Maret 2, 2021

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

China membawa model batu ke bulan menggunakan drone luar angkasa

China telah meluncurkan pesawat ruang angkasa untuk mengangkut para kolektor batu ke bulan.

Jakarta (Lombost.com) – China meluncurkan pesawat ruang angkasa robotik ke bulan pada pukul 4:30 pagi waktu Beijing dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di pulau Hainan, China selatan. Pesawat ruang angkasa itu bertujuan untuk mengumpulkan sampel batuan dan membawanya ke Bumi.

Pesawat ruang angkasa, roket pembawa terbesar China, diluncurkan oleh Long March-5. Komandan Peluncuran Zhang Xue mengatakan proses keberangkatan penerbangan berhasil, dikoordinasikan oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China.

Sebagai informasi, nama dewa langganan dalam sejarah Tiongkok kuno adalah Chang. Keberhasilan misi ini memungkinkan China menjadi negara ketiga di dunia yang berhasil memodelkan batuan dan tanah dari bulan setelah Amerika Serikat dan bekas Uni Soviet.

Chang-5 memiliki berat 8.200 kg dan membawa dua kendaraan, pendarat dan pendaki, yang sekarang akan dikirim ke permukaan bulan dalam delapan hari pertama. Jika semua berjalan sesuai rencana, alat akan menggunakan tangan robotiknya untuk mengumpulkan batu dan kotoran.

Batuan dan lumpur ini kemudian akan dipindahkan ke kendaraan pendaki, setelah itu pemanjat akan dibawa kembali ke orbit. Sampel tersebut kemudian dipindahkan ke kapsul dan dibawa ke Bumi dalam waktu sekitar 23 hari.

Para ilmuwan berharap model tersebut akan membantu mempelajari lebih lanjut tentang asal usul dan pembentukan bulan. Sebagai informasi, China meningkatkan program luar angkasa, dan misi bulan sejauh ini merupakan misi paling ambisius di China hingga saat ini.

Objek terakhir yang diambil dari bulan pada Agustus 1976 oleh misi Luna-24 Uni Soviet diambil lama sekali. Dan pada 2019, China berhasil mendaratkan pesawat luar angkasa pertama dalam misi Chang-4 di sisi gelap bulan.

READ  Mitsubishi Jual Pajero Sport Edisi Terbatas di RI, Ini Harganya

Sementara itu, pada Juli, China meluncurkan pelayaran independen pertamanya ke Mars. China berencana membangun stasiun luar angkasanya sendiri pada 2022, mengirim tim dan menyelidikinya pada Kamis 2029.

Penulis

Metcom