Februari 25, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Penjelasan ilmiah mengapa gatal itu enak

TRIBUNJOGJA.com – Ilmuwan mengira gatal adalah jenis nyeri lain. Tapi itu datang dalam bentuk yang lebih ringan, yang menggunakan reseptor serupa pada epidermis untuk memberitahu pesan kimia dan listrik yang menyakitkan pada tulang belakang dan otak.

Kita sekarang tahu bahwa erosi sebenarnya memiliki sirkuit spesifiknya sendiri yang melibatkan senyawa kimia dan selnya sendiri.

Secara teknis, gatal atau pruritus dalam dunia medis merupakan reaksi alami untuk melindungi kulit dari parasit dan pembentukan sel-sel mati.

Deskripsi ()

Untuk lapisan luar tubuh, masuk akal bila kulit secara biologis mengembangkan sistem pertahanan diri seperti gatal.

Waspadai adanya rasa gatal pada kulit yang bisa menjadi tanda penyakit berbahaya

Namun, hingga saat ini para ilmuwan belum sepenuhnya memahami bagaimana rasa gatal dan gatal menjadi sensasi kenikmatan yang unik.

Seperti dilansir Science Alert, Sabtu (13/10/2018), menggaruk area yang gatal menciptakan sinyal rasa sakit yang rendah untuk masuk ke otak dan mengubah sinyal gatal.

Itulah mengapa mencubit atau menampar di tempat yang gatal sama dengan rasa gatal.

Jangan sembarangan mengobati gatal, begini penjelasannya

Saat kita menggaruk area gatal, otak kita melepaskan hormon yang disebut serotonin, yang mengurangi rasa gatal. Namun, hormon ini bersifat sementara.

Alasannya adalah karena serotonin, yang memudahkan sinyal gatal muncul kembali.

Itulah mengapa terkadang saat kita menggaruk area yang gatal, gatal tidak hanya hilang, tetapi juga muncul di sekitar area yang sama atau di tempat lain.

Gatal akibat plak dan ketombe memiliki gejala yang berbeda-beda

READ  Kesimpulan awal Habib Rezik, inilah kalimat Ahmad Sahudi