Desember 9, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Warna rambut

Apa perbedaan antara bleaching dan toning rambut, apa favoritmu?

KONTAN.CO.ID – Bagi yang suka mewarnai rambut, proses toning dan bleaching sudah tidak asing lagi. Meski masing-masing warna digunakan untuk menjaga agar rambut Anda tetap indah dan berkilau, ada perbedaan antara kedua jenis pewarnaan rambut ini. Berawal dari blog.marthatilaarshop.com, berikut lima perbedaan bleaching dan toning rambut, yaitu:

1. Isi bahan dasar

Perbedaan pertama antara bleaching dan hair toning adalah kandungan bahan dasarnya. Tingkat hidrogen peroksida yang tinggi dalam pemutihan membuat rambut lebih terang atau lebih putih. Bahan yang paling umum adalah rambut kering, kasar dan berpotensi menyebabkan migrain, terutama jika disentuh di kulit kepala.

Pewarna alami bebas amonia digunakan dalam pengencangan rambut. Dalam proses pengencangan, pengembang memiliki lebih sedikit hidrogen peroksida, menghasilkan tekstur yang lebih cair.

2. Pilih warna

Perbedaan selanjutnya adalah pilihan warna. Dalam bleaching, proses penggambaran warna rambut melibatkan ketersediaan warna terang dalam beberapa tahap. Untuk memutihkan rambut hampir, Anda dapat memilih dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi.

Toning hanya terdiri dari pilihan warna rambut alami seperti abu-abu atau warna terang. Jadi toning biasanya dipilih bagi mereka yang ingin menonjolkan warna rambut coklat atau oranye alami. Toning juga sering dijadikan pilihan pewarnaan rambut untuk menutupi uban pada lansia.

Baca selengkapnya: San Marino vs Inggris Berakhir: Pesta gol Three Lions 10-0 melawan La Cerinisima

3. Ketahanan warna

Proses toning menghasilkan warna rambut yang natural, sehingga warnanya tidak tahan lama. Hasil pengencangan rambut hanya bertahan tiga sampai empat minggu. Juga, jika Anda tidak memperhatikannya dengan benar, rambut akan lebih cepat kering.

Kedua jenis perawatan tersebut perlu dilakukan berulang-ulang untuk mempertahankan warna yang diinginkan. Jika Anda ingin mendapatkan warna rambut biru tua, dosca atau terang, Anda perlu menggunakan pemutih untuk menutupi warna rambut asli sehingga menutupi warna terang.

READ  Spesies dinosaurus baru ditemukan, cakar seukuran bus dan poona tajam

Baca selengkapnya: KSAL Yudo Margono menegaskan TNI akan tetap setia kepada pimpinannya

4. Hasil pewarnaan akhir

Perbedaan selanjutnya antara pengencangan rambut dan pemutihan terletak pada hasil akhir pewarnaan. Dalam bleaching, ini akan memberikan hasil akhir rambut pirang atau hampir putih.

Jika Anda ingin mendapatkan warna rambut yang terang seperti terang, biru, merah, ungu atau abu-abu, Anda bisa memilih proses bleaching. Namun Anda perlu melakukan perawatan intensif karena rambut akan menjadi kering dan kasar setelah bleaching.

Sedangkan hair toning dapat menciptakan warna alami dan menonjolkan rambut indah berkilau. Selain itu, kerusakan rambut selama proses toning sangat minim, sehingga jika Anda ingin mewarnai rambut dengan hasil yang natural, toning sangat direkomendasikan oleh para ahli rambut.

Toning menggunakan pengembang dengan bahan kimia yang lebih sedikit, sehingga kecenderungan rambut menjadi kering, rusak, kusam, dan rapuh jauh lebih sedikit.

Baca selengkapnya: Performa luar biasa, terima dividen dari Mind ID Freeport

5. Efek samping

Kedua proses pewarnaan rambut tersebut memiliki efek samping pada tubuh yang menyebabkan alergi. Alergi bisa disebabkan oleh kandungan kimia toning dan bleaching.

Gejala yang dialami ditandai dengan munculnya sakit kepala tunggal, nyeri di kulit kepala bahkan nyeri di area wajah. Oleh karena itu, untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan hasil warna yang memuaskan, sebaiknya konsultasikan dengan ahli rambut.