Kadisbud Iwan Henry: Teater Jadi Medium Literasi Anak

Dalam sambutannya membuka pementasan "Sang Juara" oleh Teater Lorong Yunior di GKJ, Minggu (19/1) malam.

Portal TeaterTeater Lorong Yunior sukses mementaskan dua kali lakon “Sang Juara” karya dan sutradara Djaelani Mannock di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1). Pementasan yang memadukan teater, musik, dan tari ini dimulai pada sore hingga malam hari.

Kinerja perteateran grup teater berbasis Jakarta ini pun mendapat apresiasi dan dukungan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Disbud mulai tahun ini terpisah dari Dinas Pendidikan dengan tujuan agar lebih fokus mengelola platform kebudayaan.

Dalam sambutan membuka tirai pementasan, Kepala Disbud DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengatakan, Teater Lorong Yunior adalah salah satu komunitas yang bakal berada di bawah naungan Disbud untuk terus berkarya di masa mendatang.

Karena itu, pejabat yang baru saja diangkat Gubernur Anies Baswedan beberapa pekan lalu itu menyampaikan terima kasih kepada pegiat teater, kru dan manajemen produksi yang menginisiasi pementasan perdana Teater Lorong Yunior awal tahun ini.

Beberapa nama pegiat teater yang disebut Iwan Henry dalam moment itu, antara lain: pendiri Teater Tanah Air yang juga pembina Teater Lorong Yunior Jose Rizal Manua, pegiat teater anak Aditya Gumay, Ketua Lembaga Teater Jakarta Asep Martin, dan pembina Teater Mandiri Gandung Bondowoso.

“Ke depan kita siap menyaksikan pementasan kedua, ketiga, keeempat, dan seterusnya Teater Lorong Yunior di bawah Dinas Kebudayaan DKI Jakarta,” katanya di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana foto bersama aktor, kru dan tim produksi Teater Lorong Yunior dalam pementasan "Sang Juara" di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1). -Dok. portalteater.com
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana foto bersama aktor, kru dan tim produksi Teater Lorong Yunior dalam pementasan “Sang Juara” di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1). -Dok. portalteater.com

Budayakan Literasi Anak

Gagasan menjadikan teater sebagai medium literasi bagi anak-anak belakangan mulai kencang dihembuskan mengingat perkembangan mesin teknologi yang begitu kuat mengubah perilaku dan cara anak belajar.

Mengikuti gagasan tersebut, Iwan Henry meminta agar orangtua masakini perlu mendukung anak-anak untuk terlibat dalam interaksi sosial melalui komunitas kesenian.

Salah satunya, kata Iwan, lewat interaksi mereka dengan teman-teman dalam kegiatan seni pertunjukan atau teater, di samping seni tari, musik, dan lainnya.

“Anak harus lebih sering dibiasakan untuk berinteraksi dengan anak-anak yang lain. Jangan dibiasakan untuk sering menggunakan gadget,” pungkasnya.

Mengambil contoh pentas “Sang Juara” oleh Teater Lorong Yunior, Iwan Henry menandaskan, dalam pementasan itu, orangtua tentu berbangga menyaksikan anak-anaknya beraksi di atas panggung.

Sebaliknya, ketika melakukan pemanggungan dan disaksikan orangtuanya, anak-anak akan lebih percaya diri dan ingin membanggakan orangtua mereka lewat peran-peran terbaiknya.

“Pada malam hari ini, kita akan melihat seorang anak akan tampil dengan bangga di hadapan orangtuanya. Dan begitu sebaliknya, orangtua pun turut bangga menyaksikan pemeranan anaknya,” tuturnya.

Karena itu, seperti pesan dalam pementasan tersebut, Iwan Henry meminta agar orangtua perlu membiasakan anak-anaknya berliterasi dengan membaca dan menulis.

Dengan itu, anak-anak memiliki keingintahuan yang lebih terhadap segala hal yang dihadapi dalam perkembangannya.

Diketahui, lakon “Sang Juara” mengisahkan sepotong cerita mengenai ketidakmampuan anak-anak zaman ini untuk membaca dan menulis puisi dengan baik.

Fenomena tersebut sangat meresahkan panitia penyelenggara, hingga tidak ada satupun yang menjadi juara. Apalagi setelah anak-anak kedatangan artis idola mereka, dan mulai berfoto-selfie.

Aktor pementasan "Sang Juara" oleh Teater Lorong Yunior di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1) malam. -Dok. portalteater.com
Aktor pementasan “Sang Juara” oleh Teater Lorong Yunior di Gedung Kesenian Jakarta, Minggu (19/1) malam. -Dok. portalteater.com

Jadi Pemimpin

Membaca tidak hanya memperluas cakrawala pengetahuan anak-anak. Tapi bagi orangtua, dengan mengetahui apa yang dibaca dan ditulis anaknya, mereka dapat mengetahui perkembangan anak. Terutama untuk mengenal perkembangan psikologis dan biologis anak.

“Sebagai orangtua kita dapat melihat perkembangan anak dengan melihat buku yang dibacanya,” ujar Iwan Henry.

Lebih dari pada itu, kata Iwan Henry, dengan membaca dan menulis, anak-anak diasah menjadi seorang pemimpin yang layak menjadi panutan banyak orang di masa depan.

Sebab seorang pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang rajin dan pandai membaca dan menulis. Jika tidak, jangan coba-coba menjadi pemimpin.

“Kita butuh anak-anak yang pandai untuk membaca. Kita butuh anak-anak yang pandai untuk menulis. Anak-anak yang pandai membaca dan menulis, itu artinya anak-anak yang suka mencari tahu. Orang yang suka mencari tahu pasti banyak ilmu. Orang yang banyak ilmunya layak menjadi panutan. Orang yang menjadi panutan, layak menjadi pemimpin,” ungkapnya.

Ke depannya, Disbud DKI Jakarta berjanji akan terus mendukung kerja seni pertunjukan, selain seni tari, vokal dan jenis aktivitas seni lainnya.

“Dan jangan khawatir, ini terus ditingkatkan,” tutupnya.*

Baca Juga

“CAGAK”: Berani Memilih Jalan yang Benar

Portal Teater - Jika seorang anak manusia dikondisikan untuk memilih salah satu dari dua pilihan beroposisi biner: kebaikan atau keburukan, maka ia akan memilih...

HUT Ke-46 Teater Keliling: Bermula di TIM Jakarta

Portal Teater - Empat puluh enam tahun lalu, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Pada sebuah rumah yang merupakan perumahan penjaga Kebun Binatang Raden...

Mohammad Yusro Kembali Terpilih Jadi Ketua Itera

Portal Teater - Musyawarah Besar Ikatan Teater Jakarta Utara (Itera) 2020 kembali menunjuk Mohammad Yusro menjadi Ketua Itera periode 2020-2023. Sebelumnya jabatan ini dipegang...

Terkini

Suara Penyintas Kekerasan Seksual dari “Belakang Panggung”

Portal Teater - Lentera Sintas Indonesia dan Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta akan mempersembahkan teater musikal "Belakang Panggung" untuk menyuarakan kesunyian yang terkubur dari...

Taman Ismail Marzuki Baru dan Ekosistem Kesenian Jakarta

Portal Teater - Pembangunan Taman Ismail Marzuki (TIM) Baru memasuki tahap pembongkaran fisik bangunan di kawasan TIM Jakarta. Karena komunikasi publik dari pihak Pemerintah Provinsi...

Perjalanan Spiritual Radhar Panca Dahana dalam “LaluKau”

Portal Teater - Sastrawan dan budayawan Radhar Panca Dahana (RPD) akhirnya kembali ke panggung teater setelah lama tak sua karena didera kondisi kesehatan yang...

Perkuat Ekosistem Seni Kota Makassar, Kala Teater Gelar Aneka Program

Portal Teater - Sejak terbentuk pada Februari 2006, Kala Teater cukup dikenal sebagai salah satu grup teater yang memiliki sistem manajemen yang solid. Dengan sekitar...

“the last Ideal Paradise”, Site-Specific Claudia Bosse untuk Indonesia

Portal Teater - Koreografer terkemuka Claudia Bosse berkolaborasi dengan seniman dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Denpasar, dan Lampung akan menghadirkan karya site-specific mengenai terorisme, teritori,...