Hampir 80% dari total kasus pasien pemerintah-19 sembuh, Alhamdulillah!

Kasus yang aktif secara nasional berada dalam persentase yang sangat kecil dibandingkan dengan timbulnya epidemi.

Mimpi – Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah orang yang panik atas kasus Pemerintah-19 telah menurun. Tidak hanya mereka mulai mempelajari informasi tentang virus corona, tetapi banyak juga yang sudah berpengetahuan dan disiplin dalam menegakkan protokol kesehatan saat berada di luar.

Titik terang dalam kasus Kovit-19 diungkap oleh Reza Protosmore, juru bicara Satgas Penanganan Kovit-19, yang mengatakan jumlah kasus aktif di Indonesia berada pada persentase yang sangat rendah dibandingkan dengan awitan epidemi.

“Lebih banyak pasien positif telah pulih dengan Govit-19, sehingga total menjadi 381.910, atau 305.100 atau hampir 80 persen,” katanya dalam pernyataan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Hingga saat ini, kasus aktif nasional Pemerintah-19 telah mencapai 63.733 atau 16,6 persen dari seluruh kasus. Jumlah pasien yang sembuh juga meningkat 4.094 kasus.

Dengan peningkatan angka kesembuhan tersebut, produksi obat Departemen Farmasi Nasional telah didistribusikan ke 34 provinsi dan 760 rumah tangga sejak Kamis pekan lalu.

Berdasarkan data tersebut, Raisa juga optimistis angka kesembuhan Pemerintah ke-19 akan terus meningkat dari waktu ke waktu.

(Sumber: Covid19.go.id)

Ingatlah selalu untuk mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak untuk mencegah virus COVID19. Jika tidak, Anda akan kehilangan orang yang Anda cintai di masa depan.

1 dari 6 halaman

Bagaimana vaksin Covit-19 dikembangkan? Ini adalah level-levelnya

Mimpi – Viku Bhakti Pavono Adisasmito, juru bicara Satgas Penanganan Pemerintah-19, menjelaskan vaksin Pemerintah-19 harus melalui tahapan pengembangan sebelum bisa diproduksi secara massal. Setidaknya ada lima level yang harus dilalui.

Menurut Viku, langkah pertama yang harus dilakukan adalah riset dasar. Pada titik ini, para peneliti sedang menjajaki kemungkinan metode berdasarkan sains yang umum digunakan.

READ  Bocah Kleptomania Ketagihan, Apa Pengaruhnya Terhadap Otak Anak? Semua halaman

“Dalam penelitian dasar ini, fokusnya hanya pada virus, sel yang terkait dengan virus, dan sel yang telah terinfeksi dan berkembang biak,” kata Vic.

Vick mengatakan tujuannya adalah untuk melihat reaksi sejumlah besar sel yang dikalikan oleh virus. Dalam proses ini, vaksinasi dalam jumlah terbatas biasanya dilakukan.

6 halaman2

Uji Pra-Rumah Sakit

Tahap selanjutnya dari uji pra-klinis. Pada tahap ini, vaksin yang disiapkan diuji pertama kali di sel dan kemudian pada hewan. Pengujian praklinis adalah untuk memastikan vaksin tersebut aman saat diuji pada manusia.

Tahap selanjutnya adalah uji klinis tiga fase. Tahap pertama memastikan keamanan dosis pada manusia dan mengevaluasi farmakologi dan dinamika obat untuk menentukan dosis aman pada manusia.

Fase kedua melibatkan studi terhadap manusia dengan ukuran sampel 100 hingga 500 individu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan memastikan apakah keselamatan dapat dicapai pada manusia dan mengevaluasi efektivitasnya serta mengetahui dampak dan frekuensi optimal keganasan dan efek samping jangka pendek.

3 halaman dari 6

Fase paling menentukan

Masuk tahap ketiga dengan uji sampel 1.000 hingga 5.000 orang. Fase ini untuk memastikan keselamatan, kinerja, dan manfaat yang lebih besar daripada risiko penggunaan dalam populasi besar.

Tahapan ini juga menentukan apakah suatu calon vaksin diproduksi secara massal atau tidak. Jika uji klinis fase ketiga sudah selesai dan hasilnya memuaskan, maka akan memasuki fase persetujuan.

“Kami memastikan untuk mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (PAT), dan semua proses pengujian ini telah berjalan dengan baik sehingga mereka dapat memasuki proses persetujuan, dan sejumlah besar vaksin diproduksi setelah itu,” kata Vicky seperti dikutip. Covid19.go.id.

4 halaman dari 6

READ  Empat astronot tiba di stasiun luar angkasa dengan SpaceX

Pondok pesantren harus terbuka untuk santri sehingga tidak ada cluster transmisi Pemerintah-19

Mimpi – Dalam beberapa minggu terakhir, ada gugusan pondok pesantren tempat Govt-29 dipertukarkan. Dibandingkan dengan masyarakat umum di rumah, potensi penyebaran Govt-19 di pesantren sangat tinggi.

Mastalina Bane, ahli epidemiologi dari Ikatan Ahli Epidemiologi Indonesia, menjelaskan kepada MSI bahwa kelebihan populasi santri di pesantren dipengaruhi oleh dunia luar.

“Tapi kalau Chandri jarang terkoneksi dengan dunia luar, relatif aman. Saya lihat banyak pesantrans yang menerapkan sistem ini. Uji Mereka tidak didambakan, ”kata Mastalina dalam jumpa pers, Kamis, 22 Oktober 2020.

5 dari 6 halaman

Mastalina menjelaskan, ada potensi Govt-19 menyebar di lingkungan Besantren saat pengunjung datang.

Masalahnya adalah saat penonton masuk dan keluar. Penonton pasti menimbulkan bahaya bagi orang luar, katanya.

Oleh karena itu, Ikatan Ahli Epidemiologi Profesional Indonesia telah melakukan upaya Bertahan hidup pesantren terhadap penonton atau Populasi dekat, Dengan memeriksa kesehatan para siswa.

“Jadi banyak langkah yang kita lakukan di bidang kesehatan, misalnya Bertahan hidup Dan secara berkala periksa virus. Oleh karena itu, kami juga meminta dukungan kepada pelajar dan kelompok besantren jika ada puskesmas yang ingin melakukan survei untuk melihat kesehatan teman-teman, ”ujarnya.

6 dari 6 halaman

Ia meminta mahasiswa untuk mendukung inisiatif tersebut. Chandry harus segera melapor jika mengalami gejala seperti Govt-19.

“Kalau ada siswa yang gejala-gejala itu ringan, tapi jangan ditutup-tutupi. Jadi laporkan ke dewan pesantren dan bisa diperiksa,” kata Mustalina Payne.

Di tempat terpisah, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof.Dr. KV Nazaruddin Omar mengimbau para mahasiswa untuk selalu berupaya memerangi wabah Pemerintah-19.

“Semua penyakit itu dari Allah, tapi upaya itu harus sesuai dengan perintah Allah. Ada solusi untuk semua penyakit. Coba cari jalan itu, jangan putus asa,” jelas Nazaruddin.

Dalam wabah seperti ini, Omar Chandri meminta masyarakat tidak tinggal diam mencari solusi untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Chandri harus aktif ketika mahasiswa mengusir orang Belanda menjalankan perintah jihad. Jadi saat terjadi wabah, mahasiswa bisa mengusir virus corona. Misalnya berdoa dan menjadi panutan masyarakat untuk menerapkan etika kesehatan,” lanjut Omar.

More from Amangkurat Kogoya

Anak-anak mengeluh tentang sakit gigi, yang mungkin menjadi penyebabnya, jangan anggap remeh

Hal ini dikarenakan anak sering makan yang manis-manis (permen, gulali, es krim,...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *