingenuity di Mars

NASA kehilangan kontak dengan Helikopter Ingenuity di Mars

Technolog.id, Jakarta – NASA, badan antariksa Amerika sedang mencoba menemukan cara untuk berkomunikasi dengan helikopter Ingenuity di Mars. NASA kehilangan kontak dengan pesawat itu awal pekan ini.

Selama penerbangan ke-72 pada ketinggian sekitar 40 kaki, Ingenuity Perseverance kehilangan kontak dengan penjelajah tersebut, kata NASA. Suasana tetap tenang pada hari Kamis, dan hingga Jumat sore, NASA belum mendengar kabar dari pesawat tersebut, menurut kutipan dari Engadget.

Baca selengkapnya:
Namun YouTube dan Spotify tidak menawarkan aplikasi khusus untuk Apple Vision Pro

Kegigihan memediasi semua komunikasi ke dan dari helikopter. Kecerdasan mengirimkan informasi ke ketekunan, yang kemudian mengirimkannya ke bumi, dan sebaliknya.

Menurut NASA, helikopter kecil itu menyelesaikan pendakiannya sesuai rencana, tetapi kehilangan komunikasi dalam perjalanan pulang. “Tim intelijen sedang menganalisis data yang tersedia dan mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk membangun kembali komunikasi dengan helikopter,” kata NASA dalam pembaruan status pada hari Jumat.

Intelijen menyelesaikan penerbangan lebih awal dari yang direncanakan sebelumnya. Misi Jupiter dimaksudkan untuk “memverifikasi sistem helikopter”.

Baca selengkapnya:
Pesawat luar angkasa Peregrine mengambil foto Bumi sebelum terbakar

Intelijen telah ada di Planet Merah sejak tahun 2021. Itu datang dengan Perseverance Rover. NASA berharap helikopter eksperimental tersebut dapat menyelesaikan banyak penerbangan.

Pesawat ini terbang lebih dari 20 kali pada tahun pertama beroperasi. Badan antariksa tersebut secara resmi memperpanjang misinya hingga tahun 2022, dan telah melakukan lusinan penerbangan sukses lainnya. Intelligence adalah pesawat luar angkasa pertama yang berhasil terbang dari permukaan Mars.

READ  Alokasi Yang Dapat Diterima PPPK Panther untuk 600 Guru