“Goro-Goro: Mahabarata 2”: Dari Kisah Padi Hingga Pencarian Kepemimpinan

Portal Teater – Teater Koma kembali menggelar pementasan karya teater ke-158 berjudul “Goro-Goro: Mahabarata 2” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (25/7). Pertunjukan ini akan berlangsung selama 11 hari hingga berakhir pada 4 Agustus 2019. Proyek pertama Teater Koma tahun 2019 ini didukung sepenuhnya oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dalam lakon terbarunya ini, Teater Koma tetap mengangkat kisah kehidupan para dewa dan wayang. Sepanjang waktu 3,5 jam pemanggungan, penonton dihipnotis oleh kepiawaian para aktor memerankan karakter para dewa dan dunia perwayangan dalam tradisi masyarakat Jawa.

Sementara itu, keindahan kostum dan panggung yang artistik seolah menenggelamkan penonton ke dalam alur cerita yang disajikan kelompok teater yang terkenal cukup tua itu. Dibalut dalam desain teknologi dan multimedia canggih, lakon ini membuat penonton tidak sadar kalau pertunjukannya telah usai.

Sejak pertunjukan “Gemintang”, Teater Koma sebenarnya mulai terbuka dengan teknologi dan multimedia. Kali ini, mereka memakai jasa Bulqini dari Bandung yang terkenal piawai mendesain artistik dan pencahayaan panggung.

Berkisah tentang Padi dan Pemimpin

Dalam karya terbarunya ini, Teater Koma ingin mengambil sumber dari kisah padi, yang dalam kehidupan masyarakat, terutama di Indonesia, menjadi sumber kehidupan. Untuk memproduksi karyanya tersebut, mereka pun melakukan riset tentang kehidupan petani dan kepercayaannya terhadap padi di Desa Ciptagelar.

Hasil penelitian sederhana mereka menunjukkan, dalam tradisi panen yang dilakukan di Desa Ciptagelar, masyarakatnya memelihara alam dan padi pun ditanam sesuai tradisi leluhur dan sumbernya.

Selain itu, masyarakat Desa Ciptagelar juga memainkan angklung dan dog-dog ketika perayaan tahunan, sebuah praktik kuno untuk menyambut Dewi Sri masuk ke dalam adegan pertunjukan. Dalam lakon ini, Teater Koma pun menyertakan permainan gamelan, yang belakangan hampir tidak pernaik dimainkan dalam pemanggungan.

Sebenarnya, sejak menggarap naskah “Mahabarata 2”, tim Teater Koma sudah membahas kisah padi. Misalnya dari mana asalnya, bisa dari India, Nepal, atau China. Dalam tradisi Jawa, padi tersebut ada hubungan yang erat dengan Batara Guru.

Konon, seorang dewi yang tinggal di cupumanuk astunamas milik Batara Narada dimunculkan Batara Guru dan diminta menjadi selirnya. Sang dewi tidak mau dan dikutuk menjadi tanaman padi. Dalam lakon “Mahabarata 2” ala Teater Koma, Nano menggabungkan antara Dewi Srinandi dari Jawa dan Dewi Lokawati asal Sunda yang sebelumnya dikutuk jadi tanaman padi.

Melalui pertunjukkan ini, Teater Koma juga mengajak penonton untuk membayangkan dan memikirkan seperti apa pemimpin yang diinginkan, pemimpin yang mencintai perdamaian demi kenyamanan dan kemakmuran bersama atau justru yang mencintai pertikaian demi meraih kekuasan tertinggi.

Pemeranan tentang karakter-karakter tersebut sangat baik dibawakan oleh para aktor. Mereka antara lain: aktor kawakan Slamet Rahardjo, Idries Pulungan, Budi Ros, Ratna Riantiarno, Sari Madjid, Netta Kusumah Dewi, Rangga Riantiarno, Tuti Hartati, Dorias Pribadi, Ratna Ully, Daisy Lantang, Alex Fatahillah, Raheli Dharmawan, Emanuel Handoyo, Bayu Dharmawan Saleh, Angga Yasti, Dana Hassan, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Yulius Buyung, Sir Ilham Jambak, Zulfi Ramdoni, Andhini Puteri Lestari, Indri Djati, dan masih banyak lagi.

Seperti Pulang Kampung

Aktor kawakan Slamet Rahardjo, yang saat ini lebih banyak tampil di layar lebar, sudah tidak asing lagi bagi publik seni. Dalam pementasan kali ini, pria berusia 70 tahun itu berperan sebaga Batara Guru.

Meski sudah uzur, tetapi kelihatan sekali stamina dan daya tarik keaktorannya ketika memainkan karakter Batara Guru. Karakter yang merupakan ayah dari Batara Kala dan Srinandi itu adalah salah satu karakter penting dalam pementasan.

Slamet adalah tamu khusus yang diundang untuk bermain dalam lakon ini’. Ketika ditawarkan oleh sutradara untuk bermain teater, ia pun serta merta mengiyakan tanpa brpikir panjang.

Dengan ikut bermain di panggung teater, Slamet pun merasa seperti “pulang kampung”. Teater adalah bidang yang pertama kali dipelajarinya sebelum menjadi aktor layar lebar. Di bawah asuhan Teguh Karya di Teater Populer, Slamet dan Nano, yang kini menjadi Pimpinan teater Koma, pertama kali bertemu.

Lakon ini akan dipentaskan sampai dengan 4 Agustus 2019, pukul 19.30 WIB, kecuali hari Minggu (28/8) dan pada hari puncak akan dipentaskan pada pukul 13.30 WIB.

*Daniel Deha

Baca Juga

Data adalah Kunci di Masa Krisis

Portal Teater - Data adalah kunci ketika sebuah kelompok bahkan negara mengalami krisis atau bencana. Mengapa penting, karena dengan data, setiap pemangku kepentingan dapat...

Jelajahi Pameran dan Koleksi Seni Museum MACAN Lewat Tur Digital

Portal Teater - Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) Jakarta membuka program tur digital untuk mengajak publik menjelajahi pameran dan koleksi seni...

Shahid Nadeem: Teater sebagai Kuil

Portal Teater - Dramawan terkemuka Pakistan Shahid Nadeem dalam pidatonya pada World Theater Day 2020 (27 Maret) mengatakan bahwa penciptaan teater masa kini harus...

Terkini

Festival Teater Nasional 2020 Ditunda

Portal Teater - Teater Gema mengumumkan secara resmi penundaan pelaksanaan Festival Teater Nasional tahun 2020. Kabar penangguhan disampaikan melalui publikasi di akun media sosialnya,...

Jokowi: Glenn Fredly Lebih Dari Seorang Musisi

Portal Teater - Presiden Joko Widodo menyampaikan kabar duka atas berpulangnya musisi gaek Glenn Fredly pada Rabu (8/4) malam. Glenn diketahui meninggal karena penyakit...

Pasien Terinfeksi Covid-19 di Indonesia Tembus 3.000 Orang

Portal Teater - Pemerintah Indonesia pada Rabu (8/4) siang merilis data perkembangan terbaru kasus virus Corona di tanah air. Seperti hari-hari sebelumnya, grafik temuan...

Solidaritas Tanpa Batas Pekerja Seni

Portal Teater - Industri seni adalah salah satu sektor yang ikut terpukul lantaran merebaknya virus Corona (Covid-19). Tidak hanya di Indonesia tapi di seluruh...

Kartu Pra-Kerja untuk Karyawan PHK

Portal Teater - Pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pemberian dana bantuan sosial dari Program Kartu Pra-Kerja kepada masyarakat yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran...