Juli 4, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

UTD Battered Man di Manchester Derby

Jakarta, CNN Indonesia –

Manchester United Saya berharap dia bangun dalam derby Manchester akhir pekan ini. Namun, keyakinan itu sulit ditolak Kota Manchester dari Liga Primer.

Ada tiga alasan MU kembali ke jalan sukses dalam laga melawan rival sekota melawan Man City. MU masih terpuruk meski tersingkir dari Liga Champions, laporan perumahan di awal musim ini tidak kredibel dan rapor bagus warga di markas MU.

Pemain MU sudah menderita mental sebelum laga ini. Bruno Fernandez dkk. Itu jelas terjadi setelah gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions.


MU yang ingin lolos ke tahap selanjutnya bersama Paris Saint-Germain, malah masuk kotak penalti. Saingan semifinal musim lalu R.P. Tidak dapat bersaing dengan Leipzig.

Sungguh menyakitkan saat MU gagal mengimbangi babak knockout. Tim yang bermarkas di Old Trafford itu harus bersiap turun ke pelaminan bermain di Liga Europa, meski berada di posisi prakualifikasi.

Manchester United tersingkir dari penyisihan grup Liga Champions (AP / Matthias Schroeder)

Posisi MU masih jelang laga kelima kontra PSG. Namun, PSG 1-3 dan R.P. Dua kekalahan berturut-turut di Leipzig 2-3 telah memupus harapan Manchester United untuk benar-benar percaya bahwa mereka dapat berbicara lebih banyak di Liga Champions musim ini.

Dalam situasi yang tidak ideal, MU harus bersiap menghadapi laga berharga melawan Man City. Bentrokan kedua tim bukan hanya perebutan tiga poin, tapi juga untuk menentukan siapa tim itu ‘Master Manchester’.

Sayangnya M.U. MU boleh saja optimistis bisa memenangi dua pertemuan musim lalu, namun hal seperti ini akan sulit dilakukan lagi di musim 2020/2021.

MU telah memainkan lima laga kandang di Premier League musim ini. Alhasil, tim asuhan Ole Gunner Soulscare menelan tiga kekalahan, satu hasil imbang, dan satu kemenangan.

READ  Attack on Titan: Apa yang terjadi dengan Yimir Fritz?

Dalam lima pertandingan, MU kebobolan 10 gol dan berhasil membobol gawang lawan hanya tiga kali. Tottenham Hotspur menjamu MU 1-6 pada pekan keempat Liga Inggris Oktober lalu.

Raheem Sterling dari Manchester City, di sebelah kiri, merayakan dengan Kevin de Bruyne dari Manchester City selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester City dan Fulham pada hari Sabtu, 5 Desember 2020 di Stadion Etihad di Manchester, Inggris.  Foto / Dave Thompson)Manchester City Ode akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan di Trafford. (AP / Dave Thompson)

MU boleh saja sedikit tersenyum, karena Man City bukanlah tim yang konsisten dalam memburu kemenangan hingga pekan ke-11. Warganet sudah menelan dua kekalahan dan tiga hasil imbang dari 11 pertandingan sejauh ini.

Namun, rekor kurang percaya diri tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa Man City adalah tim yang berbahaya saat bermain di Old Trafford. Diumumkan oleh Apta, di era Man City Premier League lebih banyak kemenangan di kandang sendiri bagi lawan, yaitu kebanggaan MU saat bermain di stadion.

Tim asuhan Pep Cardiola telah memenangkan tujuh jarak di Old Trafford. Lebih buruk lagi, enam kemenangan datang dari sembilan perjalanan terakhir ke Old Trafford.

Rapor yang bagus ini tentunya mengental harapan Man City memperburuk penderitaan MU. Selain itu, Man City tampil dengan modal berbeda saat memasuki babak 16 besar Liga Champions, tidak seperti rival sekota mereka yang terjebak di babak penyisihan grup.

Dengan catatan yang tidak bias seperti itu, M.U. Keputusan negatif itu memperburuk langkah Setan Merah memasuki perebutan gelar Liga Inggris musim 2020/2021.

Kesaksian iklan spanduk GIF

Pertandingan melawan Man City juga penting untuk Soulscare. Kemampuan manajerial pria Norwegia itu kembali dipertanyakan setelah United tersingkir di fase grup Liga Champions.

Nama pelatih Argentina Mauricio Pochettino telah kembali ke permukaan. Mantan pelatih Tottenham Hotspur ini memang sudah lama diumumkan sebagai pelatih terbaik di bangku cadangan MU.

READ  4 hewan ini biasanya tidak makan hidup-hidup dan menjijikkan

MU sendiri tidak pernah menjadi tim yang konsisten dengan Soulscager. Di tangan pelatih berusia 47 tahun, tim yang mengoleksi 20 gelar Liga Inggris itu akan tampil bagus dalam sebuah pertandingan.

Trennya, MU akan tampil lebih mantap saat melakukan akselerasi di tikungan Soulscare akibat rentetan hasil buruk. Namun kerap kali MU bermain buruk dan antusias usai banyak pertandingan dengan hasil positif.

Dengan kontradiksi seperti itu, M.U. Cardiola sudah memiliki cara ampuh untuk meredam permainan MU agar rival sekotanya tidak mengalahkannya dua kali.

(Juni)

[Gambas:Video CNN]