Update Corona 22 Mei: Kasus Baru Kembali Turun, Total 20.796 Positif

Portal Teater – Ledakan kasus harian pada Kamis (21/5) menghentak perhatian masyarakat dan para ahli epidemologi setelah pemerintah melaporkan ada 973 kasus baru.

Temuan itu menjadi angka harian tertinggi sejak kasus positif virus corona di Indonesia pertama kali muncul di Depok, 2 Maret lalu.

Namun hari ini, Juru Bicara Achmad Yurianto dari Graha BNPB Jakarta kembali melaporkan bahwa kasus harian kembali turun.

Meski demikian, penurunan kasus ini tidak serta merta memperlihatkan kurva menurun, karena hal itu baru dapat digeneralisasi setelah tren berlangsung selama seminggu.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers virtual, Yuri mengatakan, ada penambahan kasus baru sebanyak 634 orang. Dengan demikian kini total menjadi 20.796 kasus di seluruh tanah air.

Sementara itu, pasien yang mengalami kesembuhan pun masih bergerak moderat di angka 200 per hari. Selama 24 jam terakhir, ada 219 pasien yang sembuh dan boleh pulang ke rumah.

Total, ada 5.057 pasien telah dinyatakan sembuh sejak 2 Maret lalu.

Di sisi lain, pasien yang meninggal dunia pun makin tinggi dari sebelumnya bergerak di angka di bawah 20 orang. Laporan hari ini mengatakan ada 48 orang meninggal, total menjadi 1.326 orang.

Sebelumnya, pemerintah mencatat ada 20.162 kasus positif, dengan 4.838 pasien sembuh dan 1.278 pasien meninggal.

Sebaran Kasus

Adapun sebaran kasus positif di Indonesia, melansir Warta Kota, adalah sebagai berikut:

  1. DKI JAKARTA: 6.301 kasus(31.3%)
  2. JAWA TIMUR: 2.998 kasus (14.9%)
  3. JAWA BARAT: 1.962 kasus (9.7%)
  4. JAWA TENGAH: 1.217 kasus (6.0%)
  5. SULAWESI SELATAN: 1.135 kasus (5.6%)
  6. BANTEN: 753 kasus (3.7%)
  7. SUMATERA SELATAN: 674 kasus (3.3%)
  8. KALIMANTAN SELATAN: 557 kasus (2.8%)
  9. SUMATERA BARAT: 436 kasus (2.2%)
  10. NUSA TENGGARA BARAT: 410 kasus (2.0%)
  11. PAPUA: 410 kasus (2.0%)
  12. BALI: 374 kasus (1.9%)
  13. SUMATERA UTARA: 273 kasus (1.4%)
  14. KALIMANTAN TIMUR: 266 kasus (1.3%)
  15. KALIMANTAN TENGAH: 254 kasus (1.3%)
  16. YOGYAKARTA: 215 kasus (1.1%)
  17. SULAWESI TENGGARA: 202 kasus (1.0%)
  18. SULAWESI UTARA: 180 kasus (0.9%)
  19. KALIMANTAN UTARA: 162 kasus (0.8%)
  20. KEPULAUAN RIAU: 140 kasus (0.7%)
  21. MALUKU: 135 kasus (0.7%)
  22. KALIMANTAN BARAT: 133 kasus (0.7%)
  23. SULAWESI TENGAH: 117 kasus (0.6%)
  24. PAPUA BARAT: 110 kasus (0.5%)
  25. RIAU: 108 kasus (0.5%)
  26. LAMPUNG: 101 kasus (0.5%)
  27. MALUKU UTARA: 97 kasus (0.5%)
  28. JAMBI: 89 kasus (0.4%)
  29. SULAWESI BARAT: 86 kasus (0.4%)
  30. NUSA TENGGARA TIMUR: 79 kasus (0.4%)
  31. BENGKULU: 69 kasus (0.3%)
  32. GORONTALO: 44 kasus (0.2%)
  33. KEP. BANGKA BELITUNG: 36 kasus (0.2%)
  34. ACEH: 18 kasus (0.1%)

Secara global, situs Worldometers mencatat ada 5,2 juta penduduk telah terinfeksi corona dan menewaskan 334.996 orang.

Sebanyak 2 juta dari total kasus, dinyatakan sembuh setelah berjuang keras melawan virus.

Namun menurut penelitian di China baru-baru ini, para penyintas dapat saja menderita efek kesehatan selama bertahun-tahun.

Kasus terbanyak masih dipegang Amerika Serikat dengan 1,6 juta kasus, kemudian disusul Rusia dengan 326.448 kasus, Brazil 310.921 kasu, Spanyol 280.117 kasus, dan seterusnya.

Negeri Paman Sam masih menderita keras karena kasus harian masih besar di angka lebih dari 20 ribu kasus.

Demikian halnya dengan Brazil yang pada Kamis menemukan lonjakan besar kasus harian setelah dilaporkan ada 17.564 kasus.

Spanyol, Italia, Prancis, dan Jerman, empat negara besar yang pernah menjadi episentrum virus di Eropa, kini mulai melambat dan telah mencapai puncak pandemi.

Sementara Indonesia, kini bersiap menuju puncak pandemi. Para pakar memperkirakan akan terjadi bulan depan.*

Baca Juga

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Membaca “Ditunggu Dogot”: Berkhidmat dan Mengakrabi Penonton

Portal Teater - Dua aktor kawakan, Slamet Rahardjo dan Nano Riantiarno, membacakan naskah “Ditunggu Dogot” ditemani penulis naskah Sapardi Djoko Damono dan Yola Yulfianti (sutradara). Pembacaan...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...