Agustus 17, 2022

Portal Teater

Periksa halaman ini untuk berita utama terkini Indonesia,

Ini merupakan curah hujan ringan hingga lebat di Indonesia hingga 23 Juli 2022.

KOMPAS.com – Dewan Meteorologi Iklim dan Geofisika (PMKG) peringkat, jumlah hujan Mulai dari ringan hingga ekstrim berpotensi melanda sebagian besar wilayah Indonesia, bahkan saat memasuki musim kemarau.

Posisi ini akan berlangsung hingga minggu depan atau 16-23 Juli 2022.

Ini karena banyak peristiwa dinamis atmosfer skala global-regional yang signifikan masih aktif.

Di antara mereka, peristiwa La Niña diidentifikasi sebagai yang paling aktif dengan kategori lebih lemah pada Juli 2022.

“Kondisi ini masih mempengaruhi distribusi umum uap air di atmosfer Indonesia,” kata Deputi Meteorologi Kuzwanto dalam keterangan resminya. Kompas.com, Minggu (17/7/2022).

Baca selengkapnya: BMKG: Waspada gelombang sangat tinggi hingga 6 meter, daftarkan wilayahnya

Peluang hujan untuk minggu berikutnya 16-23 Juli 2022 adalah sebagai berikut:

hujan Sedang padat

  • Jawa barat
  • Jawa Tengah
  • Kalimantan Tengah
  • Sulawesi Utara
  • Sulawesi Tengah
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua.

Baca selengkapnya: Hujan diprakirakan untuk Jakarta dan Jawa Barat minggu depan, dengan BMKG mengatakan masih ada kemungkinan banjir

Hujan ringan sedang

  • Sakit
  • Gelisah
  • Sumatera Selatan
  • Kepulauan Banga Belitung
  • lampu
  • bandon
  • DKI Jakarta
  • Di Yogyakarta
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Corandalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan.

Japotedabeg

Sementara itu, untuk wilayah Jabodetabek masih perlu diwaspadai kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada sore hari, terutama di bagian barat, timur, dan selatan.

Baca selengkapnya: Sejuknya Udara di Jawa, BMKG: Menjelang Puncak Musim Kemarau

Fenomena mode bipolar

Shutterstock Penjelasan Banjir. Peristiwa La Niña menyebabkan cuaca ekstrim seperti hujan lebat, air pasang dan bencana hidrologi seperti banjir.

Kuzwando menjelaskan, selain La Nina, fenomena pola bipolar saat ini di kawasan Samudera Hindia juga menunjukkan indeks paling berpengaruh dalam memicu kenaikan. PengendapanTerutama di Indonesia bagian barat.

READ  BSU Rp 1 Juta Cair April 2022, Akses Laman bsu.kemnaker.go.id untuk Cek Status Penerima Bantuan

Kemudian, pada skala regional, banyak terjadi peristiwa gelombang atmosfer yang sangat meningkatkan aktivitas konveksi dan pembentukan awan hujan.

Dimana MJO atau Madden Julian Oscillation, gelombang Kelvin, gelombang Rossby terjadi pada periode yang sama.

“Struktur kurva angin dan daerah pertemuan serta kecepatan angin (konvergensi) di sekitar Sumatera Selatan dan Jawa Barat juga meningkatkan kemungkinan terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut, yang didukung oleh anomali suhu permukaan laut positif. Untuk uap air di atmosfer. ,” jelasnya.

Baca selengkapnya: Gambaran BMKG tentang cuaca dingin di berbagai wilayah di Indonesia

Pelapukan mendorong dinamika

Menurut Kuswando, meski sebagian besar wilayah Indonesia saat ini memasuki musim kemarau, namun kehadiran fenomena atmosfer tersebut memicu terjadinya dinamika meteorologi yang mempengaruhi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan hujan yang berpotensi menimbulkan bencana terkait air seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang.

Pada musim kemarau, Kuswanto mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kekeringan.

Hemat air dan gunakan dengan bijak agar bersama-sama kita bisa mengatasi dampak kekeringan, ujarnya.

Baca selengkapnya: Banyak pertanyaan tentang penyebab cuaca dingin yang berlangsung hingga Agustus ini, itulah penjelasan BMKG

Dapatkan pembaruan Berita Ujian Dan berita penting Setiap hari dari Kompas.com. Jom join group Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.