Mei 25, 2024

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Tujuh negara menampilkan tarian budaya di Jalan Dunjungan

Tujuh negara menampilkan tarian budaya di Jalan Dunjungan

Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023 kembali membangkitkan semangat Kota Pahlawan setelah tiga tahun absen akibat pandemi.

Tujuh negara dan beberapa daerah di Indonesia menampilkan tarian budayanya dalam festival lintas budaya di Jalan Dunjungan, Surabaya, Minggu (16/7/2023).

Salah satunya adalah tarian Andijan polka dari Uzbekistan. Populer sejak tahun 1920-an, tarian ini kental dengan nuansa klasik musik Uzbekistan.

Tarian ini juga menggabungkan struktur akord diatonis yang unik seperti terompet, koshnai, dan harmonika. Pengunjung terkagum-kagum dengan tampilan klasik negara Asia Tengah ini.

Selain itu, ada pula tarian Salip-Chieftain dari Filipina yang menggabungkan dua tarian Salip dan Chieftain. Kedua tarian ini berasal dari suku Kalinga di Cordillera Filipina.

Tari Chalib dibawakan oleh sepasang penari pria yang dikelilingi oleh penari wanita. Sedangkan Thalaivan adalah tarian para pemburu kepala. Di wilayah Cordillera, pria dikenal sebagai pemburu pemberani.

Selain itu, masih banyak lagi tarian tradisional mancanegara maupun dalam negeri yang akan ditampilkan di acara Lintas Budaya Surabaya ini.

Wali Kota Surabaya Eri Kahyadi mengendarai becak di sela-sela Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival (SCCIFAF) 2023, Minggu (16/7/2023). Foto: Frans, trainer suarasurabaya.net

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disputborabar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati menjelaskan, dengan langkah tersebut, Kota Pahlawan ingin menjadi bagian dari ruang interaksi antar bangsa melalui kegiatan budaya.

“Kita berperan besar. Surabaya ingin menjadi salah satu kota pengantar di Indonesia Budayamempresentasikan kegiatannya,” ujar Wiwiek.

Sementara itu, Mamlagat Ulaseva, ketua Uzbekistan Dance Group menjelaskan alasan mengapa kelompok tarinya mengikuti Surabaya Cross Culture. Ia merasa bahwa kegiatan ini cocok untuk organisasi mereka.

“Festival ini sangat cocok untuk organisasi kami. Harapan selanjutnya, kita bisa ikut serta dalam lintas budaya Surabaya,” kata Mamlagat.

READ  Kengerian! Untuk mematikan atap bus tabrakan jalan layang, penting untuk merencanakan rute

Mamlagat mengaku pernah tinggal di Indonesia dan dua kali mengunjungi Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Kayadi berharap kerja sama antara Indonesia dan negara peserta semakin baik melalui festival ini.

“Kita perlu bekerja sama tidak hanya dalam hal budaya tetapi juga di bidang lain.

Negara-negara seperti Yunani, India, Korea Selatan, Meksiko, Filipina, Sri Lanka, Uzbekistan, dan Prancis berpartisipasi dalam Festival Seni Rakyat Internasional Lintas Budaya Surabaya 2023.

Selain itu, peserta dari Bangalpinang (Bangka Belitung), Padung (Bali), Kentari (Sulawesi Tenggara), Flores (NTT), DKI Jakarta, Pancharmasin (Kalimantan Selatan), Bon (Sulawesi Selatan), Polewali Mantar juga turut serta dalam kegiatan tersebut. (Sulawesi Barat). Kota Surabaya dan Mojokerto (Jawa Timur). (wld/saf/rid)