Pemprov DKI Jakarta Kembali Gelar Apresiasi dan Lomba Musik Religi

Portal Teater – Indonesia memiliki nama-nama beken yang mempopulerkan musik religi. Salah satunya adalah Bimbo, grup yang terbentuk sejak 1967 dan terkenal sebagai dedengkotnya lagu-lagu Islami.

Kini ada Snada yang masih eksis dan masih aktif manggung di berbagai event. Yang terbaru Erwin Yahya dkk terlibat di album kompilasi lagu religi bersama Opick, Virgoun dan beberapa artis lainnya.

Beberapa nama lain yang kariernya tak kalah melegenda adalah Nasida Ria, grup asal Semarang yang mengusung musik kasidah modern.

Memasuki medio 2001, muncul nama Debu, grup musik yang menarik perhatian karena personelnya yang rata-rata berasal dari luar Indonesia, yaitu dari Amerika Serikat. Kini mereka menetap di Indonesia dan konsisten membawakan musik gambus dengan lirik yang menyejukkan.

Antusiasime publik seni Indonesia terhadap musik religi tidak pernah berhenti. Kehadiran musisi yang lebih muda seperti Sabyan Gambus mempertegas hal tersebut. Jumlah views video Nissa dkk telah melampaui angka ratusan juta dalam waktu singkat.

Respon Pemprov DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) pun meresponnya dengan kembali menggelar Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi tahun 2019 untuk merawat antusiasme tersebut.

Sebagai event tahunan, ajang ini bertujuan mempertemukan grup-grup musik religi terbaik se-Jakarta tingkat pelajar dan umum atau sanggar kesenian.

Menurut Kepala Seksi Kemitraan Bidang Seni Budaya Disparbud DKI Jakarta Warsiningsih, ada lima jenis musik religi yang dilombakan selama event ini, yakni Musik Hadroh, Musik Nasyid, Musik Marawis, Pop Akustik, dan Musik Qosidah.

Kelima jenis musik tersebut diperlombakan masing-masing selama lima hari berturut-turut. Artinya, tiap hari, ada satu jenis perlombaan, misanya lomba Musik Hadroh (Senin), Musik Nasyid (Selasa), dan seterusnya.

Peserta lomba Musik Qosidah ada pengecualian karena mayoritas diikuti oleh kaum ibu dari sanggar-sanggar kesenian, dengan usianya bervariasi, dari yang paling muda hingga yang mencapai 60-an tahun.

Sementara empat jenis perlombaan lain, yaitu Musik Hadroh, Musik Nasyid, Musik Marawis dan Pop Akustik, diikuti grup pelajar dan sanggar umum dengan kisaran usia 8-35 tahun.

Tahun ini event yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat wilayah ini diikuti 17 grup peserta, yang merupakan perwakilan dari enam wilayah administrasi yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

“Lomba ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Suku Dinas di enam wilayah,” katanya.

Agar Musik Religi Lebih Berkembang

Warsiningsih menuturkan, salah satu tujuan penting dari event ini adalah untuk merawat tradisi musik religi yang ada di Indonesia, khususnya di provinsi Jakarta, agar musik-musik tersebut lebih berkembang.

“Agar musik-musik ini berkembang. Karena kalau tidak dilombakan maka grup atau sanggar-sanggar musik ini tidak berkembang,” terangnya.

Dalam pentas pop akustik pada Kamis (24/10), misalnya, peserta diberi kesempatan untuk berkreasi menampilkan musik karya mereka sendiri menurut latar agama yang dianutnya.

Ia menjelaskan, seleksi di tingkat wilayah dilaksanakan sejak April hingga terakhir pada September lalu dengan tetap menyerahkan kewenangannya pada kebijakan masing-masing wilayah.

Pada mulanya, sekitar 10-an tahun lalu, perlombaan ini hanya khusus diikuti peserta berjenis musik Islam. Namun sejak tahun 2015 berubah nama menjadi musik religi, sehingga melibatkan semua peserta dari kalangan agama manapun.

Tahun ini, Disparbud DKI Jakarta bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Betawi dan Asosiasi Musik Marawis (AMM) untuk menyelenggarakan event ini.

Nama Grup Peserta

Nama-nama grup peserta Apresiasi dan Lomba Seni Nuansa Religi tahun 2019 adalah sebagai berikut:

  1. Nur Islam (Jakarta Utara)
  2. Al Batawi (Jakarta Timur)
  3. Darul Mustofa (Jakarta Timur)
  4. Raudhatul Asyiqien (Jakarta Pusat)
  5. Mikfatul Muta Alimin (Jakarta Utara)
  6. An-nasa (Jakarta Barat)
  7. Jund Aslamah (Jakarta Pusat)
  8. Al Kahfi (Jakarta Selatan)
  9. Al Mustofa (Kepulauan Seribu)
  10. Al Wadud (Jakarta Selatan)
  11. Al Muchtar (Jakarta Timur)
  12. Amc Samara (Jakarta Utara)
  13. Al Munawar (Jakarta Barat)
  14. Al Aruf (Kepulauan Seribu)
  15. Hajar Asward (Jakarta Barat)
  16. Ham Al Araf (Jakarta Selatan)
  17. Nahdatul Farhan (Jakarta Pusat)

*Daniel Deha

Baca Juga

Presiden Jokowi Tetapkan Pembatasan Skala Besar

Portal Teater - Setelah melewati pelbagai pertimbangan, Presiden Joko Widodo akhirnya secara resmi menetapkan pembatasan sosial berskala besar untuk menekan laju penyebaran dan pertumbuhan...

Kemendikbud Fasilitasi Pertunjukan dan Kelas Seni Daring

Portal Teater - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggagas penyajian aneka pertunjukan dan kelas seni dengan memanfaatkan media daring atau online. Hal itu bertujuan...

Pesta Kesenian Bali 2020 Ditiadakan

Portal Teater - Pemerintah Provinsi Bali mengumumkan peniadaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42 tahun 2020 menyusul penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia, khususnya di...

Terkini

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Satu Juta Penduduk Dunia Terinfeksi Virus Corona

Portal Teater - Virus Corona (Covid-19) telah memukul dunia di mana lebih dari satu juta penduduk terinfeksi patogen ini. Data ini menjadi tonggak pencapaian...

Intelijen AS Sebut China Sembunyikan Data Covid-19

Portal Teater - Intelijen Amerika Serikat dalam sebuah laporan rahasia mengatakan bahwa pemerintah China telah menyembunyikan data penyebaran virus Corona di negara itu, terutama...

Seni (Harus) Tetap Hidup Melawan Pandemi

Portal Teater - Beberapa bulan terakhir adalah masa berat bagi seluruh umat manusia, termasuk para seniman dan pekerja seni. Virus Corona (Covid-19) telah menewaskan...