Theater Olympics 2019 Tampilkan 104 Produksi dari 22 Negara

Portal Teater – Festival teater internasional yang menghadirkan sejumlah praktisi teater kenamaan dari seluruh dunia, Theater Olympics, kembali digelar tahun ini dengan menampilkan 104 produksi (78 di antaranya di Rusia) dari 22 negara peserta.

Festival yang pertama kali digagas pada 1993 oleh sutradara teater Yunani Theodoros Terzopoulos kali ini diadakan di dua kota, yaitu di St. Petersburg, Rusia, dan Toga, Jepang sepanjang Juni-Desember 2019.

Pada bulan Juni, festival diadakan di St. Petersburg, yang kemudian dilanjutkan di Toga selama Agustus dan September. Tidak berhenti di sana, festival yang diklaim sebagai edisi terlama ini dilanjutkan lagi di Rusia hingga 13 Desember nanti.

Direktur Artistik Teater Alexandrinsky Valery Fokin, yang juga adalah Pemimpin Program Theater Olympics di St. Petersburg mengatakan, tahun ini penyelenggara menyediakan dana yang besar dan memungkinkan acara empat tahunan ini jauh lebih besar dari biasanya.

“Anggaran sekitar US$10 juta (setara dengan Rp140 miliar),” katanya, melansir New York Times, Selasa (3/12).

Valery Fokin juga adalah satu-satunya perwakilan Rusia dalam Komite Penyelenggara Internasional Theater Olympics, dari 14 anggota Komite lainnya.

Dalang pada upacara pembukaan. Theater Olympics dimaksudkan untuk menampilkan tradisi teater dari beragam budaya dan untuk mempromosikan semangat konsiliasi dan kebebasan. -Dok. Theater Olympics/Interpress
Dalang pada upacara pembukaan. Theater Olympics dimaksudkan untuk menampilkan tradisi teater dari beragam budaya dan untuk mempromosikan semangat konsiliasi dan kebebasan. -Dok. Theater Olympics/Interpress

Ragam Pertunjukan dari 22 Negara

Ada beberapa karya produksi para sutradara terkenal dunia seperti Katie Mitchell, Milo Rau, Heiner Goebbels, dan Tadashi Suzuki, (Direktur Artistik di Toga), yang ditampilkan dalam festival tahun ke-25 ini.

Suzuki yang dikenal karena metode pelatihan fisiknya yang ketat dan perkawinan teks-teks Barat dengan estetika dan bahasa Jepang, mementasakan “Cyrano de Bergerac” karya Edmond Rostand dalam event ini.

Beberapa pertunjukan teater lainya, yakni Theatre Buff du Nord (Paris), The Theatre Company FC Bergman (Antwerp, Belgia), The People’s Theatre of Beijing (China), The National Theatre (Budapest, Hungaria), Attis Theater (Athena), SCOT Theater Company (Toga, Jepang).

Ada pula pementasan oleh grup teater seperti Schaubuhne (Berlin, Jerman), Old Theater (Krakow, Poland), Piccolo Theater (Milan, Italia), Chorus Theater (Impahal, India), Bulandra Theater (Bucharest, Romania), Nanterre-Amandiers (Paris), dan masih banyak lainnya.

Selain produksi, Theater Olympics akan mencakup program pendidikan dan penelitian yang luas, yang akan diwakili oleh lecture dan lokakarya intensif yang disajikan oleh tokoh-tokoh teater terkemuka dari seluruh dunia.

Program ini akan menyuguhkan pula workshop penyutradaraan oleh sutradara teater terkenal, termasuk pendiri Theater Olympics Theodoros Terzopoulos, Valery Fokin, Tadashi Suzuki, Heiner Goebbels, Robert Wilson, Andrey Scherban, Andriy Zholdak, Andriy Zholdak, Krystian Lupa, dan Jan Klata.

Belum Terkenal di Eropa

Melihat komposisi negara peserta yang hadir, sutradara teater Prancis Georges Lavaudant dan penulis naskah Inggris Tony Harrison mengatakan, masih sangat sedikit orang dari dunia teater Barat yang mendengar tentang Theater Olympics.

Hal itu barangkali disebabkan karena sejauh ini festival ini justru telah diadakan di antara negara-negara seperti Cina, Yunani, Jepang, Korea Selatan dan Turki, yang bukan merupakan pusat teater internasional.

Gema festival yang pertama kali diadakan tahun 1995 ini tidak seperti festival besar Avignon atau Edinburgh, kata mereka. Apalagi Theater Olimpics tidak dilaksanakan tiap tahun dan tidak memiliki direktur tetap untuk mendesain sebuah program.

“Saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu sebelum mereka mengundang kami,” kata Stefan Kaegi, salah satu pendiri Rimini Protokoll, sebuah kelompok teater yang berpusat di Berlin.

Seremoni pembukaan Theater Olympics di St. Petersburg, Juni 2019. -Dok. Theater Olympics/Interpress.
Seremoni pembukaan Theater Olympics di St. Petersburg, Juni 2019. -Dok. Theater Olympics/Interpress.

Gagasan Untuk Bertukar Tradisi Teater

Theodoros, yang juga sutradara Teater Attis di Athena, memang membenarkan kenyataan perbedaan ‘kelas’ antara festival ini dengan beberapa festival teater di Eropa yang besar.

Namun, berbeda dari festival lainnya di Eropa, gagasan dasar pembentukan program ini adalah keinginan agar pelaku teater dapat berbicara dan bertukar ide, filosofi dan tradisi teater, serta membuat satu versi internasional yang akan melakukan pementasan keliling antar negara.

Para sutradara dan akademisi teater hadir dalam seminar pada 1989 di Delphi, Yunani, antara lain Robert Wilson, Heiner Müller, dan Tadashi Suzuki serta aktris dan sutradara Spanyol Nuria Espert, duduk untuk membedah gagasan tersebut.

Hasilnya, para pelaku teater sepakat untuk membuat acara yang inklusif, menunjukkan dan berbagi semua jenis tradisi teater dari beragam budaya, dan yang mempromosikan semangat konsiliasi dan kebebasan.

Selain itu, pembentukan festival internasional berskala besar ini adalah sebagai tempat untuk pengembangan integrasi teater global dan dialog antara para profesional teater dari seluruh dunia.

Ketua Komite Internasional Theater Olympics itu menerangkan, ketika festival ini pernah dibuat di China, Rusia dan Turki, negara-negara dengan kebebasan berekspresi relatif terbatas, namun belum ada sensor sama sekali, selain dari larangan untuk tampil telanjang di Cina.

Dan kali ini, dengan berada selama enam bulan di Rusia, Theater Olympics akan benar-benar menjadikannya sebagai ajang untuk mempertemukan pelaku teater dari kultur dan disiplin yang berbeda-beda dari Asia dan Eropa.

Tentang Theater Olympics

Jae Kyoung Kim (2012) menulis, Theater Olympics adalah organisasi teater nirlaba, didirikan pada tahun 1993 di Delphi, Yunani, atas inisiatif sutradara teater Yunani, Theodoros Terzopoulos.

Pertemuan resmi pertama Komite Internasional Theater Olympics berlangsung pada tanggal 18 Juni 1994 di Delphi yang sekarang adalah Yunani.

Panitia pendiri adalah sekelompok delapan sutradara teater terkenal seperti Theodosius Poulterers, Nuria Es-pert, Attunes Filho, Tony Harrison, Yuri Lyubimov, Heiner Müller, Tadashi Suzuki dan Robert Wilson.

Kantor pusat administratifnya berlokasi di Athena, Yunani (kantor Eropa) dan di Togamura, Jepang (kantor Asia).

Sebagai festival teater internasional, Theater Olympics menjadi platform untuk pertukaran teater, tempat berkumpul bagi student dan master, di mana terjadi dialog bebas dari perbedaan ideologis, budaya dan bahasa.

Selain itu, program ini merupakan inisiatif yang menekankan pentingnya menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan bersama.

Untuk itulah, festival teater keliling dunia ini mempromosikan kekayaan dan keragaman warisan teater dan juga semua jenis eksperimen dan penelitian di bidang seni pertunjukan.

Theater Olympics selalu diadakan di negara yang berbeda, empat tahun sekali. Sejauh ini telah ada lima festival dan berlangsung di negara-negara anggota Komite Internasional, dan sekaligus bertanggung jawab sebagai Direktur Artistik.

Anggota Komite Internasional

Saat ini Komite Internasional Theater Olympics terdiri dari empat belas anggota:

  1. Theodosius Poulterers (Yunani), Ketua
  2. Dashiki Suzuki (Jepang)
  3. Robert Wilson (Amerika Serikat)
  4. Wolfe Soyinka (Nigeria)
  5. Yuri Liubimov (Rusia)
  6. Tony Harrison (Inggris)
  7. Ratan Tiyam (India)
  8. Nuria Espert (Spanyol)
  9. Giorgio Barberio Corsetti (Italia)
  10. Georges Lavaudant (Prancis)
  11. Antunes Filho (Brasil)
  12. Jurgen Flimm (Jerman)
  13. Choi Chy-Rim (Korea Selatan)
  14. Liu Libin (Cina)

Baca Juga

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...