Januari 25, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Penemuan Quasar Jauh

Penemuan quasar 13 miliar tahun cahaya dari Bumi

Penemuan Quasar Jauh
Deskripsi penemuan quasar jauh. Foto: newsbeezer.com

Penemuan quasar terjauh yang diamati oleh peneliti Universitas Arizona berjarak 13 miliar tahun cahaya. Ini merupakan rekor 1,6 miliar tahun cahaya dari penemuan sebelumnya.

Tim peneliti mengatakan bahwa ini adalah bukti paling awal tentang bagaimana lubang berkecepatan tinggi memengaruhi galaksi dari inangnya di sekitarnya.

Disebut juga dengan quasar atau radio bintang setengah, pusat galaksi pasti sangat aktif dan berenergi. Hingga, ia akan memancarkan cahaya yang sangat terang.

Penemuan Quasar Jauh

Quasar baru dan terjauh bernama J0313-1806, mengutip peringatan ilmiah. Jaraknya sekitar 13 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Penemuan galaksi-galaksi ini sungguh menakjubkan karena semuanya berasal dari lubang hitam supermasif masif di pusatnya.

Kemudian, dari lubang hitam, bintang-bintang yang baru lahir 670 juta tahun setelah Big Bang.

“Ini adalah bukti bahwa lubang hitam ajaib dapat mempengaruhi galaksi induk di sekitar mereka. Belakangan, dari pengamatan lebih lanjut, kami tidak melihat ini terjadi pada awalnya di alam semesta,” kata Faiz Wang, astronom di Arizona Stewart Laboratory.

Dia menjelaskan bahwa penemuan quasar jauh mengumpulkan miliaran dari massa matahari. Ini akhirnya akan menjadi hal yang menantang bagi mereka. Peneliti mencoba menjelaskan bagaimana lubang hitam ini muncul.

Penjelasan umum untuk formasi ini melibatkan bintang yang meletus seperti supernova. Ketika lubang hitam ini bergabung seiring waktu, mereka secara otomatis berubah menjadi lubang hitam yang menakjubkan.

Baca Juga: Penemuan Mengejutkan dari Dasar Laut, Bikin Mencengangkan

Quasar

Quasar juga bisa berarti inti galaksi yang terakumulasi dalam lubang hitam ajaib dengan kecepatan tertentu. Dengan demikian dapat menghasilkan panas yang membara di seluruh alam semesta.

Pusat galaksi J0313-1806 ini bertambah 25 kali massa Matahari dalam satu tahun.

READ  Tanpa datang ke persidangan terlebih dahulu, ternyata Habib Rizeek kembali diperiksa polisi

Belakangan, teleskop yang lebih kuat hanya bisa mendeteksi quasar jauh sebagai titik inframerah. Belakangan, ilmuwan dari Chile Alma (Attam Larm Military / Submillimeter Array) menggunakan quasar ini untuk mempelajarinya secara mendetail.

Selain itu, pengamatan terhadap quasar jauh memecahkan rekor quasar sebelumnya, yaitu J1342 + 0928 sekitar 20 juta tahun cahaya dari Bumi.

Dengan demikian, galaksi-galaksi ini telah diidentifikasi pada jarak 690 juta tahun cahaya dari lubang supermasif 800 juta kali berat Matahari.

“Ia juga menyatakan bahwa asal mula lubang hitam ini pasti berevolusi dari mekanisme yang berbeda.” Xiaohui Fan, seorang astronom di Departemen Astronomi di Universitas Arizona, berkata.

Baca Juga: Penemuan Fosil Falcatakely Forsterae, Paruhnya Mirip Bulan Sabit

Penting dalam tahapan pembentukan bintang

Sedangkan J0313-1806 dari penemuan quasar terpencil sangat menarik. Pasalnya, ada formasi bintang yang 200 kali lebih berat dari Matahari dalam setahun.

Ini adalah salah satu fase paling intens dalam kehidupan galaksi. Laju pembentukan sangat tinggi sebelum semua bahan pembentuk bintang digunakan.

“Kami mengira lubang hitam yang berlebihan adalah alasan mengapa begitu banyak galaksi besar berhenti membentuk bintang pada satu titik. Quasar ini adalah bukti pendinginan yang mungkin terjadi sebelumnya,” kata Fan.

Dia menegaskan kembali bahwa jika lubang hitam terlalu besar, itu akan menyerap semua benda di sekitarnya sampai tidak terjadi apa-apa. Kondisi ini menyebabkan cahaya perlahan memudar. Namun, penemuan ini sangat berbeda dengan quasar yang sangat jauh.

Penemuan quasar atau galaksi J0313-1806 ini diharapkan dapat membantu para astronom. Dalam mengumpulkan apa yang menjadi misteri tentang proses penciptaan alam semesta.

“Pengamatan penemuan Quasar terjauh di masa depan akan memungkinkan Quasar untuk dipelajari lebih detail. Nanti akan memberi kita pemahaman tentang tahapan evolusi,” ujarnya. (R10 / HR Online)

READ  6 Tanaman Hias Ini Aman Untuk Hewan Peliharaan

Penerbit: Jujang

Aegis Boost Pro