Januari 30, 2023

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Tinggalkan RWD dan pergi ke FWD, Daihatsu Apakah all-new Xenia tangguh?

Otomotifnet.com – Daihatsu Semuanya baru Xenia Akhirnya diluncurkan di GAIKINDO Indonesia International Auto Exhibition (GIIAS) pada Kamis (11/11/2021)

New Xenia IDR dibanderol mulai dari 190,9 juta hingga Rp 242,7 juta.

Daihatsu All New Xenia Pemilihan mesin NR-VE 1.300 cc dan 1.500 cc Dual VVT-i menggunakan transmisi tipe CVT otomatis baru.

Selain itu, pembaruan Daihatsu Xenia terbaru yaitu aplikasi penggerak roda depan atau Penggerak roda depan (FWD).

Bahkan, sejak diluncurkan di Indonesia pada tahun 2004, Xenia telah menggunakan penggerak roda belakang (RWD)

Lalu apa alasannya Diehutsu Semua Xenia baru Apakah Anda memakai FWD Actuator sekarang?

“Kami melihat tren di segmen LMPV (Low Multi-Purpose Vehicle) sudah mengarah ke FWD,” kata aktivitas penjualan Daihatsu PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Hendroid Lostioso dalam konferensi pers, Jumat (12/11/2021). )

Baca selengkapnya: Di Xenia GIIAS 2021 yang semuanya baru, tema Booth Daihatsu adalah level berikutnya

Rayhan Heigl / GridOto.com

Daihatsu Xenia di GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2021.

Menurutnya, inilah saat yang tepat untuk mengupdate sistem penggerak roda All New Xenia.

“Alasannya kita bisa memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan pajak minimal sesuai dengan pajak penjualan. Selain itu, akan meningkatkan kenyamanan,” kata Hendra.

Lebih lanjut, menurut Anjar Rosjadi, Head of Marketing Product Planning and Service Parts, ADM, keputusan untuk mengubah drive RWD menjadi FWD di Daihatsu Xenia didasarkan pada survei.

“Berdasarkan respon masyarakat dan kondisi jalan yang kami lakukan survei dan kami juga melihat kondisi jalan saat ini sudah berubah dan jauh lebih baik. Misalnya saat Xenia lama diluncurkan, kemiringan jalan 18-19 derajat. Sekarang standar pemerintah sudah 10 derajat,” ujarnya.

READ  Untuk menghindari transmisi cepat putus, mobil matic tidak menggunakan teknik kick-down saat mendaki, yang merupakan cara yang tepat untuk melakukannya.

“Kemudian konsumen menginginkan kendaraan yang praktis dan dapat dikendarai di berbagai medan, tetapi mereka juga menginginkan fitur yang lebih nyaman dengan peningkatan efisiensi bahan bakar. Ini tantangan kami untuk pengembangan penggerak roda depan,” lanjut Anjar.