Juli 7, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Heboh, RI Amerika Serikat bayar milyaran dollar jika buka hubungan dengan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia dikatakan menerima miliaran dolar AS jika ingin bekerja untuk membuka hubungan dengan Israel. Bloomberg Presiden AS (AS) Donald Trump menjanjikan tambahan dana jika Indonesia ingin melunak dan bergabung dengan beberapa negara yang sebelumnya menormalisasi hubungan.

Media mengutip Adam Bohler, kepala eksekutif US-International Development Fund Corporation (TFC). Dia mengatakan dalam wawancara di Hotel King David di Yerusalem pada Senin (21/12/2020) bahwa jika Indonesia menjalin hubungan dengan Israel, bisa dua kali lipat dari $ 1 miliar saat ini.


“Kami sedang membicarakan ini dengan mereka,” kata Bohler seperti dikutip, Rabu (23/12/2020).

“Jika mereka bersedia, mereka siap. Jika mereka bersedia, kami akan dengan senang hati mendukung mereka secara finansial lebih dari kami.”

Foto: Adam S. Bohler, CEO Dana Pembangunan Internasional (IDFC) dan Joseph R. Bohler, Duta Besar AS untuk Indonesia. Donovan Jr. pada Jumat (10/1/2020) di Istana Merdeka Jakarta. (Biro Pers Sekretariat Presiden / Muslis Jr.)
Adam S. Bohler, CEO Dana Pembangunan Internasional (IDFC), dan Joseph R. Schmidt, Duta Besar AS untuk Indonesia; Jumat (10/1/2020) di Istana Merdeka Donovan Jr. Jakarta. (Biro Pers Sekretariat Presiden / Muslis Jr.)

Amerika Serikat membuat janji yang sama ke Oman dan Arab Saudi. Namun, jumlah pendanaan mungkin lebih rendah karena TFC tidak boleh berinvestasi langsung di negara kaya.

Bahkan, beredar rumor bahwa RI sedang mempertimbangkan untuk membuka hubungan dengan Israel. Hal itu dikemukakan sumber diplomatik Israel, seperti dikutip Times of Israel dari Channel 12 pekan lalu.

Menteri Intelijen Israel Eli Cohen menyebut Indonesia dalam sebuah wawancara tentang normalisasi hubungan diplomatik di radio militer. Ini dilaporkan oleh media lokal, Jerusalem Post.

READ  Berbagi file antar perangkat Anda tidak pernah semudah ini

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah tuduhan tersebut. Ketika juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Dee Baisasya, diwawancarai pada 14 Desember, dia mengatakan pihak Indonesia tidak pernah melakukan kontak dengan negara tersebut.

“Ada dua hal yang bisa dikatakan di sini. Pertama, Kementerian Luar Negeri tidak pernah berurusan dengan Israel. Kedua, dalam memajukan politik luar negeri, Kementerian Luar Negeri sejalan dengan amanat Konstitusi terhadap Palestina,” kata Deek dalam pernyataannya.

Sebelumnya, pemerintahan Trump melanjutkan upayanya untuk membawa lebih banyak negara Arab dan Muslim ke dalam perjanjian Ibrahim. Sejauh ini Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan dan Maroko telah sepakat untuk melakukan normalisasi dengan Israel.

Selama ini Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi bekerja sama di bidang perdagangan dan pariwisata. Indonesia juga membeli senjata dari Israel pada 1970-an dan 1980-an.

Tentara Indonesia juga sempat dilatih di Israel. Pada 1993, Perdana Menteri Yitzhak Robin bertemu dengan Presiden Indonesia Suharto di Jakarta.

(Kepala / Kepala)