Terpapar Corona, Pasar Bioskop China Merosot Tajam

Portal TeaterPasar bioskop China merosot tajam sebesar US$1,91 miliar atau setara Rp30,6 triliun (kurs Rp16.000) selama dua bulan pertama tahun ini setelah terpapar wabah virus corona (Covid-19) sejak akhir tahun lalu.

Kebangkitan kembali industri teater di “negeri tirau bambu” adalah hal yang mustahil terjadi dalam dekat mengingat bioskop nasional dan produksi film tidak mungkin dilakukan hingga pandemi corona benar-benar menguap.

Padahal, pasar bioskop China belakangan sedang menggeliat dan disinyalir akan menyaingi Amerika Serikat seiring dengan melambatnya penjualan tiket film Hollywood akibat adanya layanan pembajakan dan streaming seperti Netflix dan Hulu.

Box Office Mojo IMDB melaporkan, pendapatan bioskop di AS menyusut tahun lalu, turun 4,8% menjadi US$11,3 miliar dari US$11,8 miliar pada 2018.

Lembaga riset PWC memperkirakan, pada 2020 China akan menjadi pasar bioskop terbesar di dunia dengan pendapatan box office diperkirakan akan melonjak dari US$9,9 miliar pada tahun 2018 menjadi US$15,5 miliar pada 2023.

Namun kini perusahaan bioskop Comscore merilis laporan bahwa penerimaan pasar bioskop di China pada Januari-Februari hanya mencapai US$238 juta, turun jauh dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,148 miliar, dan US$2,388 miliar pada 2018.

Secara keseluruhan, pendapatan bioskop China pada 2019 mencapai rekor US$9,2 miliar, naik 5,4% dari tahun sebelumnya. Jika tidak terdampak corona, pasar bioskop China akan terus naik tiap tahunnya.

Geliat industri film China telah melampaui posisi Jepang untuk menjadi pasar film terbesar kedua di dunia, setelah AS, sejak 2012 lalu.

Data pertumbuhan industri film di China.
Data pertumbuhan industri film di China.

70.000 Bioskop Ditutup

Melansir Business Insider, Jumat (14/2), hampir seluruh dari 70.000 bioskop di China tutup karena wabah global ini. Perilisan sejumlah film dibatalkan, dan liburan Tahun Baru Imlek yang lebih cepat membuat gedung-gedung bioskop nasional sepi penonton.

Ent Group China mengatakan, bioskop-bioskop yang tutup tidak mungkin dibuka kembali pada bulan Maret atau April karena otoritas setempat menyatakan bahwa kontrol akan tetap berlaku untuk industri film secara keseluruhan.

“Dilihat dari situasi saat ini, industri film belum siap untuk melanjutkan bisnis, dan kami belum menyetujui tuntutan industri untuk melanjutkan bisnis seperti yang sekarang,” kata Chen Bei, Wakil Sekretaris Jenderal Pemerintah Kota Beijing, melansir variety.com, Senin (2/3) lalu.

Meski demikian, otoritas Beijing masih memberi kelonggaran dengan merekomendasikan kru film bisa melanjutkan syuting di kota ini dengan jumlah kru kurang dari 50 orang, jika mereka telah disetujui.

Namun tetap dengan catatan bahwa suhu tubuh mereka tidak melebihi 37,3 derajat Celsius dan semua anggota kru film, kecuali pemain, harus memakai topeng.

Dengan penutupan ini, pemerintah China diminta untuk mengambil langkah bijak dalam menyelamatkan industri teater di negeri itu.

CEO perusahaan bioskop China Lumiere Pavilion Jimmy Wu menawarkan agar pemerintah China memberikan dana darurat atau pengembalian uang biaya film dari biro film China yang diambil dari pendapatan penjualan tiket.

Investasi Industri Film Terkendala

Dampak penutupan ini akan memukul sebagian industri film China. Apalagi pemerintah China saat ini tengah melakukan pengetatan aturan industri dengan bertindak keras terhadap aksi penggelapan pajak dan pengawasan terhadap persetujuan rilis film.

Tindakan keras ini diyakini telah berkontribusi pada penurunan investasi di industri ifilm, yang mana sekitar 1.900 perusahaan produksi film dan TV ditutup tahun lalu.

Melansir inkstonenews.com, Hengdian World Studios, salah satu studio film terbesar di China, menyatakan jumlah film dan acara TV turun hampir 20% pada tahun 2019.

Rilis film, termasuk The Eight Hundred, epik perang dunia kedua yang diproduksi China yang berfokus pada pertahanan gudang Shanghai selama perang Tiongkok-Jepang, juga ditunda atau dibatalkan di bawah tekanan peraturan yang meningkat.*

Baca Juga

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Melihat Dampak Konsumerisme terhadap Air

Portal Teater - Koji Yamazaki, 38 tahun, keluar dari sebuah tong sampah besar berwujud kontainer yang terbuat dari aluminium berwarna kuning karat. Ia hanya...

Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Portal Teater - Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut...

Terkini

Tujuh Program Studiohanafi Ditunda Karena Corona

Portal Teater - Meluasnya penyebaran virus corona, di mana saat ini tercatat sudah 27 provinsi di Indonesia terpapar dan mungkin akan menghantam seluruh penduduk,...

Merayakan Hari Teater Dunia Di Tengah Corona

Portal Teater - Keprihatinan yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh rekan teater Indonesia yang sejak Februari 2020 harus membatalkan atau mengundurkan waktu pertunjukkan. Hal itu...

Cegah Covid-19 Baru, China Batasi Akses Wisatawan Asing

Portal Teater - Untuk mencegah penyebaran virus corona baru, otoritas China sementara waktu akan menutup perbatasannya untuk sebagian besar wisatawan asing. Penutupan akses tersebut...

Transmisi Virus Corona Tak Terbendung, AS Terbanyak

Portal Teater - Transmisi virus corona terus meluas. Ini menunjukkan bahwa penyebaran corona makin tak terbendung di tengah ketidaksiapan dan kelambanan negara-negara untuk mencegahnya....

Dewan Kesenian Inggris Luncurkan Rp2,9T Untuk Sokong Industri Seni

Portal Teater - Dewan Kesenian Inggris atau Arts Council England (ACE) telah meluncurkan paket tanggap darurat senilai £160 juta atau setara Rp2,9 triliun (kurs...