April 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Apple dikritik karena mendiskriminasi orang yang masih memegang aplikasi China

Suara.com – apel Penculikan itu diduga melibatkan belasan lamaran milik kelompok militer China Uyghur.

Aplikasi tersebut masih diyakini ada di halaman aplikasi App Store.

Kutipan Arena Telepon, Hingga Minggu (28/3/2021), aplikasi yang dimaksud adalah produk yang dibuat oleh berbagai divisi dari Xinjiang Manufacturing and Construction Forces, tim militer yang mengawasi wilayah Xinjiang.

Faktanya, grup tersebut diblokir di Amerika Serikat.

Baca juga:
Buat perangkat wearable baru, apakah Apple menghadirkan desain yang lebih tangguh ke Apple Watch?

Pemerintah telah melarang kolaborasi dengan berbagai perusahaan atau afiliasi AS.

Ketidakpedulian Apple tidak mengherankan. Ini karena perusahaan baru-baru ini menjadi buta untuk melekat pada pemerintah China.

Muslim Uyghur berdoa. (Shutterstock)

Pendapatan Apple dari China untuk iPhone 12 menjadi faktor mengapa perusahaan tidak banyak menanggapi tuduhan tersebut.

Setelah tuduhan ini muncul di media, mungkin ada tekanan yang cukup untuk menghapus aplikasi tersebut dari App Store perusahaan teknologi AS.

Satu-satunya pendapat Apple adalah bahwa aplikasi tersebut mematuhi hukum A.S. dan tidak melanggar blockchain.

Baca juga:
Tenggelam di Ice Lake selama sebulan, iPhone 11 Pro ini masih berfungsi

Apple dianggap aman karena perusahaan Barat yang menentang pemerintah mendapat pembalasan keras dari Partai Komunis China.

READ  Virgo, jangan campur!