Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal TeaterBuku puisi “Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona” karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3 in 1 siap diterbitkan.

Buku karya penyair 52 tahun ini disunting Rini Tri Puspohardini dan diterbitkan Penerbit Elmatera, Yogyakarta, pada medio Juni ini.

Buku ini merangkum 30 karya puisi yang ditulis dan dibacakan Sosiawan Leak selama bulan Ramadan, April-Mei 2020, dan ditayangkan oleh TV9 Nusantara, Surabaya, lewat program “Binar Ramadhan” setiap menjelang azan magrib dan usai sahur.

Kehadiran buku puisi penyair yang dikenal merupakan salah satu pendekar gerakan Revitalisasi Sastra Pedalaman ini memperlihatkan bahwa seniman tidak kehilangan “panggung” meski diterpa pandemi.

Di mana penyair multi talenta dari Surakarta, Jawa Tengah ini justru membuat terobosan dengan menyuguhkan buku puisinya yang merupakan konvergensi media 3 in 1: televisi, cetak dan internet.

Buku pusisi Sosiawan Leak. -Dok. Agus Budi Santoso.
Buku pusisi Sosiawan Leak. -Dok. Agus Budi Santoso.

Pertama di Indonesia

Lewat karya terbaru salah satu inisiator dan pegiat Gerakan Puisi Menolak Korupsi bersama penyair Semarang Heru Mugiarso ini, audiens atau penonton dapat membaca puisi sekaligus menikmati penyairnya baca puisi lewat Youtube.

Ini merupakan sebuah langkah inovasi dengan mengawinkan bentuk fisik buku dan teknologi digital yang menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan lebih efisien dan juga lebih bermanfaat.

Boleh dibilang, ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan menjadi trend setter yang akan populer merambah jagad penerbitan.

Manajemen Penerbit Elmatera mengatakan, hadirnya buku ini sekaligus melengkapi penerbitan kumpulan puisi Sosiawan Leak sebelumnya, antara lain: Wathathitha (Azza Grafika, Yogyakarta, 2016 dan Basabasi, 2018), Sajak HOAX (Elmatera, 2018), dan Wathathitha (Penerbit Basabasi, Yogyakarta, 2018).

Untuk lebih mendukung proses apresiasi tersebut, buku ini juga dilengkapi dengan QR (Quick Response) Code untuk setiap puisi, yang memungkinkan pembaca mengakes langsung karya video pembacaan atas puisi-puisi tersebut di internet melalui Youtube.

“Mudah-mudahan para pembaca bisa menikmati eksplorasi puitik yang ada pada setiap karya di buku ini serta meresapi pesan moral dan kehidupan yang terkandung di dalamnya,” ujar Sosiawan Leak dalam sebuah pernyataan pers, Senin (29/6).

Penyair Sosiawan Leak. -Dok. Agus Budi Santoso.
Penyair Sosiawan Leak. -Dok. Agus Budi Santoso.

Etape Perjalanan Spiritual

CEO TV9 Nusantara, Surabaya, Hakim Jaily, mengatakan bahwa kehadiran buku antologi ini merupakan bentuk pengabadian satu etape perjalanan spiritual seorang penyair yang melewati dan mencoba memaknai situasi dan perintah ibadah dengan perenungan substansi dan penghambaan yang begitu mendalam.

“Tak hanya Sosiawan Leak, kami semua kru di TV9 Nusantara ikut terciprati air suci kesadaran. Bak pepatah, sambil menyelam, kami pun meminum air hikmah itu,” ujar Hakim.

Hakim berharap melalui buku ini “ramadan pandemi” yang sudah kita lewati tak ubahnya sebagai anugerah indah ilahi.

Sebab, bukankah keterbatasan dan pembatasan “ramadan pandemi telah ikut membantu kita lebih mudah menundukkan diri memasung nafsu, membangun karakter dan peradaban dan mencoba sebisa kita mendekati Tuhan?

“Beruntungnya, kepada kita, Sosiawan Leak menyatakan itu semua dengan indah, melalui sastra. Jadi, akan merugi kalau Anda sampai tak memiliki buku kumpulan puisi ini,” pungkas Hakim.

Biografi Sosiawan Leak

Sosiawan Leak bernama asli Sosiawan Budi Sulistyo, lahir di Solo, 23 September 1967. Menyelesaikan studi di FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

Ia sangat produktif menulis puisi, esai, dan naskah lakon di samping menjadi aktor dan sutradara teater serta narasumber.

Ia pernah menyabet penghargaan Buku Puisi Terbaik Pilihan Panitia pada Hari Puisi Indonesia (HPI) 2016 di Taman Ismail Marzuki Jakarta melalui bukunya berjudul Wathathitha.

Dua tahun kemudian, di ajang yang sama, buku puisinya yang lain, “Sajak Hoax” terpilih sebagai Buku Puisi Pilihan HPI tahun 2018.

Buku puisi ini juga dinobatkan sebagai Buku Puisi Terbaik 2019 oleh Perpustakaan Nasional RI.

Sementara itu, puisinya bertajuk “Negeri Sempurna” menjadi Puisi Terbaik pilihan Tim Kurator Tifa Nusantara 3 tahun 2016 di Marabahan, Kalimantan Selatan.

Terlibat di Berbagai Event Puisi

Ia diundang pada acara Poetry on The Road (Bremen, 2003), Aceh International Literary Festival (Banda Aceh, 2009), Ubud Wiriters and Readers Festival (Ubud, 2010), Jakarta-Berlin Arts Festival (Berlin, 2011), One Indonesia Day Festival (Seoul, 2012), Asean Literary Festival (Jakarta, 2014), Borobudur Writers and Cultural Festival (Magelang, 2016), dan masih banyak lagi.

Sosiawan Leak juga kemudian memperoleh penghargaan Prasidatama dari Balai Bahasa Jawa Tengah sebagai Tokoh Bahasa dan Sastra Indonesia tahun 2017.

Ia melakukan poetry reading pada beberapa event, misalnya di Pasau (2003), Universitas Hamburg (2003 dan 2011), Deutsch Indonesische Gesellschaft di Hamburg (2011), Kedutaan Besar Indonesia di Berlin (2011), Korea Broadcasting System di Seoul dan Hwarang Park 667 di Ansan City (2012), dan beberapa event lainnya.

Selain itu, ia melakukan poetry reading bersama Adam Wideweisch (AS) di Rumah Budaya Kalimasada, Biltar (2012) dan bersama penyair Afrika Selatan (Charl-Pierre Naude, Vonani Bila, Mbali Bloom, Rustum Kozain) dan kurator Jerman (Indra Wussow) di Universitas Negeri Jember (2012).

Sosiawan juga melakukan program apresiasi sastra Indonesia-Jerman bersama Martin Janskowski dan Berthold Damhauser (2006–2010).

Antologi puisinya terbit dalam Umpatan (bersama KRT Sujonopuro, Penerbit Satyamitra, Solo, 1995), Cermin Buram (bersama KRT Sujonopuro dan Gojek JS, Penerbit Satyamitra, Solo, 1996), Dunia Bogambola (bersama Thomas Budi Santosa, Penerbit Indonesiatera, Magelang, 2007).

Ada pula karya antologinya: Matajaman (bersama Budhi Setyawan dan Jumari HS, Penerbit Eraqu, Magelang, 2011), Kidung dari Bandungan (bersama Rini Tri Puspohardini, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Solo, 2011), Sundel Bolong dalam Senthong (bersama Rini Tri Puspohardini, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Solo, 2012).

Karya antologi lainnya seperti: WATHATHITHA (Penerbit Azzagrafika, Yogyakarta, 2016), Sajak HOAX (Penerbit Elmatera, Yogyakarta, 2018), WATHATHITHA (Penerbit Basabasi, Yogyakarta, 2018), Bocah yang Menyusu Ular (bersama Rini Tri Puspohardini, Penerbit Elmatera, Yogyakarta, 2018).

Dan yang paling mutakhir adalah RUMAH-MU TUMBUH DI HATI KAMI (Penerbit Elmatera, Yogyakarta, 2020), dan lain-lain.

Menulis Lakon dan Jadi Sutradara

Selain menjadi penyiar, Sosiawan Leak juga aktif menulis lakon. Naskah lakonnya diterjemahkan dalam bahasa Jawa oleh Rini Tri Puspohardini telah dan terbit dengan judul Geng Toilet (Penerbit Forum Sastra Surakarta, Solo, 2012).

Bukunya yang lainnya adalah Kepemimpinan Akar Rumput (Yogja Bangkit Publisher, Yogyakarta, 2015), Anai-Anai di Gelap Badai; ODHA Terpencil Melawan Stigma (Yayasan Sheep Indonesia, Yogyakarta, 2015), dan KATA TIDAK SEKADAR MELAWAN (Instrans Publishing, Malang, 2017).

Tahun 2011, ia mementaskan monolog Sarung di Monbijoupark Berlin, Cultur Braureire Berlin, dan Institut Seni Indonesia Surakarta serta pada tahun 2012 di Cemara 6 Art Centre Jakarta.

Ia juga menulis dan menyutradarai drama kolosal produksi Yayasan Kalam Kudus Surakarta berjudul Namaku Indonesia (2013) dan Pulanglah Nak (2014), produksi Solo Batik Carnival Wahyu Tumurun (2014) dan Sedulur Papat (2015) serta produksi SMKI Surakarta berjudul Kita Nusantara (2017).

Ia juga menjadi Koordinator Gerakan Puisi Menolak Korupsi (sejak 2013) dan Koordinator Penerbitan Memo Penyair (sejak 2014).

Untuk informasi selanjutnya, Anda dapat mengikutinya lewat kanal media sosial penyair Sosiawan Leak berikut:

Twitter@sosiawanleak
Instagram@sosiawanleak
YouTube: Sosiawan Leak
Facebook: Sosiawan Leak
Email: sosiawan.leak@yahoo.com

Kontributor: Christian Heru Cahyo Saputro

Baca Juga

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Rudolf Puspa: “Abdi Abadi” adalah sebuah Tanggung Jawab

Portal Teater - Berdiri di panggung Graha Bhakti Budaya di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), pada 26 Desember 2016 ketika menerima piagam...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Terkini

Galerikertas Kembali Buka Ruang Pameran untuk Publik

Portal Teater - Setelah beberapa bulan ditutup karena situasi pandemi, awal Juli ini Galerikertas akhirnya kembali dibuka untuk publik. Pembukaan kembali galeri berbasis Depok, Jawa...

Rontoknya Kekerasan karena Cinta

Portal Teater - Apakakah kekerasan akan luluh lantak dengan indahnya alis mata, binar indah bola mata dan lentik bulu mata. Atau malah makin ganas? Dalang (sutradara)...

Teater Broadway Tutup hingga Awal 2021

Portal Teater - Teater Broadway telah mengumumkan secara resmi bahwa akan tetap menutup teaternya sepanjang sisa tahun ini hingga awal tahun 2021 mendatang. Meski demikian, pembukaan...

Buku Puisi Sosiawan Leak Berbasis Media 3 in 1 Siap Diterbitkan

Portal Teater - Buku puisi "Rumah-Mu Tumbuh di Hati Kami: Kumpulan Puisi Puasa di Masa Korona" karya penyair multitalenta Sosiawan Leak berbasis media 3...

Rudolf Puspa: “Abdi Abadi” adalah sebuah Tanggung Jawab

Portal Teater - Berdiri di panggung Graha Bhakti Budaya di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), pada 26 Desember 2016 ketika menerima piagam...