Brazil Terpukul Covid-19, Bolsonaro Terdesak

Portal Teater – Brazil kini menjadi episentrum baru di Amerika Latin sejak kasus pertama diumumkan 26 Februari lalu.

Situs Worldometers mencatat pada Rabu (20/5) ada 271.885 kasus di negara itu, menjadi negara keempat yang paling terpukul oleh pandemi virus corona setelah Amerika Serikat, Rusia dan Spanyol.

Dari total kasus, sebanyak 17.983 pasien telah meninggal dunia dan 106.794 pasien telah dinyatakan sembuh.

Jumlah kematian di Brazil terbesar keenam di bawah AS (93.533 orang), Inggris (35.341 orang), Italia (32.169 orang), Prancis (28.022 orang), Spanyol (27.778 orang).

Pada Selasa (19/5), otoritas setempat melaporkan ada 16.517 kasus dan 1.130 kematian baru. Jumlah kematian dalam sehari ini terbanyak kedua setelah AS dengan 1.552 kematian.

Lamban dan Gagap

Beberapa pakar menilai bahwa lonjakan kematian di negara adidaya sepakbola itu terjadi karena jumlah tes yang tidak memadai, menurut laporan BBC Indonesia.

Mereka bahkan memperkirakan jumlah kasus 15 kali lebih besar jika pengetesan masif dilakukan di negara berpenduduk 212 juta jiwa itu.

Kelambanan dan kegagapan pemerintahan Jair Bolsonaro telah menyebabkan ratusan ribu penduduk terinfeksi virus mematikan ini.

Presiden Bolsonao, yang terpilih pada 2018 dari partai sayap kanan Brazil, sejak awal bahkan melihat virus corona sebagai “flu biasa”.

Pernyataan yang sangat mirip dengan Presiden Donald Trump di AS atau sejumlah pejabat tinggi pemerintah di Indonesia.

Sebagai konsekuensi dari ketidakpercayaan pada kebenaran ilmiah virus corona, sistem kesehatan di kota terbesar Brasil, Sao Paulo, dikatakan dapat kolaps dalam dua pekan mendatang.

Kota berpenduduk 12 juta jiwa itu telah kehilangan lebih dari 3.000 orang karena Covid-19 karena mayoritas warga di kota itu mengabaikan protokol kesehatan.

Para petugas makam melakukan persiapan dalam proses pemakaman massal di Manaus, kawasan Amazon, Brasil, 6 Mei lalu. AFP/Getty Images.
Para petugas makam melakukan persiapan dalam proses pemakaman massal di Manaus, kawasan Amazon, Brasil, 6 Mei lalu. AFP/Getty Images.

Dikritik

Strategi penanganan yang amburadul dari pemerintahan Bolsonaro memicu kritik publik yang luas, termasuk dari bawahannya sendiri.

Salah satunya Menteri Kesehatan Nelson Teich. Tidak tahan dengan cara-cara pimpinannnya, Teich pun akhirnya mengundurkan diri pekan lalu setelah menjabat hanya sebulan.

Teich mula-mula mengkritik dekrit yang dikeluarkan Bolsonaro ketika ia mengizinkan pusat kebugaran dan salon kecantikan dibuka.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Brasil Luiz Henrique Mandetta juga bersoal jawab dengan Bolsonaro terkait penanganan Corona. Bolsonaro memecat anak buahnya pada April lalu.

Mandetta mempromosikan isolasi sebagai strategi untuk menahan penyebaran virus. Namun, Bolsonaro menganggap itu berlebihan.

Pemimpin populis ekstrem kanan itu bahkan ikut berdemo dengan pendukungnya untuk menolak lockdown atau penguncian wilayah pada pertengahan April lalu.

Ketika Kota Sao Paulo dan Rio de Janeiro mendeklarasikan keadaan darurat karena virus corona, Bolsonaro mendaraskan kritik keras.

“Orang-orang bertindak seperti itu adalah akhir dunia. Beberapa gubernur mengambil langkah-langkah yang benar-benar akan melukai ekonomi kita. Yang perlu kita lakukan adalah mengurangi histeria,” ujar Bolsonaro, melansir AFP, Selasa (17/3).

Awal bulan ini, kemarahan publik makin luas terhadap cara-cara dan pernyataan Bolsonaro. Meski beberapa pendukung garis kerasnya masih mengeluk-elukkan pemimpin populis itu.

Para gubernur, politisi, petugas medis dan tokoh-tokoh media melontarkan kecaman atas kurangnya empati presiden mereka.

Namun Bolsonaro, seperti para pemimpin populis di negara lain, enggan melakukan lockdown karena takut ekonomi terguncang dan biar terlihat kuat dan tangguh oleh pendukungnya.

Lantas, gaya agresif dan respons buruk terhadap pandemi telah menyembulkan kontroversi di Brazil dan pada akhirnya mungkin merugikan pemerintahan Bolsonaro, kata Sergio Olimpio Gomes, seorang juru kampanye utama selama Pilpres 2018 lalu.

Mengutip Bloomberg, ia mengatakan presiden sedang menggerakkan begitu banyak ketegangan politik selama pandemi sehingga itu berisiko menjadi sasaran protes jalanan ketika gelombang mereda.

Bahkan Olimpio memperingatkan bahwa itu akan menjadi lebih mungkin jika presiden tidak mengubah taktik dalam sisa dua setengah tahun masa pemerintahannya.

“Saya melihat kemungkinan 50 persen Bolsonaro tidak berhasil sampai akhir masa jabatannya,” katanya. “Para pemilih sayap kanan merasa bahwa Bolsonaro telah mengecewakan mereka,” imbuhnya.*

Baca Juga

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Dini Ditu” Teater Kalangan: Menjahit Publik di Ruang Digital

Portal Teater - Kehadiran pandemi virus corona barangkali tak pernah dipikirkan atau diramalkan, meski ada teori konspirasi yang menyeruak belakangan bahwa Bill Gates telah...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Terkini

Rudolf Puspa: Kiat Terus Berkiprah

Portal Teater - Sebuah catatan sekaligus menjawab pertanyaan seorang ibu, guru Bahasa Indonesia di sebuah SMA di Jakarta, membuat saya segera membuka tembang lama...

“Mati Konyol”: Paradoks, Retrospeksi, Kegamangan

Portal Teater - Pintu rekreatif tulisan ini dibuka dengan pertanyaan dari seorang awam, tentang apa uraian dramaturgi, dramaturg, dan drama. Bagaimana ciri, konvensi, guna,...

Menolak Mati Konyol di Era Konyol

Portal Teater - Uang, teknologi, status sosial, jabatan, pangkat, citra, dan popularitas, barangkali adalah serangkaian idiom yang menghiasi wajah kehidupan manusia hari ini. Menjadi...

Buntut Corona, FDPS 2020 Disajikan dalam Format Digital

Portal Teater - Festival Drama Pendek SLTA (FDPS) 2020 yang digagas Kelompok Pojok direncanakan diadakan pada April kemarin. Buntut pandemi virus corona merebak di Indonesia...

Seni Berkekuatan Daya Getar

Portal Teater - Seni adalah kekuatan yang memiliki daya getar. Bertahun-tahun aku dibimbing pelukis Nashar untuk mempelajari kesenian tanpa ingat waktu, lapar dan kemiskinan. Aku...