April 21, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Terorisme dan intimidasi menuntut Risik Shihab, Bhima Arya mengatakan ini

Tempo.co, Pogor – Walikota Bogor Bhima Arya menolak menggunakan teror atau intimidasi terhadap mantan pemimpin Front Pembela Islam Risik Shihab Tentang implementasi dan penanganan Govt-19.

Bhima mengatakan dia tidak tertarik untuk menegakkan aturan dan regulasi.

“Sebagai ketua satgas, semua tindakan saya untuk melindungi warga Pokhor dan mencegah penyebaran ke Pemerintah diukur dari segi aturan dan regulasi,” kata Bima, ditegaskan Tempo, 27 Maret 2021.

Kata Bhima Arya dalam melindungi warga Kota Poker Dari mengekspos virus asal China tersebut, ia akan melakukan berbagai tindakan preventif, termasuk mencari aturan dan regulasi serta warga yang berhubungan dengannya. Covit-19 pasien.

Artinya, Bhima menyangkal bahwa yang dilakukannya adalah terorisme atau intimidasi. Saat diminta hadir sebagai saksi di persidangan, Bhima mengatakan akan memberikan keterangan yang jelas berdasarkan fakta yang ada. “Tuhan sudah siap, saya siap,” kata Bhima.

Baca juga: Polisi Mati Dilaporkan Pembunuhan Ilegal Lasker FBI.

Komentar Bhima Arya itu dilontarkan menanggapi tuduhan intimidasi dan terorisme Rizik Shihab saat dirawat di RS Poker Ummi, di mana ia dibacakan soal eksepsi Rizik di Pengadilan Jakarta Timur terkait hasil tes PGR.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rizik mengatakan hal itu Bhima Arya Mengganggu perawatan kesehatannya sendiri dan mengganggu keamanan rumah sakit. “Teror dan intimidasi yang terus menerus dari Bhima Arya sangat mempengaruhi perlakuan saya,” kata Rizik dalam eksepsi, Jumat 26 Maret 2021.

Rumah Sakit Ummi Kota Pokhor tempat Rishore Shihab menerima perawatan. Foto: Citic Permana

Risik juga menuturkan, pada 27 November 2020, dirinya dan istrinya datang ke RS Ummi untuk diperiksa dengan kain. Pasalnya, pada 17 November 2020, berdasarkan hasil uji antigen, ia dinyatakan mengidap covit.

READ  Bersiaplah, ini adalah jadwal pembukaan halaman registrasi pra-kerja di jilid 13

Namun, karena pada saat tes antigen tidak dapat dipercaya 100 persen dikonfirmasi, Reese juga melakukan isolasi independen. “Sekarang pada tanggal 27 kami berniat melakukan tes PCR, tapi pada saat yang sama berbagai bunga dibawa masuk dengan tulisan saya menderita penyakit gondok. Padahal sampelnya baru diambil,” ujarnya. Risik Shihab.

M.A. Murtado