Februari 6, 2023

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Honda lamban di MotoGP karena Repsol lebih banyak ikut campur

Jakarta

Pabrikan Honda itu telah menorehkan rekornya di ajang MotoGP selama tiga musim terakhir. Selain karena pebalap andalan mereka, Marc Marquez, menderita cedera jangka panjang, ada faktor lain yang tidak bisa memunculkan performa terbaik merek asal Jepang tersebut. Faktor itu adalah sponsor utama Repsol, yang sangat terlibat dengan tim.

Hal ini dikemukakan oleh insinyur Aprilia Giulio Bernardel. Menurut Bernardel, Repsol mendominasi pengambilan keputusan dalam tim. Meski Honda Racing Corporation (HRC) memiliki lebih banyak pengalaman di dunia balap, HRC harus mengambil lebih banyak keputusan.

Marc Marquez terakhir juara MotoGP pada 2019 lalu Foto: Getty Images/Defody Images via Defody Images

“Dalam beberapa tahun terakhir administrasi HRC sering tidak (mengambil keputusan) mengingat kekuatan besar sponsor Repsol dan Spanyol. Orang Jepang (di kubu HRC) harus lebih terlibat dan terlibat dalam manajemen langsung mereka. Investasi seharusnya tidak hanya terkait dengan nasib Márquez, tetapi harus memiliki visi jangka panjang,” kata Bernardel seperti dikutip. Motoson.

Secara umum, menurut Bernard Elle, motor Honda dan merek motor lainnya masih kompetitif di MotoGP. Yang diperlukan hanyalah beberapa modifikasi untuk membuat motor non-kompetitif kembali kompetitif.

“Saat ini di MotoGP, di atas kertas semua motor sangat kompetitif, perbedaannya adalah Anda harus sangat, sangat halus untuk mendapatkan yang terbaik dari Michelin tanpa menyebabkan terlalu banyak keausan ban,” lanjut Bernardel.

“Seperti yang saya katakan, Honda masih tahu cara kerjanya: Anda harus menyatukan semua potongan teka-teki,” katanya.

Tonton videonya”Repsol Honda: Semuanya berubah sejak MotoGP Mandalika
[Gambas:Video 20detik]
(ambil/dari)