Maret 2, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Buat Chandigarh dan Square di Kursi Perangkat Lunak 2024

Jakarta, CNN Indonesia –

Presiden Indonesia Joko Widodo (Djokovic) Gerindra telah mengumumkan Wakil Ketua Dewan Pembina Chandigarh Uno Pada Selasa (22/12) Vishnudama akan digantikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Software).

Chandigarh dan lima menteri baru dilantik Presiden Djokovic pada Rabu (23/12) di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Dalam posisi resminya sebagai anggota DPR, Santiago Gerrard akan menggantikan Presiden Prabovo Subianto sebagai Asisten Presiden. Prabho telah menjadi menteri pertahanan sejak awal pemerintahan Djokovic-Maruf Amin pada 2019.


Sebagai informasi, pada Pilpres 2019, Sandia menjadi cawapres bersama Prabho yang kembali menjadi capres. Dalam pertandingan tersebut, Prabhao-Sandy kalah dari Djokovic yang menggandeng Maroop yang merupakan Ketua Umum MUI.

Beli satu untuk dua. Pemilihan presiden 2019 berakhir setidaknya setahun setelah pemilih Indonesia menang di Partai Demokrat.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UEA) Al-Azhar Ujang Komaruddin mengatakan, masuknya Sandy ke kabinet Djokovic setahun lebih lambat dari Prabhao adalah bukti bahwa tidak ada yang bisa bertahan di arena politik, terutama di Indonesia.

“Sebenarnya begitu ya, tidak ada teman dan musuh yang abadi. Asyiknya,” ujar Ujang saat dihubungi. CNNIndonesia.com, Rabu (23/12).

Saat bertanding, kedua belah pihak bersaing dan saling menjatuhkan. Namun saat semuanya berakhir, Ujang mengaku saling berpelukan demi itu.

Ujang mengakui, apa yang terjadi saat ini merupakan kontradiksi bagi masyarakat yang terpolarisasi hingga pemilihan presiden lalu. Sebagai informasi, ketika Gerindra memutuskan untuk membentuk koalisi, oposisi terhadap pemerintah di parlemen berkurang, dan kini ternyata PKS dan Demokrat.

“Orang-orang di bawah masih terpolarisasi, masih berjuang, tapi menikmati kekuasaan di atas. Selamat menikmati kursi presiden dan menteri,” kata doktor ilmu politik itu.

READ  Trump menolak untuk meninggalkan Gedung Putih: 'Biden dapat memasuki Gedung Putih jika dia membuktikan dia tidak curang'

Meski begitu, Ujang mengaku tidak bisa menyalahkan siapa pun atas langkah dan pilihan yang diambil Djokovic, Prabo, dan Chandiyaka saat ini. Bagaimanapun juga, memang benar bahwa jabatan menteri adalah kekuasaan berdasarkan kalkulasi politik.

Oleh karena itu, Ujang mengaku tidak heran ketika nama Sandy muncul kembali terkait isu perombakan kabinet lanjutan Indonesia di bawah Djokovic-Marup.

Sebelumnya, Sandy dipromosikan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Jerin Cader Eddie Bravo, tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski tak menggantikan Eddie sebagai Menteri KKP, menteri Gerindra adalah satu dari dua orang di kabinet Djokovic-Maroff, yang menunjuk Chandiyaka sebagai kelompok peranti lunak.

Secara politis, Ujang menilai Gerrandi tentunya tidak ingin kehilangan tempatnya di kabinet Djokovic-Maruf dari hasil rekonsiliasi yang terjadi pasca Pilpres 2019.

Menurut Ujang, pengamat politik pada Indonesian Political Opinion (IPO) Teddy Guernia Xia, afiliasi kabinet Jokowi dengan Sandy Prabho terbukti menjadi pertanda bahwa pilpres hanya politik kompetitif, bukan gagasan atau gagasan pembangunan nasional. Tidak hanya itu, kata Teddy, kepresidenan di Indonesia otomatis menjadi indikasi kuat bahwa tidak ada politik.

“Masalah politik, semuanya dalam dunia yang dinamis,” ujarnya.

Eddie Bravo yang hingga saat ini menjadi Menteri Pertahanan dan Menteri KPP dicopot dari jabatan Menteri Jerin di Kabinet Indonesia Maju karena menjadi tersangka KPK. (Antara Foto / Prow Vakum A)

Hitung kata sandi untuk 2024

Di birokrasi pemerintahan, Sandhya diketahui memiliki pengalaman dengan Anees Basvedan sebagai pemenang Pilkada TKI 2017. Ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI hingga Agustus 2018, saat memutuskan menjadi wakil presiden bersama Prabho.

Usai pemilihan presiden 2019, Chandiyaka yang tidak lagi menduduki jabatan dalam struktur pemerintahan, memelopori gagasan pengembangan bisnisnya. Kesibukannya menjadi Volkswagen dan sering bepergian ke banyak daerah untuk memperkenalkan OCE – dia berkampanye dengan Anees saat Pilkada TKI 2017.

READ  Saatnya Man United panik: Oxygen Zone Ball

Banyak pihak melihat langkah Chandiyaka yang tidak memiliki kekuasaan pemerintahan ini sebagai upaya agar publik tidak benar-benar melupakannya.

“Kalau rakyat tidak punya posisi, sulit merebut kekuasaan tinggi. Ada sejarah seorang menteri menjadi presiden, dan itulah SBOY menjadi menteri,” kata Ujang.

Menurut Ujang, jika Sandy tidak memiliki posisi di pemerintahan, maka akan sulit baginya untuk mengontrol pemilihannya yang mulai menurun tahun lalu setelah pemilu 2019.

“Meski aktif di media sosial, masyarakat mengabaikannya. Karena itu, sikapnya Pusat daya. Pendekatan kekuatan masih dibutuhkan, “lanjut penulis buku itu Ideologi partai politik: antara kepentingan partai dan massa kecil Itu.

Rangkaian Presiden dan Wakil Presiden Nomor 02 Probo Subianto dan Calon Santiago Uno menyampaikan siaran pers terkait putusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pemilihan Presiden (PHPU) 2019 di Jakarta, Kamis (27/6/2019).  Di antara foto / Sikit Kurnian / aww.Pasangan nomor urut 02 Pilpres 2019 bersama Prabhao Subianto (kiri) Sandia Uno (kanan). (ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan)

Berbeda dengan Ujang, Deco Guernia Xia memperkirakan langkah Sandy menerima rencana Djokovic menjadi menteri justru bisa menjadi malapetaka menjelang pemilu sebelum 2024.

Menurutnya, secara politis, akan lebih parah lagi jika Sandy keluar dari pemerintahan dalam pemilihan presiden 2024. Ia menjelaskan bahwa selama di pemerintahan, Sandy harus berjuang dengan popularitas dan pilihan sesama anggota kabinet.

“Jika kinerjanya tidak lebih baik, kabinetnya akan luntur dengan kecemerlangan anggota kabinet lainnya,” kata Teddy.

Tak hanya itu, kementerian yang saat ini dipimpin oleh Sandy juga tergolong elit di kabinet. Bisa dikatakan kementerian ini tidak memotong langsung dengan publik. Jadi, menurutnya Sandiaka bisa jadi akan kesulitan meningkatkan popularitasnya jika tidak berprestasi.

Merujuk hasil survei perusahaannya Oktober lalu, Teddy menyebut Sandy adalah orang keempat yang memenangkan pemilihan presiden. Sandy mengalahkan Rivan Camille, Gubernur Jawa Barat, dan mantan komandan DNI.

Dalam survei IPO nasional terhadap 1.200 responden, Sandy mendapat dukungan 8,8 persen. Penelitian dilakukan pada 12-23 Oktober.

READ  Debut Diallo, mencetak gol dan tikungan UTD antara pria dan Liverpool

Teddy membandingkan dukungan yang diberikan Sandy saat keluar dari pemerintahan dengan Prabho, yang telah menjadi menteri sejak awal kabinet Indonesia maju. Teddy mengatakan dukungan untuk Probow secara bertahap berkurang sejak saingan Djokovic memilih untuk bergabung dengan kabinet dalam dua pemilihan presiden terakhir.

“Posisi Chandiyaka kemungkinan besar adalah saat dia keluar dari pemerintahan, yang bisa dilihat sebagai penurunan kemampuan elektoral Prabo sejak dia bergabung dengan kabinet,” katanya.

(tst / anak)

[Gambas:Video CNN]