Novel Terbaru Dewi Anggraeni Diluncurkan di Semarang

Portal Teater – Novel terbaru pengarang cum wartawan Dewi Anggraeni diluncurkan hari ini, Jumat (7/2) di Universitas Diponegoro, Semarang. Seperti karya sebelumnya, novel ini mengulas ragam persoalan diaspora Tionghoa Indonesia.

Rektor Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Seno Gumira Ajidarma menyebut, novel ini sangat dibutuhkan dalam ranah pembelajaran tentang sejarah dan politik indentitas yang menguak belakangan, terutama yang melanda warga diaspora Tionghoa di Indonesia.

”Novel ini ditulis dengan matang, informatif, dan juga lancar,” ujar sastrawan cum jurnalis senior itu dalam sebuah pernyataan tertulis, Kamis (6/2).

Guru besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Univeritas Indonesia Melani Budianta pun mengungkapkan, novel ini terjalin struktur rumit ibarat sebuah teka-teki silsilah keluarga tujuh generasi yang membuka jalinan sosial, politik, ekonomi dan budaya.

Menurut peneliti kawakan itu, yang tergali dari kubur adalah berbagai ‘hantu’ masa lalu, termasuk sentimen rasial, sejarah pembantaian, prasangka dan kebencian, sekaligus politik dalam praktik keseharian seperti siklus kekerasan domestik, poligami terselubung, sampai penyakit turunan.

“Menghadirkan struktur perasaan zamannya, novel ini merupakan bahan yang kaya untuk reproduksi kreatif, penelusuran ilmiah dan pembelajaran kritis tentang kebangsaan,” tuturnya.

Tahun 2017, Dewi meluncurkan novel berjudul My Pain My Country yang mengambil latar peristiwa kerusuhan Mei 1998 di Indonesia sebagai tubuh cerita.

Novel setebal 276 halaman itu menceritakan seorang wanita keturunan Tionghoa Indonesia dalam peristiwa kerusuhan menyusul jatuhnya kekuasaan Orde Baru.

Acara peluncuran novel kali ini terselenggara atas kerjasama Widya Mitra, Ein Institute, Boen Hian Tong dan Penerbit Ombak. Selain peluncuran novel, juga digelar diskusi.

Kegiatan diskusi menghadirkan narasumber Triyanto Triwikromo (sastrawan), DR.Widjayanti Dharmowijono (peneliti Imagologi) dan Rukardi Achmadi (sejarawan).

Acara peluncuran dan diskusi novel "Membongkar yang Terkubur" di Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (7/2). -Dok. Christian Saputro.
Acara peluncuran dan diskusi novel “Membongkar yang Terkubur” di Universitas Diponegoro, Semarang, Jumat (7/2). -Dok. Christian Saputro.

Menulis Banyak Buku

Dewi Anggraeni telah menulis banyak buku, baik fiksi dan nonfiksi. Banyak tulisannya yang terbit dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia, antara lain di Australia, Indonesia, Inggris, Hongkong, Malaysia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Dewi pertama kali tiba di Australia karena mendapat kesempatan untuk mengajar bahasa Indonesia dan bahasa Perancis di tahun 1970, hingga menetap sebagai warga diaspora Indonesia di ‘negeri Kanguru’ itu.

Sebelum pemberedelan Tempo pada 1994, Dewi merupakan koresponden Tempo di Australia. Sesudah itu ia bekerja untuk Forum Keadilan dan The Jakarta Post. Pada 1998 Dewi kembali menjadi kontributor Tempo yang memulai penerbitannya lagi.

Karya-karya fiksinya dalam bentuk buku antara lain: Snake, Journeys through Shadows, Neighbourhood Tales, Stories of Indian Pacific, Parallel Forces, dan The Root of All Evil.

Sementara buku-buku nonfiksinya, seperti: Mereka Bilang Aku China: Jalan Mendaki Menjadi Bagian Bangsa (versi bahasa Inggris: Breaking the Stereotype: Chinese Indonesian Women Tell Their Stories) dan Dreamseekers: Indonesian Women as Domestic Workers in Asia, dan Who Did This to Our Bali?

Kontributor tulisan: Christian Saputro

Baca Juga

Kartu Pra-Kerja untuk Karyawan PHK

Portal Teater - Pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pemberian dana bantuan sosial dari Program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran...

Goethe-Institut Gelar Tiga Acara Budaya Daring

Portal Teater - Goethe-Institut Indonesien sepenuhnya menyadari bahwa pandemi global virus Corona (Covid-19) bakal menghentikan semua acara kebudayaan selama paruh pertama tahun ini. Untuk...

Jokowi: Glenn Fredly Lebih Dari Seorang Musisi

Portal Teater - Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar duka atas berpulangnya musisi gaek Glenn Fredly pada Rabu (8/4) malam. Glenn diketahui meninggal karena penyakit...

Terkini

500 Juta Penduduk Dunia akan Jatuh Miskin Karena Corona

Portal Teater - Oxfam, sebuah organisasi nirlaba dari Inggris yang fokus pada penanggulangan bencana dan advokasi, mengatakan pada Kamis (9/4) bahwa dampak dari penyebaran...

Festival Teater Nasional 2020 Ditunda

Portal Teater - Teater Gema mengumumkan secara resmi penundaan pelaksanaan Festival Teater Nasional tahun 2020. Kabar penangguhan disampaikan melalui publikasi di akun media sosialnya,...

Jokowi: Glenn Fredly Lebih Dari Seorang Musisi

Portal Teater - Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar duka atas berpulangnya musisi gaek Glenn Fredly pada Rabu (8/4) malam. Glenn diketahui meninggal karena penyakit...

Pasien Terinfeksi Covid-19 di Indonesia Tembus 3.000 Orang

Portal Teater - Pemerintah Indonesia pada Rabu (8/4) siang merilis data perkembangan terbaru kasus virus Corona di tanah air. Seperti hari-hari sebelumnya, grafik temuan...

Solidaritas Tanpa Batas Pekerja Seni

Portal Teater - Industri seni adalah salah satu sektor yang ikut terpukul lantaran merebaknya virus Corona (Covid-19). Tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh...