Desember 3, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Menristek mengungkapkan tantangan pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia

Selain itu, beberapa bahan yang dibutuhkan untuk mengembangkan vaksin COVID-19 masih terus diimpor, kata Pampang.

“Misalnya kita harus mengimpor sel mamalia, bahkan hewan untuk diuji. Jadi terkadang proses impor itu melibatkan impor reproduksi, yang terkadang bisa menunda kegiatan penelitian,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan dalam perbincangan bahwa Oktober ini, Ezkman Institute for Molecular Biology telah menyiapkan uji domestik untuk dilakukan pada hewan untuk vaksin merah putih atau vaksin Govit-19.

Pampang berharap bisa menyelesaikan tes pada akhir tahun 2020 dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Setelah akhir tahun ini, benih vaksin yang diujicobakan pada sel hewan atau mamalia akan diserahkan kepada Bio Pharma yang selanjutnya akan dilakukan produksi skala kecil, terutama untuk uji klinis,” imbuh Pampang.

Pampang menekankan bahwa semua tahapan proses persiapan vaksin, termasuk uji klinis tiga fase, akan diikuti. “Tentunya nanti BPOM akan memutuskan apakah akan menggunakan vaksin ini secara massal atau tidak.”

READ  Lihat pengakuan Gubernur Lucas Enembe setelah Keane dideportasi dari PNG