Portal Teater – Tiga saudari bernama Natasha, Olga dan Irina tinggal bersama saudara laki-laki tertua mereka, Andrey, di salah satu kota kecil di Russia. Mereka sangat merindukan kisah-kisah masa lalu mereka di Moskow.

Bernostalgia saat di mana sang ayah masih menjadi seorang yang terpandang, mengenang kebahagiaan karena memiliki keluarga yang lengkap, selalu merupakan memori yang senantiasa membangkitkan keakraban di antara mereka.

Namun, semuanya berubah ketika kedua orangtua meninggal dan satu per satu bungkusan harmoni itu diterpa gundukkan masalah yang memicu perpecahan di antara mereka. Masing-masing mereka ingin memilih jalan sendiri sesuai kemauannya. Tapi justru pada titik itulah mereka menemukan perekat yang tidak bisa memisahkan mereka dari ikatan sebagai satu saudara di dalam rumah.

Kira-kira, begitulah petikan cerita yang terpampang dari pertunjukan teater “Tiga Saudari” karya Anton Chekhov (sastrawan Rusia) yang dibawakan oleh Teater Trisakti (TETRIS) Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, Sabtu (22/6) malam.

Sutradara Ciptoning dan Septian Nurcahyo bercerita, pertunjukan yang digarap selama 6 bulan itu setidaknya mau menunjukan kepada masyarakat bahwa permasalahan akan selalu menghampiri kehidupan siapapun.

Namun, pada ghalibnya, persoalan atau konflik itu bukan berarti kita harus terus terpuruk, melainkan tentang bagaimana kita tetap menghadapinya sembari mencari solusi demi masa depan bersama.

“Pesannya itu ingin menunjukkan pada penonton bahwa permasalahan yang ada itu bukan berarti kita harus terus terpuruk tapi tetap dijalani sembari menatap masa depan,” ungkapnya melalui pernyataan tertulis pada Senin (24/6).

Dari Konflik hingga Adem

Pertunjukan “Tiga Saudari” dibagi ke dalam dua babak utama. Pada babak pertama, dikisahkan tentang hari peringatan kematian ayah dari Prozorov bersaudara, di mana, hari itu juga merupakan pesta nama santa pelindung Irina. Komandan Vershinin, Letnan Tuzenbach, Tchebutykin dan Kapten Solyony ikut memperingati kematian rekan mereka itu di rumah keluarga Prozorov.

Mereka bercerita tentang idealisme dan kisah-kisah ayah mereka kepada tiga saudari Prozorov. Pada saat yang bersamaan Andrey kakak tertua dari ketiga saudari Prozorov menyatakan cintanya kepada Natasha dan dengan sungguh-sungguh meminta tangannya untuk menikah dan hidup bersama dengan dia.

Setahun kemudian, Andrey bersama dengan Natasha memiliki seorang anak laki-laki bernama Bobik (tidak muncul di atas panggung). Tak berapa lama, diketahui bahwa Natasha berselingkuh dengan atasan Andrey (tidak muncul di atas panggung) dan Andrey tidak bisa berbuat apa-apa.

Sementara itu, Masha sedang kebingungan karena perlakuan Komandan Vershinin. Mereka berdua sama-sama menyimpan perasaan saling suka. Hal itu menyiksa mereka karena mereka sama-sama sudah berkeluarga.

Suatu waktu, Natasha memanipulasi keluarga Prozorov karena ingin mengadakan sebuah pesta di rumah keluarga prozorov, tetapi rencana tersebut gagal. Hari-hari berselang, tiba-tiba Letnan Tuzenbach dan Kapten Solyony menyatakan cintanya terhadap Irina bergantian pada hari yang sama.

Pada babak kedua, diawali setahun setelah akhir babak I, Natasha mengambil alih peran sebagai kepala keluarga Prozorov karena Andrey tidak bisa diandalkan. Suatu ketika Olga dan Irina diminta untuk tinggal dalam satu kamar yang sama karena anak-anak Natasha ingin tidur di dua kamar terpisah. Andrey yang kecewa karena istrinya tidak menghargainya terjerat ke dalam dunia judi.

Bulan berikutnya Olga, Masha, dan Irina marah kepada Andrey karena Ia menggadaikan rumah keluarga mereka untuk melunasi hutang judinya. Di lain pihak Afinsa, pelayan keluarga Prozorov, mendapat perlakuan yang semakin buruk dari Natasha. Olga tidak bisa berbuat banyak untuk menolong Boris, salah satu pekerja di rumah mereka.

Suatu malam, tiga saudari itu berkumpul dan Masha bercerita bahwa ia dan keluarganya mengalami masalah. Dia bercerita tentang perasaan jatuh cintanya kepada Komandan Vershinin. Tiba-tiba Kuligin (suami Masha) masuk dan bertindak konyol sehingga Masha pergi.

Setelahnya, Irina memutuskan untuk menerima pinangan Tuzenbach atas saran dari Olga. Andrey terkaget kemudian keluar masuk ke ruang tamu, sambil meracau tidak karuan karena membenci dirinya sendiri, kekecewaan yang mendalam terhadap Natasha dan pada akhirnya meminta maaf kepada tiga saudarinya.

Di akhir cerita, ketiga saudari saling berpelukan dan berkata, “Andai kita tahu… andai kita tahu”.

*Daniel Deha