Saham Garuda Derbong, Yusuf Mansoor: Masya Allah senang sekali

Jakarta, CNBC Indonesia – Saat Indeks Campuran Jakarta (IHSG) berada pada posisi merah Kamis (12/11/2020) ini pada perdagangan, B.T. Selebriti Ustas Yousuf Mansour mengungkapkan kegembiraannya di akun Instagram-nya setelah mengetahui harga saham DPK Garuda Indonesia (GIAA) menguat.

Yusuf menulis di akun Instagram-nya, “Masya Allah … Dengan izin Allah, jika perasaan positif saya menguntungkan teman-teman, akan lebih baik jika Garuda terus maju.”


[Gambas:Instagram]

Di Posting Saham Garuda Indonesia naik 15,28% menjadi Rp 332 / unit. Ini adalah harga akhir Sesi I.

Saham Garuda memiliki volume perdagangan Rp 218,3 miliar dan volume perdagangan 681,7 juta saham.

Saham GIAA naik 37,19% dalam sepekan terakhir, 44,35% dalam satu bulan, dan 105% dalam 6 bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar ITR 8,59 triliun. Saat ini, asing mencatatkan net sale atau net sale saham Garuda senilai Rp 4,22 miliar sehingga mendorong ekuitas investor dalam negeri untuk melakukan aksi beli.

Pada dasarnya, kinerja peran Garuda terjadi di tengah rencana Kementerian BUMN di bawah Menteri Eric Tohir untuk membuat perusahaan induk terkait penerbangan dan pariwisata.

Kehadiran BUMN Aviation and Tourism akan segera habis pada akhir tahun ini, kata Garuda, salah satu anggotanya.

Irfaniaputra, Direktur Kepresidenan Garuda Indonesia, mengatakan pembentukan induk perusahaan harus segera selesai, paling tidak akhir tahun ini.

“[Dalam tahap] Persetujuan pemerintah … ya [selesai akhir tahun]Irfan kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/11/2020).

B.D. Holding akan dipimpin oleh Survai Utra Benaz (Persero) atau Penas, dengan holding company di bawahnya, maskapai penerbangan dan sponsornya, hotel-hotelnya akan dijual eceran, yang akan dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah.

Garuda Indonesia, B.D. Pembangunan Parivisatta Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (IDTC), PD Angasa Pura I dan II, dan B.T. Hotel Indonesia Nature (HIN) adalah beberapa perusahaan yang mengadakan holding ini.

READ  Langsung: Real Madrid vs Husca

Holding yang konon sudah diproduksi sejak awal tahun lalu itu dimiliki oleh B.T. Belida Air Services (Belida Air) dan Perusahaan Penyedia Layanan Navigasi Udara Indonesia (AirNow).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan penting untuk mengintegrasikan BUMN di sektor tersebut untuk menghidupkan kembali sektor penerbangan dan pariwisata yang terpukul keras oleh Pemerintah-19.

“Agar wabah berikutnya, basis ekonomi di sektor pariwisata dan penerbangan bisa lebih baik dan berjalan lebih cepat,” kata Djokovic, Kamis (6/8/2020).

Yusuf Mansour pekan lalu mengatakan akan masuk saham Garuda setelah mendapat untung dari delisting saham di PT BRISyariah Tbk (BRIS).

[Gambas:Video CNBC]

(HPS / Pi)


More from Amangkurat Kogoya

Bocorannya, Samsung baru akan merilis HP kelas menengah dengan harga terjangkau

Logo Samsung di smartphone. [Shutterstock] Diyakini perangkat ini akan dimulai dengan sistem...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *