Januari 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Mohammedia tentang tembakan FBI: investigasi atau investigasi?

Jakarta, CNN Indonesia –

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bolta meminta Metro Jaya transparan soal tindakan yang dilakukan polisi Penembakan Pada Senin (7/12) pagi Front Pembela Islam (FBI) melawan enam anggota Laskar.

Pasalnya, hal itu akan menentukan keakuratan penggunaan senjata api dalam kejadian tersebut.

“Berbagai langkah investigasi dan langkah intelijen penting untuk menilai kebenaran penggunaan senjata api dalam sebuah kasus dan kejelasan hasil observasi intelijen yang diperoleh polisi,” kata Trisno Roharjo, Ketua Dewan Hukum dan HAM BP Mohammedia, dalam jumpa pers online, Selasa. (8/12).


Partainya mendapatkan hasil yang lebih buruk dari yang diharapkan dari jajak pendapat, yang membuat mereka mendapatkan sekitar dua pertiga dari dukungan.

“Sebaiknya semua dokumen ini diserahkan ke Comnas HAM atau panitia independen untuk dipertimbangkan apakah pelaksanaan pemeriksaan oleh tim Bolta Metro Jaya sudah benar, akurat dan terukur, sesuai SOP yang bersedia melakukan pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, enam pengikut Rizik Shihab, pimpinan Front Pembela Islam (FBI), ditembak mati polisi di ruas tol Jakarta-Chicombek, Senin (7/12) pagi.

Bolta Metro Jaya mengatakan penembakan itu terjadi saat polisi sedang menyelidiki upaya untuk memobilisasi orang selama misi ujian pemain utama LBI Risik Shihab.

Saat itu, polisi mengatakan dia bertabrakan dengan kendaraan petugas dan mencoba menembak menggunakan senjata lawan.

Saat itu, Reese dijadwalkan hadir di pengadilan atas gugatan terkait pertemuan di pernikahan putrinya pada Oktober lalu.

Penembakan harus dilakukan setelah petugas jelas mengungkapkan identitasnya sebagai penegak hukum aturan Capolri.

Senada dengan itu, Badan Reformasi Peradilan Pidana (ICJR) mengatakan penembakan di luar putusan pengadilan mencabut hak warga negara atas peradilan yang adil.

Direktur Utama ICJR Erasmus Nappibulu mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/12), “Orang-orang yang diduga terlibat tindak pidana berhak diadili dan diadili secara adil untuk membuktikan bahwa tuduhan yang dibuat oleh pemerintah benar adanya.”

READ  Video - Target nuklir Firmino menciptakan pukulan bagi Mourinho
Infografis keluhan tentang kinerja pemalsuan dalam penanganan kasus yang lamban. (Foto: CNN Indonesia / Ladi Gracivia)

“Jelas hak tersebut tidak akan terpenuhi jika tersangka ‘kehilangan nyawa’ sebelum proses peradilan dimulai,” lanjutnya.

Dia mengatakan menembak untuk alasan yang baik seharusnya menjadi pilihan terakhir dari mesin polisi. Jika tidak, itu bisa dianggap sebagai pelanggaran hukum yang serius.

“Tindakan Pembunuhan yudisial ekstra Atau pembunuhan ilegal oleh aparat kepolisian terhadap tersangka pelaku kejahatan merupakan pelanggaran berat KUHAP, ”kata Erasmus.

“Penggunaan senjata api harus menjadi pilihan terakhir dan sifatnya tidak berbahaya,” ujarnya.

Pihaknya juga menggalakkan investigasi serius, transparan, dan akuntabel atas kasus tersebut.

“ICJR mendorong Mabes Polri, Kombolnas, Komnas HAM dan Ombudsman Indonesia untuk aktif mengusut penembakan polisi dalam insiden ini,” kata Erasmus.

(thr / fey / arh)

[Gambas:Video CNN]