Pekan Ini, Goethe-Institut Kembali Hadirkan Dua Acara Daring

Portal Teater – Pekan ini, Goethe-Institut Indonesien kembali menghadirkan dua acara budaya yang akan disiarkan secara daring: #MusicTalk: Alur Bunyi dan Bincang Kamis (BINGKIS).

Dalam program #MusicTalk: Alur Bunyi, akan ada duo musisi yang bakal tampil untuk menghibur penonton di masa pandemi corona.

Keduanya adalah kakak-beradik: Randy Danistha dan Nara Anindyaguna, yang memiliki nama panggung Random Brothers by Blood.

Namun kali ini keduanya tidak tampil satu panggung lagi lantaran protokol kesehatan menganjurkan agar menjaga jarak aman.

Mereka akan show dari tempat mereka masing-masing melalui keajaiban transfer data, sambil berinteraksi juga dengan diri masing-masing dari masa lalu.

Penampilan live streaming mereka akan ditayangkan pada Rabu (20/5) pukul 16.00-17.00 WIB di kanal Instagram @goetheinstitut_indonesien.

Program #MusicTalk: Alur Bunyi yang menghadirkan Random Brothers by Blood. -Dok. Groupe Dejour.
Program #MusicTalk: Alur Bunyi yang menghadirkan Random Brothers by Blood. -Dok. Groupe Dejour.

Kedua musisi dalam acara ini akan membahas bagaimana di masa jaga jarak yang benar-benar lebih digital dibandingkan kapan pun sebelumnya, orang harus hidup dengan saling bertukar data.

“Bagi banyak di antara kita, ini berarti terpaksa melepas dunia fisik berikut segala tantangannya, dan beralih ke sebuah platform di mana data menjadi alat pembayaran utama, atau bahkan satu-satunya,” ungkap Nara dalam sebuah pernyataan pers, Senin (18/5).

Bagi Randy dan Nara, kondisi pandemi telah mendorong banyak seniman untuk menilik kembali data lama, mengemas dan mendaur ulang materi lama ke dalam bentuk dan interpretasi baru.

Random Brothers by Blood terbentuk oleh keinginan untuk melampaui dunia yang serba kacau.

Mereka menempuh penjelahahan demi menerjemahkan pemikiran mereka melalui eksperimen pembauran berbagai disiplin dan genre untuk menghasilkan suara tersendiri.

Hasrat mereka akan alat-alat analog di Indonesia dikombinasikan dengan gairah mereka terhadap musik, sains dan teknologi membantu mereka mewujudkan musik khas mereka: musik electronic dark techno dengan sentuhan pop.

Program BINGKIS yang menghadirkan Lisabona Rahman (pemrogram dan pengarsip film) dan Sebastian Winkels (pembuat film dokumenter asal Jerman). -Dok. Groupe Dejour.
Program BINGKIS yang menghadirkan Lisabona Rahman (pemrogram dan pengarsip film) dan Sebastian Winkels (pembuat film dokumenter asal Jerman). -Dok. Groupe Dejour.

BINGKIS

Sehari sesudahnya, Goethe-Institut juga masih akan menyapa penonton lewat sajian program BINGKIS bersama “The Fiction-The Prediction” pada Kamis pukul 19:30–20:30 WIB.

Edisi keempat ini menghadirkan Lisabona Rahman (pemrogram dan pengarsip film) dan Sebastian Winkels (pembuat film dokumenter asal Jerman) yang saat ini berada di Berlin, Jerman.

Keduanya akan berbagi inspirasi dalam merespon situasi pandemi saat ini. Mungkinkah kondisi ini menjadi moment di mana kita bisa  mengingat kembali film-film yang pernah kita tonton, atau mungkin ada film-film yang ingin kita buat nantinya.

Mereka juga akan berbicara mengenai apa yang bisa dipelajari dari film-film yang menyerupai situasi saat ini.

Rizki Lazuardi (seniman) akan memandu perbincangan kedua pembuat seniman dalam percakapan bahasa Inggris.

BINGKIS adalah inisiatif baru Goethe-Institut untuk memfasilitasi para artis dan pemikir untuk merenungkan tantangan semasa pandemi dan menyikapi perspektif aktual masing-masing.

Percakapan ini disiarkan secara langsung dua minggu sekali pada hari Kamis melalui kanal media sosial Goethe-Institut.

Untuk diketahui, pada Senin (18/5), pemerintah melaporkan ada 496 kasus baru, sehingga total ada 18.010 kasus di Indonesia.

Perkembangan kasus positif yang makin besar tiap hari menimbulkan kegelisahan karena takut kehilangan pekerjaan yang lebih lama.

Para seniman, menurut Anwari, pegiat teater di Kamateatra Art Project Malang, adalah kelompok yang cukup bertahan karena masih bisa berkarya melalui produksi digital.

Namun bagi pekerja di sektor pariwisata, buruh, industri kreatif, dan lainnya, demikian terpukul oleh pandemi ini. Karena itu, masyarakat diminta untuk beradaptasi dengan “normal baru“.*

Baca Juga

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...