April 18, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Pria yang menunggang kuda tanpa izin kepada pangeran Keraton Yogyakarta itu meminta maaf

Yogakarta, KOMPAS.com- Seorang pria mengendarai Kereta kencan Istana itu milik pangeran Yogakarta Peserta Gusti Pentana Hario (GPPH) Yudhaningrath, tanpa izin, akhirnya meminta maaf atas perbuatannya.

Momen Abdurrahman, 32, naik kereta emas, menjadi viral di media sosial dan dikritik oleh netizen sebagai najis.

“Saya mohon maaf kepada seluruh warga Yogakarta atas perbuatan saya. Saya tidak tahu aturan yang berlaku di sini,” kata Abdurrahman, Jumat (2/4/2021) di Ndalem Yudhanekaran.

Baca juga: Foto viral pria duduk di Kereta Yoga Kengana Bangaran Keraton, Asisten: Kebiasaan sedang

Abdurrahman yang menetap di Jakarta ini mengaku pernah datang ke Ndalem Yudhanekaran bersama temannya.

Sesampai di sana, dia meminta temannya untuk mengambil fotonya sedang naik kereta.

“Menurut saya kereta ini sangat menarik, jadi saya meminta seorang teman untuk berfoto sambil duduk di kereta,” ujarnya.

Compass.com/Wisang Seto Bangaripovo Pekerjaan ketika orang tak dikenal menunjukkan katak melarikan diri

Abdurrahman pertama kali mengirim foto itu ke grup WhatsApp, kemudian seorang teman memperingatkannya.

Setelah itu, fotonya menyebar di internet.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat Yogyakarta, para pegiat budaya dan keluarga Keraton,” ujarnya.

Baca juga: Laki-laki yang dianggap tidak sopan, dicari dan diklarifikasi oleh Bungeran Keraton Yogia yang duduk di dalam kereta

Judah Gulat, yang dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan bahwa Gus Dur telah meminta maaf secara langsung kepadanya. Gulat Judah juga membuka pintu untuk meminta maaf.

Saat bertemu langsung dengan Abdurrahman, Gusti Judah juga memberikan pesan khusus.

“Sudah tertulis, kalau butuh foto di bawahnya. Sudah saya bilang, jangan ambil foto kalau belum ketemu pemilik atau izinnya.