Buka FTJ 2019, Teater Satu Lampung Pentaskan “Kursi-Kursi” dengan Perspektif Berbeda

Portal Teater – Teater Satu Lampung akan menjadi bintang tamu dalam perhelatan Festival Teater Jakarta yang tahun ini bakal digelar sepanjang 12-29 November 2019 di Teater Kecil dan Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Membawakan naskah “Kursi Kursi” karya E. Ionesco (terjemahan Prof. Yudiaryani), Teater Satu Lampung akan membuka tirai perhelatan festival teater tertua dan terbesar Indonesia ini pada Selasa (12/11), pukul 19.00 WIB.

Diadaptasi dan disutradarai Iswadi Pratama, lakon ini digarap dengan penekanan ke dalam bentuk dan perspektif yang sama sekali berbeda dari pementasan naskah serupa sebelumnya.

Menurut penuturan Iswadi, lakon ini dimainkan oleh 4 pasang suami istri yang masing-masing akan memainkan adegan berupa empat masa dalam hidup Carel dan Semiramis sebelum akhirnya keduanya bunuh diri.

Latar gagasan dalam mengadaptasi lakon ini adalah dengan menyingkirkannya metafisika dari ranah filsafat, dan hanya dianggap sebagai filsafat spekulatif.

Sejak saat itulah ilmu pengetahuan (Barat) berkembang ke arah yang melulu positivis. Semua hal yang bersifat metafisik dianggap tak memadai lagi untuk menopang hasrat manusia akan kemajuan dan kebermaknaan hidup.

Namun di ujung perkembangannya, ilmu pengetahuan dan peradaban yang dibangun di atas pemikiran positivis itu terbukti gagal menjelaskan makna hidup manusia.

“Lalu absurditas bermula. Manusia hidup dalam kekeringan nilai dan terasing dari dirinya sendiri,” ujar Iswadi melalui pernyataan tertulis, Senin, (4/11).

Iswadi memandang, ilmu pengetahuan (juga bahasa) adalah alat yang serba-kurang dalam menuntut akal budi manusia mencapai hakikat kebenaran.

Di sisi lain, perdaban yang dihuni manusia tak lagi memiliki orbit nilai, di mana segalanya serba melayang, mengambang.

Naskah ini juga akan dipentaskan Teater Satu Lampung di Gedung Kesenian Lampung, Rabu (6/11), pukul 16.30 WIB.

Sinopsis

Carel dan Semiramis adalah sepasang suami istri yang telah berusia lebih dari 80 tahun. Mereka hidup terpencil di sebuah rumah yang berada di bukit karang di kelilingi lautan.

Kesepian dan bosan, membuat mereka mengenang banyak hal. Baik yang pernah terjadi atau yang mereka bayangkan pernah terjadi dalam hidup mereka.

Mereka juga membayangkan bahwa akan ada banyak tamu yang datang berkunjung untuk mendengar pesan penting yang akan disampaikan Juru Kisah, yakni seorang yang disewa Carel untuk menyampaikan pesan itu.

Sebab Carel sendiri tak mampu berbicara dengan baik meski ia dulu seorang ilmuwan dan intelektual. Tamu memang tak pernah hadir, Carel dan Semiramis tak mampu bertahan melawan bosan.

Mereka memutuskan mengakhiri hidup bertepatan dengan itu Juru Kisah datang. Tapi ternyata ia hanya seorang Tuli dan bisu.

Tim Produksi

  • Pimpinan Produksi: Vita Oktaviana
  • Manager: Imas Sobariah
  • Sutradara: Iswadi Pratama
  • Penata Artistik: Deri & Sigit
  • Kru panggung: Gibran, Utok, Bucek
  • Penata Musik: Deri Efwanto
  • Penata Cahaya: Mamed Slasov
  • Penata Kostum: Tri wika & Aunty Ijal
  • Publikasi dan Tiketing: Ema & Budi
  • Pemain: Imas Sobariah, Ahmad Jusmar, Budi Laksana, Laras Utami, Vita Oktaviana, Baysa Deni, Desi Susanti, Gandi Maulana, Sugianto.

Pentas Sebelumnya

Lakon “Kursi-kursi” sebelumnya pernah dibawakan Teater Satu Lampung di Jepang dalam Festival Teater Dunia pada 30 Agustus 2016.

Saat itu grup teater asal Kota Lampung ini mewakili Indonesia untuk kali pertamanya pada gelaran ke-41 tersebut.

Dibawakan di hadapan penonton non-Indonesia, Teater Satu Lampung menonjolkan gerak tubuh dan ekspresi para aktor dalam mementaskan naskah tersebut.

Penonjolan gerak tubuh dan ekspresi itu dibuat untuk memperkuat tesis Ionesco terkait kemacetan bahasa yang dianggap tidak mampu menjadi alat untuk mengurai atau menyampaikan kebenaran yang tunggal dan universal.

Kemudian, naskah ini juga dipentaskan di Gedung Sunan Ambu, Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, 9-10 Januari 2017 lalu.

Kala itu, Teater Satu Lampung memainkan naskah ini dnegan pendekatan yang berbeda pula. Naskah yang dalam karya aslinya hanya dimainkan oleh dua orang dibuat menjadi lima fragmen.

Fragmen 1-4 dimainkan masing masing oleh dua orang, sedangkan fragmen 5 dimainkan oleh empat pasang karakter ditambah seorang juru cerita.

Fragmen-fragmen itu dihadirkan seperti sebuah puzzle yang meminta peran penonton untuk menyusun dan menatanya kembali.

Pendekatan tersebut dipilih untuk mengutamakan imajinasi dan fantasi penonton. Dengan begitu akan ada lompatan atau kejutan yang tetap terkait dengan cerita naskah.

*Daniel Deha

Baca Juga

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

Terkini

Gubernur Lampung Kukuhkan Akademi Lampung dan DKL Periode 2020-2024

Portal Teater - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto resmi mengukuhkan pengurus struktural Akademi Lampung dan Dewan Kesenian Lampung...

“New Normal” Kesenian: Melampaui Protokol, Menyadari Risiko

Portal Teater - Empat bulan setelah kasus virus corona (Covid-19) muncul pertama kali di Indonesia pada Maret, pemerintah akhirnya menetapkan kondisi "new normal". Berbagai kegiatan...

Kolaborasi sebagai Praktik Intervensi Membongkar Kebekuan Teater

Portal Teater - Mengapa praktik-praktik penciptaan karya seni sekarang mengarah ke kerja kolaborasi? Praktik-praktik kolaborasi dalam kerja artistik terutama berakar ketika mulai munculnya studi-studi inter-kultur,...

Museum MACAN Gandeng OPPO Gelar “Arisan Karya” Edisi Terakhir

Portal Teater - Setelah sukses di dua ronde pertama, Museum MACAN kembali menggelar program "Arisan Karya" edisi terakhir. Program suntikan motivasi bagi ekosistem seni Indonesia...

Rudolf Puspa: Menggelorakan Berkesenian

Portal Teater - Saya masih ingat ketika pada tahun 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyerukan kepada penyelenggara pendidikan untuk menggelorakan aktivitas kesenian. Saya...