Juli 21, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Diiringi hujan, peserta aksi jalan Mojokerto-Suroboyo mencapai garis finis

Diiringi hujan, peserta aksi jalan Mojokerto-Suroboyo mencapai garis finis

Saat peserta aksi jalan Mojokerto-Suroboy memasuki garis finis pada Sabtu (4/11/2023) tengah malam di Jalan Pahlawan, Surabaya, hujan deras mengguyur Kota Pahlawan.

Tetesan air hujan membasahi seluruh jalan. Aku merasakan udara dingin mencubit kulitku dan semilir angin menyapu lembut rambutku.

Pukul 23.00 WIB, puluhan peserta terlihat mendekati garis finis. Di sekitar garis finis, ratusan orang bersorak menyambut kedatangan mereka.

Kiri, kiri, kiri, terdengar teriakan dari mulut Ahmad Fedinand Mahsuz dari tim Nyangong di Desa Kledek, Kecamatan Taman, Chitorjo.

Pada Sabtu (4/11/2023) malam saat tiba di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, rombongan Nyangong asal Desa Kledek, Kabupaten Chitorjo, Kecamatan Taman. Foto: fatal suryasurabaya.net

Pria berusia 20 tahun itu memimpin rombongan 28 rekannya yang berangkat dari Mojokerto sekitar pukul 16.00 dan tiba di sebelah Tugu Pahlawan pada pukul 23.40 WIB.

“Saya bergabung dengan ini untuk pertama kalinya. Sangat banyak Dengan penuh semangat untuk mencapai garis finis. Melelahkan, tapi mengasyikkan, katanya suarasurabaya.net Setelah melewati gerbang Portabel.

Menurutnya, fokus utama jalan kaki bersama kelompoknya adalah untuk merayakan HUT Provinsi Jawa Timur ke-78 dan mencari pengalaman baru. Menurutnya, berusaha menang bukanlah tujuan mematenkan.

“Tahun depan akan lebih besar lagi dan mudah-mudahan lebih seru lagi,” ujarnya dengan wajah gembira.

Sebelum marching band tiba, rombongan pesepeda lansia terlebih dahulu tiba di kawasan Tugu Pahlawan. Bendera merah putih dan nama komunitas ditempelkan di bagian belakang cedarnya untuk mempromosikan acara Mojosuro 2023 dan mengidentifikasi peserta.

Pengendara sepeda ondel tiba di Jalan Pahlawan Surabaya dan memuat sepedanya ke mobil pick-up untuk kembali ke kawasan masing-masing pada Sabtu (4/11/2023). Foto: fatal suryasurabaya.net

Beberapa pengendara sepeda juga basah kuyup. Menjelang pukul 23.00 WIB mereka sedang dalam perjalanan menuju kawasan Tugu Pahlawan saat diguyur hujan. Namun kaki mereka terus melangkah.

“Karena tindakan seperti ini sangat dirindukan. Sudah lama TIDAK Dilakukan,” kata Kasmuri, salah satu pesepeda yang ikut bersepeda dari Mojokerto bersama empat rekannya lainnya.

Pria asal Surabaya ini mengaku senang karena ada acara yang melibatkan sepeda tua. Kebetulan, pria berusia 57 tahun ini menyukai sepeda klasik.

“Senang mengenang masa lalu. Saya suka mengendarai sepeda ini sejak kecil,” ujarnya sambil menunjukkan sepedanya.

Hingga pukul 00.00 WIB, hujan sudah reda. Tak ada lagi tetesan air di tengah Jalan Bahlawan. Lubang kecil di aspal masih terlihat, hanya tersisa genangan air.

Mojosuro berjalan kaki saat tiba di Jalan Pahlawan Surabaya, Minggu (5/11/2023). Foto: fatal suryasurabaya.net

Aksi protes Mojokerto-Suroboy yang diikuti 8.040 peserta berhasil mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang 178 meter dan didaftarkan dalam Daftar MURI. Jumlah ini sesuai dengan umur Provinsi Jawa Timur.

Enam kategori peserta berpartisipasi dalam Mojosuro. Diantaranya adalah tim perorangan putra dan putri, tim pelajar, tim umum, tim TNI-Polri, dan divisi pakaian tempur putra dan putri, serta pakaian yang lebih khas.

Sebelum garis finis, seluruh peserta aksi jalan Mojokerto-Suroboyo dihibur dengan konser musik. Ribuan masyarakat Surabaya dan sekitarnya menikmati pesta tersebut. Mereka berbondong-bondong melihat Denny Gagnon dan banyak penyanyi lainnya.

Hingga Minggu (11/5/2023) dini hari, rombongan jalan kaki satu per satu berjalan menuju titik akhir. (ris/saf/singkirkan)