Mei 14, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

3 Berita Techno Teratas Hari Ini: Samsung Galaxy A12, Genos, Supersperter Danger

Tempo.co., Jakarta – Top 3 Techno Berita hari ini Samsung Galaxy A12 masuk hari ini untuk periode flash sale di Indonesia mulai Senin 28 Desember 2020 selama dua hari ke depan. Perangkat tersebut telah diperkenalkan untuk melengkapi jajaran Samsung Galaxy A menggantikan Galaxy A11 sejak Maret lalu, kemudian dirilis secara global pada 24 November sebelum diumumkan tiba di Indonesia pada Kamis pekan lalu.

Genos, salah satu pengembang perangkat pengendali virus korona Kotja-19, adalah Diane K., dari Universitas Katja Mada (UGM). Noorputra menjelaskan, setelah mendapat izin edar 24 Desember 2020 mendatang, pihaknya harus memiliki banyak calon pembeli. Bahkan ada yang datang dari luar negeri.

Selain itu, Anna Rosaliani, pulmonolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengingatkan potensi penyebaran Govt-19 di cluster keluarga. Selama ini masyarakat meyakini lingkungan keluarga aman dari penyebaran penyakit menular.

Berikut tiga berita terpopuler di channel Techno:

1. Perbandingan penjualan flash dengan Samsung Galaxy A12, cek harga dan A11

Samsung Galaxy A12 12. Kredit: Samsung

Samsung Galaxy A12 Periode flash sale di Indonesia memasuki hari ini, Senin, 28 Desember 2020, selama dua hari ke depan. Perangkat tersebut telah diperkenalkan untuk melengkapi jajaran Samsung Galaxy A menggantikan Galaxy A11 sejak Maret lalu, kemudian dirilis secara global pada 24 November sebelum diumumkan tiba di Indonesia pada Kamis pekan lalu.

Saat dirilis Kamis lalu harga normalnya adalah Rs 2.499.000 untuk RAM 4GB, dan Rs 2.799 juta untuk RAM 6GB, periode flash sale menampilkan harga spesial Rs 2.399 juta dan Rs. 2.699 juta. “Dengan memori dan baterai yang bagus, Galaxy A12 akan membantu produktivitas Anda,” kata Manajer Pemasaran Produk Samsung Electronics Indonesia Irfan Rinaldi saat peluncuran.

READ  Jadwal Final M2 Mobile Legends, 24 Januari 2021: Juara Baru Lahir!

Ia menunjuk baterai 5.000 mAh dengan teknologi pengisian cepat 15W, plus RAM 6 GB dan memori 128 GB. Selain itu, memiliki quad camera dengan sensor utama 48MP dan kamera depan 8MP, prosesor octa core MediaTek Helio P35 yang konon mampu memuluskan aktivitas pengguna sehari-hari, serta fitur folder aman untuk lebih menjaga privasi dan teknologi keamanan lapisan Samsung. Knox.

2. Mendapat Izin Pemasaran Genos, UGM: Multiple Order, Hingga Perusahaan Singapura

Kit uji Covit-19 melalui nafas genus yang dikembangkan UGM. Foto: Dokumen UGM

Genos, salah satu pengembang alat pengendalian virus korona Kotja-19, adalah Diane K., dari Universitas Katja Mada (UGM). Noorputra menjelaskan, setelah mendapat izin edar pada 24 Desember 2020, banyak calon pembeli yang ingin memesan untuk pihaknya. Bahkan ada yang datang dari luar negeri.

“Setelah mendapat izin, banyak yang beritanya. Ponsel saya dan ponselnya tidak berhenti berdering. Mereka dari luar negeri, datang dari perusahaan besar di Singapura,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Senin 28 Desember 2020 tentang perkembangan genom dan uji cepat antigen sebate. Kata.

Katja Maha Electronic Nose adalah perangkat genetik atau berumur pendek yang mendeteksi virus Kovit-19 dengan menghirup pasien yang diduga terinfeksi virus. Perangkat tersebut dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat mendeteksi partikel tertentu dengan Covit-19 yang disediakan oleh pasien.

3. Govit-19, dokter paru FKUI memperingatkan adanya bahaya superspeeder di gugus keluarga

Deskripsi virus Corona atau Govit-19. Shutterstock

Anna Rosaliani, pulmonolog Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran Govt-19 di cluster keluarga. Selama ini masyarakat meyakini lingkungan keluarga aman dari penyebaran penyakit menular.

READ  Brigjen Avi menantang mereka yang menentang penangkapan Ustas Maher

Padahal, jelas Anna, lingkungan keluarga masih berisiko meloloskan Govt-19. Risiko ini disebabkan oleh anggota keluarga yang bekerja atau terlibat di luar rumah dan tidak menegakkan protokol kesehatan dengan benar.

“Kalau orang mengira keluarga adalah tempat yang aman, tapi belum subur kemungkinan virus masuk ke rumah karena anggota keluarga masih tertular, lalu pulang,” ujarnya.

Hal tersebut diungkapkan Anna pada Program Pengabdian dan Pemberdayaan Sosial Universitas Indonesia tentang Kesehatan Penuaan yang diselenggarakan secara online pada Minggu, 27 Desember 2020. Ia mengingatkan setiap anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah untuk selalu menggunakan tata tertib kebersihan dengan baik agar tidak keluar rumah. Virus.